KPK bantah takut tangkap mantan Sekretaris MA Nurhadi
Elshinta
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:59 WIB |
KPK bantah takut tangkap mantan Sekretaris MA Nurhadi
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Sumber Foto: https://bit.ly/2SUluzS

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar membantah lembaganya takut untuk menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) yang telah masuk dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Lembaga penegak hukum tak berani tangkap, 'ngawur' lah, namanya KPK tetap mengupayakan tetapi kan ada hal yang tidak bisa disampaikan ke publik misal cara-caranya tetapi langkah hukum sudah dilakukan dan keluar DPO," ucap Lili di Jakarta, Kamis (20/2).

KPK, kata dia, terus berupaya untuk menangkap Nurhadi meskipun sampai saat ini belum berhasil. "Usaha terus dilakukan tim KPK, jika sekarang belum berhasil tetapi tetap tidak berhenti," ucap Lili, seperti dikutip Antara.

Selain itu, ia juga mengaku lembaganya sedang mendalami informasi yang menyebut Nurhadi bersembunyi di salah satu apartemen di Jakarta. "Informasi tersebut juga sudah diolah tim KPK untuk melakukan pencarian," kata dia.

Selain Nurhadi, KPK juga telah menetapkan status DPO terhadap Rezky Herbiyono swasta atau menantu Nurhadi dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS). Ketiganya merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada 2011-2016.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menyebut Nurhadi dan Rezky mendapatkan proteksi yang "mewah" sehingga KPK menjadi "takut" menangkap keduanya.

"Cuma juga mereka dapat perlindungan yang premium, 'golden premium protection' yang KPK kok jadi kaya penakut gini tidak berani ambil orang tersebut dan akhirnya pengungkapan kasus ini jadi terbelengkalai," ungkap Haris di gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/2).

Ia pun menyebut bahwa sebenarnya KPK sudah mengetahui keberadaan Nurhadi dan menantunya tersebut. Keduanya disebut tinggal di salah satu apartemen mewah di Jakarta.

"Kalau informasi yang saya coba kumpulkan, bukan informasi resmi yang dikeluarkan KPK. KPK sendiri tahu bahwa Nurhadi dan menantunya itu ada di mana, di tempat tinggalnya di salah satu apartemen mewah di Jakarta," tuturnya.

Namun, ia kembali menyatakan KPK tak berani untuk menangkap Nurhadi karena apartemen tersebut tidak mudah diakses publik dan dijaga sangat ketat.

"Tetapi KPK tidak berani untuk ngambil Nurhadi karena cek lapangan ternyata dapat proteksi yang cukup serius sangat mewah proteksinya. Artinya, aparteman itu tidak gampang diakses publik lalu ada juga tambahannya dilindungi oleh pasukan yang sangat luar biasa," ujar Haris.

KPK pada 16 Desember 2019 telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkes tetapkan PSBB di DKI Jakarta
Selasa, 07 April 2020 - 12:16 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) un...
Total kekayaan Wagub DKI terpilih Ahmad Riza Patria Rp19 miliar
Selasa, 07 April 2020 - 11:05 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang baru terpilih Ahmad Riza Patria memiliki total kekayaan seni...
Prakiraan cuaca DKI Jakarta hari ini
Selasa, 07 April 2020 - 08:26 WIB
Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sed...
DPRD DKI tetapkan Ahmad Riza Patria jadi cawagub DKI terpilih 
Senin, 06 April 2020 - 15:25 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menetapkan Ahmad Riza Patria sebagai Calon Wakil G...
 Komunitas Peduli Depok beri bantuan Rp1 Miliar untuk GTPP COVID-19
Senin, 06 April 2020 - 15:11 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease tahun 2019 (GTPP COVID-19) Kota Depok kembali ...
DKI perpanjang imbauan bekerja dari rumah hingga 19 April
Senin, 06 April 2020 - 13:54 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang imbauan pelaksanaan dari rumah hingga 19 April 2020 te...
Diperpanjang, ganjil-genap Jakarta ditiadakan hingga 19 April
Senin, 06 April 2020 - 12:21 WIB
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengumumkan perpanjangan masa peniadaan kebijaka...
Polda Metro bentuk tim khusus kawal jenazah korban COVID-19
Senin, 06 April 2020 - 12:10 WIB
Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengawal jenazah korban virus corona yang mendapat penol...
Pasar Tanah Abang akan kembali buka, Senin
Minggu, 05 April 2020 - 21:41 WIB
Perumda Pasar Jaya akan kembali membuka Pasar Tanah Abang pada Senin (6/4)  setelah sempat tutup se...
Anak Kolong Bikers Indonesia dan FKPPI DKI lakukan penyemprotan disinfektan di Bekasi dan Jaktim
Minggu, 05 April 2020 - 18:35 WIB
Anak Kolong Bikers Indonesia bersama-sama dengan Keluarga Besar FKPPI DKI Jaya, Generasi Muda FKPPI ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV