Omnibus Law atur pengusaha wajib berikan bonus karyawan lima kali upah
Elshinta
Kamis, 13 Februari 2020 - 10:28 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Omnibus Law atur pengusaha wajib berikan bonus karyawan lima kali upah
Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2OQTGer/elshinta.com.

Elshinta.com - Omnibus law Cipta Kerja mengatur pengusaha wajib memberikan bonus bagi pekerja yang sudah bekerja selama 1 tahun sebesar 5 kali upah, khusus perusahaan besar. Hal itu dikatakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (12/2).

Namun menurut Airlangga aturan tersebut hanya berlaku untuk perusahaan-perusahaan dengan ukuran bisnis besar. Menko perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan diterapkan bonus tersebut, pemerintah tidak akan menghilangkan aturan pesangon bagi korban Pemutusan Hubungan Kerja.  

Airlangga menambahkan Omnibus Law Cipta Kerja juga untuk mendorong 7 juta orang yang tidak bekerja. "Mereka berhak mendapatkan pekerjaan dan gaji di tengah pelemahan global," katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dewi Rahmawati.

Rabu, 12 Februari 2020, pemerintah resmi menyerahkan surat Presiden, draf Undang-Undang, dan naskah akademik RUU Omnibus Law Cipta Kerja, terdiri 79 UU,15 bab dan 174 pasal, ke pimpinan DPR RI untuk diproses di DPR sesuai mekanisme yang ada. Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi RUU Omnibus Law Cipta Kerja ke seluruh Indonesia. Sosialisasi ini akan melibatkan 7 sektor terkait dan 7 komisi DPR serta konfederasi buruh. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah melemah seiring menjauhnya investor dari aset berisiko
Kamis, 02 April 2020 - 10:38 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (2/4) pagi, bergerak m...
Tiga bulan listrik gratis, MPR: tepat untuk warga pas-pasan
Rabu, 01 April 2020 - 21:11 WIB
PT Perusahaan Listik Negara (PLN) Persero mengeluarkan kebijakan tentang pembebasan pembayaran listr...
Analis ekonomi apresiasi Menkeu jalankan saran Rizal Ramli tangani dampak COVID-19  
Rabu, 01 April 2020 - 20:55 WIB
Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengapresiasi keputusan Me...
Pemkab Bandung siapkan pasar komoditas pertanian
Rabu, 01 April 2020 - 20:37 WIB
Mengantisipasi  adanya penutupan pasar modern dan sebagian pasar tradisional di Jakarta dan Bandung...
Rabu sore, IHSG ditutup jatuh 1,61% ke 4.466,03
Rabu, 01 April 2020 - 18:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh pada perdagangan awal bulan April. Mengutip RTI, Rabu (1/4)...
Menkeu katakan penerimaan negara berpotensi turun 10 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 18:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara untuk tahun ini berpotensi menga...
Rupiah terkoreksi seiring memburuknya ekonomi akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 17:57 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu terkoreksi seiring memb...
Cegah penyebaran COVID-19, PKL di Magelang tutup 1-4 April
Rabu, 01 April 2020 - 15:55 WIB
Semua Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di berbagai pusat kuliner di Kota Magelang tutup terhi...
BPS: Inflasi Maret 2020 terkendali
Rabu, 01 April 2020 - 14:28 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Dengan demikian, inflasi t...
Sri Mulyani: Ekonomi RI berpotensi tumbuh 2,3 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 12:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia berpotensi hanya tumbuh 2,3...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)