Rupiah menguat dipicu suntikan dana bank sentral Tiongkok
Elshinta
Senin, 17 Februari 2020 - 11:30 WIB |
Rupiah menguat dipicu suntikan dana bank sentral Tiongkok
Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, Senin (17/2), menguat seiring suntikan dana oleh bank sentral Tiongkok, People`s Bank of China (PBoC).

Pada pukul 10.02 WIB, rupiah bergerak menguat 8 poin atau 0,06 persen menjadi Rp13.685 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.693 per dolar AS.

"Bank Sentral China kembali menyuntikkan dana pagi ini sebesar 200 miliar yuan. Aset berisiko terlihat menguat, termasuk rupiah," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Selain itu, lanjut Ariston, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kembali turun ke kisaran 1,58 persen, yang bisa menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan mungkin bisa mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.

"Tapi virus Corona kelihatannya masih menjadi kekhawatiran pasar. Apalagi pasar meragukan data yang diumumkan oleh pemerintah China," ujarnya.

Pada Minggu (16/2) kemarin, Tiongkok melaporkan penambahan jumlah kasus dan kematian baru akibat vrus Corona yang jumlahnya sama, mendekati kenaikan sebelumnya dengan metode baru.

Sedangkan pada Jumat (14/2) malam, Bandara Heathrow Inggris melakukan penahanan terhadap delapan pesawat karena kecurigaan adanya penumpang yang terkena virus Corona baru atau COVID-19.

"Kekhawatiran ini masih bisa menekan turun aset berisiko hari ini, termasuk rupiah," kata Ariston, dikutip Antara. 

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp13.670 per dolar AS hingga Rp13.720 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.693 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.707 per dolar AS. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah melemah seiring menjauhnya investor dari aset berisiko
Kamis, 02 April 2020 - 10:38 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (2/4) pagi, bergerak m...
Tiga bulan listrik gratis, MPR: tepat untuk warga pas-pasan
Rabu, 01 April 2020 - 21:11 WIB
PT Perusahaan Listik Negara (PLN) Persero mengeluarkan kebijakan tentang pembebasan pembayaran listr...
Analis ekonomi apresiasi Menkeu jalankan saran Rizal Ramli tangani dampak COVID-19  
Rabu, 01 April 2020 - 20:55 WIB
Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengapresiasi keputusan Me...
Pemkab Bandung siapkan pasar komoditas pertanian
Rabu, 01 April 2020 - 20:37 WIB
Mengantisipasi  adanya penutupan pasar modern dan sebagian pasar tradisional di Jakarta dan Bandung...
Rabu sore, IHSG ditutup jatuh 1,61% ke 4.466,03
Rabu, 01 April 2020 - 18:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh pada perdagangan awal bulan April. Mengutip RTI, Rabu (1/4)...
Menkeu katakan penerimaan negara berpotensi turun 10 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 18:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara untuk tahun ini berpotensi menga...
Rupiah terkoreksi seiring memburuknya ekonomi akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 17:57 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu terkoreksi seiring memb...
Cegah penyebaran COVID-19, PKL di Magelang tutup 1-4 April
Rabu, 01 April 2020 - 15:55 WIB
Semua Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di berbagai pusat kuliner di Kota Magelang tutup terhi...
BPS: Inflasi Maret 2020 terkendali
Rabu, 01 April 2020 - 14:28 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Dengan demikian, inflasi t...
Sri Mulyani: Ekonomi RI berpotensi tumbuh 2,3 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 12:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia berpotensi hanya tumbuh 2,3...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)