MemoRI 22 Februari
2 WNI diculik kelompok Abu Sayyaf
Elshinta
Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
2 WNI diculik kelompok Abu Sayyaf
Tangkapan layar dari video dua WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf. Sumber Foto: https://bit.ly/37ya621

Elshinta.com - Kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan dilaporkan meminta tebusan lebih dari Rp7 miliar untuk pembebasan dua warga Indonesia. 

Media The Straits Times, Jumat 22 Februari 2019, melaporkan Abu Sayyaf meminta tebusan lebih dari 700 ribu dolar Singapura, atau sekitar Rp7,2 miliar untuk pembebasan dua WNI asal Wakatobi bernama Hariadin dan Heri Ardiasyah, serta seorang warga Malaysia bernama Jari Abdulla.

Ketiga pria itu diculik saat bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia, pada 5 Desember 2018. Sebelumnya, Abu Sayyaf memperlihatkan video ketiganya dengan keadaan mata tertutup dan tangan terikat, diancam dieksekusi dengan parang.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Abu Sayyaf memang melakukan penculikan dengan motif mendapatkan uang tebusan.

"Jadi pasti ada permintaan tebusan dalam jumlah. Salah satu strateginya dalam dua kasus terakhir adalah dengan memviralkan video melalui media di Malaysia. Jelas tujuannya mendorong publik untuk menekan pemerintahnya untuk memenuhi tuntutan penyandera," kata Iqbal.

Menurut data Kemlu, kasus ini adalah penculikan ke-11 yang terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia, oleh Abu Sayyaf. Video semacam ini selalu disebarkan oleh penyandera dalam setiap kasus penyanderaan untuk menekan keluarga.
Iqbal tidak menyebut berapa jumlah tuntutan Abu Sayyaf, namun dia mengatakan Pemerintah Indonesia "selalu mengedepankan upaya diplomatik dalam pembebasan sandera."

Pemerintah Filipina juga menegaskan mereka memiliki kebijakan tidak akan membayarkan tebusan kepada teroris. Juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo mengatakan, pembayaran tebusan hanya akan jadi preseden buruk.

"Memberikan tuntutan teroris akan mendorong mereka menculik lebih banyak lagi, lalu membuat mereka bisa melakukan tindakan ekstremis dan kriminal karena bisa membeli senjata dan senapan lebih banyak," kata Panelo, dikutip dari media Filipina ABS-CBN.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolda Papua akui tak ada pos keamanan di sekitar TKP penembakan
Rabu, 01 April 2020 - 09:28 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku tidak ada pos keamanan di sekitar TKP penembakan di...
Kapolda dan Pangdam tinjau lokasi penembakan karyawan Freeport
Selasa, 31 Maret 2020 - 17:58 WIB
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asar...
Polres Langkat amankan dua pemilik sabu 
Selasa, 31 Maret 2020 - 16:55 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, Sumatera Utara mengamankan dua orang laki-laki yang memiliki ...
Setelah penembakan, PT Freeport minta karyawan dan keluarga waspada
Selasa, 31 Maret 2020 - 13:56 WIB
Setelah penembakan yang menewaskan satu karyawan berkebangsaan Selandia Baru, manajemen PT Freeport ...
KKB tembaki pekerja Freeport, satu korban meninggal
Selasa, 31 Maret 2020 - 06:12 WIB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali menebar teror dengan menembaki pekerja PT Freepo...
Di tengah wabah COVID-19, enam pengedar narkoba jaringan internasional diamankan polisi
Senin, 30 Maret 2020 - 17:16 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat (Jakbar) Kombes pol Audie S Latuheru mengungkapkan telah menangkap enam...
Resahkan warga, tiga begal diringkus polisi
Kamis, 19 Maret 2020 - 20:23 WIB
Tiga begal meresahkan warga diringkus Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta, Jawa Barat.
 Kesal ditagih kembalikan kamera, pria di Majalengka bakar rumah penagih
Kamis, 19 Maret 2020 - 18:56 WIB
Seorang pria di Majalengka, Jawa Barat nekat membakar rumah rekannya sendiri setelah mengaku kesal s...
Enam pelaku 34 pucuk senpi ilegal dan 12 ribu peluru ditangkap polisi
Rabu, 18 Maret 2020 - 17:26 WIB
Enam orang pelaku kepemilikan 34 pucuk senjata api (senpi) ilegal ditangkap tim Reskrim Polres Metro...
 TNI-Polri antisipasi pergeseran KKB ke Tembagapura melalui Jila
Rabu, 18 Maret 2020 - 11:27 WIB
Aparat gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Mimika, Papua, terus mengantisipasi pergerakan Kelompok K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)