Mulai hari ini, kunjungan ke Candi Borobudur dibatasi sampai lantai 8
Elshinta
Kamis, 13 Februari 2020 - 18:35 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Mulai hari ini, kunjungan ke Candi Borobudur dibatasi sampai lantai 8
Foto: Kurniawati/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pengunjung Candi Borobudur Kabupaten Magelang, mulai hari ini, Kamis (13/2) tidak bisa memanjat teras 9 dan 10. Larangan menginjak di kedua lantai itu dikeluarkan Balai Konservasi Borobudur (BKB) dengan berbagai pertimbangan. 

"Mulai hari ini Kamis (13/2) kita membatasi kunjungan pada teras lantai 9 dan 10 candi Borobudur untuk kunjungan umum, sunrise maupun sunset," kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Tri Hartono, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Tri menyampaikan, pembatasan kunjungan itu dalam rangka kegiatan monitoring struktur stupa teras dan stupa induk oleh BKB. Pihaknya belum mengetahui sampai kapan penutupan teras 9 dan 10 ini akan diberlakukan.

Menurut Tri, permohonan pembatasan ini sudah disampaikan ke GM Manohara dan Taman Wisata Candi Borobudur. Karena kedua unit ini yang memiliki kepentingan dengan Borobudur.

Ia menambahkan, kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan di lantai 9 dan 10. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan BKB, untuk lantai mengalami kerusakan sekitar 30 persen, sedangkan untuk tangga kerusakan hampir 40 persen.

Untuk tingkat kerusakan juga bermacam-macam, antara 1mm sampai 6 cm."Bahkan di beberapa lokasi ada yang membahayakan pengunjung, karena ada yang terpeleset," ungkapnya.

Tri menyebutkan, keputusan untuk melakukan monitoring dan evaluasi di lantai 9 dan 10 ini, agar bagian yang paling suci di stupa Arupadatu ini lebih terawat. "Kalau kerusakan dibiarkan terus, jelas akan kehilangan satu warisan budaya bangsa," ujarnya.

Padahal, imbuh Tri, pihaknya ingin warisan budaya bangsa ini tersambungkan pada generasi yang akan datang. Bukan eksploitasi bangunan sebesar-besarnya, namun menyebabkan kerusakan parah.

Di satu sisi, kata Tri, BKB masih memberi kesempatan pada masyarakat menggunakan lantai 9 dan 10, untuk kegiatan keagamaan, dengan persyaratan tertentu.

Yudi Suhartono, MA, Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur menambahkan, seiring berjalannya pemanfaatan Candi Borobudur sebagai ikon wisata di Indonesia, menjadikan jumlah kunjungan terus meningkat dari tahun ke tahun sampai menembus angka 4 juta per tahun. Pada saat peak season bahkan mencapai 58.000 orang/hari, dan kisaran 4.000-7.000 orang/jam menaiki struktur Candi Borobudur.

Kunjungan wisatawan yang cukup besar tentunya selain membawa dampak positif, namun juga membawa dampak negatif utamanya bagi kelestarian struktur Candi Borobudur itu sendiri. Apabila terjadi kerusakan pada bangunan cagar budaya tentunya sudah tidak akan pernah bisa diperbaharui lagi dan tidak bisa kembali seperti semula atau tidak bisa tergantikan. 

Keberadaan Candi Borobudur sebagai monumen terbuka sangat rentan terhadap pengaruh iklim yang dapat menyebabkan kerusakan, di sisi lain tingginya jumlah pengunjung yang naik ke atas struktur candi juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap laju kerusakan. Selain rentan terhadap pengaruh iklim mikro, Candi Borobudur juga rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh kunjungan wisata.

Gesekan alas kaki pengunjung dan pasir yang terbawa kaki dapat mengakibatkan keausan lantai tangga/selasar/undag/teras candi. 

Yudi juga menyebutkan, perilaku pengunjung masih banyak dijumpai yang belum mendukung pelestarian candi. Seperti duduk-duduk atau memanjat dinding/pagar langkan candi atau stupa. "Padahal sudah diingatkan dan didekatnya ada papan peringatan dilarang coret-coret, menggeser, mencungkil, menggores. Karena juga membahayakan kelestarian batu-batu candi," tetangnya.

Perilaku pengunjung lain yang kurang mendukung kelestarian candi adalah membuang sampah sembarangan, menempelkan permen karet pada batuan candi, merokok dan mematikan puntung ditekankan pada batuan serta menyelipkan puntung pada nat batuan candi. Bahkan melompat-lompat di atas stupa atau langkan candi (parkour), menyentuh dan bersandar pada relief candi,  dan membawa benda yang berpotensi merusak batuan/relief candi. 

Menurut Yudi, perilaku pengunjung yang kurang mendukung pelestarian tersebut lebih sering dijumpai di bagian teras tingkat 8, 9, dan 10 Candi Borobudur. Salah satu akibat yang bisa dilihat pada stupa yang sering diduduki atau dipanjat adalah ausnya padma pada bagian lapik stupa, nat-nat bantu di lantai teras dan stupa 9 dan 10. 

Meskipun lantai 9 dan 10 candi ditutup, namun menurut Yudi, pengunjung masih bisa melihat dan menikmati puncak stupa pada lantai 8.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan wisman ke DKI Jakarta Februari merosot 24,42 persen
Kamis, 02 April 2020 - 18:35 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakar...
Pemkab Probolinggo tutup sementara seluruh objek wisata
Rabu, 18 Maret 2020 - 09:20 WIB
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menutup sementara seluruh objek wisata di bawah pengel...
Antisipasi COVID-19, tempat wisata di Langkat ditutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 19:58 WIB
Mengantisipasi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera untuk sementara membatasi masuknya w...
Cegah penyebaran COVID-19, enam obyek wisata tutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 15:27 WIB
Sebanyak enam obyek wisata di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ditutup  sementara dari kegia...
Cegah COVID-19, Candi Borobudur disemprot desinfektan
Senin, 16 Maret 2020 - 20:42 WIB
Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Balai Konservasi Borobudur (BKB) Kabupaten Magelang  mela...
Wujudkan impian wisata mangrove dan pantai pulau Jaring Halus
Sabtu, 14 Maret 2020 - 19:19 WIB
Demi mewujudkan destinasi wisata hutan mangrove dan juga wisata pantai. Pemerintah Desa Jaring Halus...
Kunjungan Willem-Maxima jadi nilai positif untuk Candi Prambanan
Kamis, 12 Maret 2020 - 13:17 WIB
Kunjungan Raja Wilem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dari Kerajaan Belanda ke komplek ...
Dukung pariwisata, Basarnas bangun Pos SAR Parapat dan latih potensi SAR
Rabu, 11 Maret 2020 - 16:25 WIB
Badan Nasional Pencarian dan  Pertolongan (Basarnas) akan meresmikan gedung atau Pos Pencarian dan ...
Pemukulan Kembang Mayang tandai gelaran `Banjarmasin Sasirangan Festival 2020`
Kamis, 05 Maret 2020 - 09:25 WIB
Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) tahun 2020, resmi dimulai. Opening ceremony event yang telah m...
Bandung masih aman untuk dikunjungi wisatawan 
Kamis, 05 Maret 2020 - 07:45 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Jawa Barat, Kenny Dewi Kaniasari m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV