Yogyakarta akan lacak 2.000 warga belum rekam data e-KTP
Elshinta
Senin, 24 Februari 2020 - 08:48 WIB |
Yogyakarta akan lacak 2.000 warga belum rekam data e-KTP
Pencetakan e-KTP di Kota Yogyakarta saat pelaksanaan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Foto: Antara

Elshinta.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta tetap akan berusaha melacak keberadaan sekitar 2.000 warga kota tersebut yang sudah memenuhi syarat untuk memiliki KTP elektronik, namun hingga saat ini belum melakukan perekaman data kependudukan.

“Kami akan lacak keberadaan mereka. Salah satunya dengan mengirim informasi melalui pesan singkat telepon genggam,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta Bram Prasetyo di Yogyakarta, Senin (24/2).

Menurut Bram, informasi mengenai nomor telepon warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan tersebut dapat diperoleh dari kartu keluarga (KK) karena di dalamnya sudah mencantumkan nomor telepon warga.

“Kami akan kirimkan ke semua warga yang belum melakukan perekaman untuk mengingatkan mereka agar segera melakukan perekaman data kependudukan,” katanya, seperti dikutip Antara.

Proses perekaman data kependudukan, lanjut Bram bisa dilayani di kantor Dindukcapil atau kecamatan bahkan saat ini ketersediaan blanko untuk pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sudah sangat mencukupi yaitu sekitar 6.000 keping.

Pelayanan perekaman data kependudukan juga dilayani secara mobile bersamaan dengan agenda bersih-bersih Malioboro setiap Selasa Wage. Lokasi pelayanan berada di sekitar Malioboro Mall Yogyakarta.

Bram optimistis, jika warga tersebut masih berada di Yogyakarta pasti akan datang ke kecamatan atau ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta untuk melakukan perekaman data kependudukan.

“Mungkin dari sekitar 2.000-an warga yang belum merekam data kependudukan disebabkan karena mereka sedang berada di luar Kota Yogyakarta atau sebab lain seperti meninggal dunia,” katanya.

Karena jumlah blanko e-KTP di Kota Yogyakarta dinilai sudah mencukupi, Bram menegaskan, seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta tidak lagi diperbolehkan menerbitkan surat keterangan kependudukan sebagai pengganti e-KTP.

“Mulai hari ini, Senin (24/2) tidak lagi diperbolehkan menerbitkan surat keterangan karena blanko tersedia,” katanya.

Berdasarkan catatan Dindukcapil Kota Yogyakarta, jumlah warga pemegang surat keterangan kependudukan mencapai sekitar 4.000 orang. Di Kota Yogyakarta tercatat ada sekitar 315.000 warga wajib KTP.

Pada akhir pekan lalu, Dindukcapil Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pencetakan lebih dari 2.000 e-KTP, sebagian besar dari pemegang surat keterangan, namun ada pula yang melakukan pencetakan e-KTP karena KTP lama rusak atau hilang. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Peringati HUT TNI AU ke-74, Lanud Sjamsudin Noor berbagi sembako dan semprotkan disinfektan
Kamis, 09 April 2020 - 23:48 WIB
TNI AU. Lanud Sjamsudin Noor melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan bahan makanan, ma...
80 personel Polresta Bandung ikuti donor darah 
Kamis, 09 April 2020 - 23:38 WIB
Sebanyak kurang lebih 80 personel dari jajaran Polresta Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4) mengikuti d...
Satgas COVID-19 Langkat terus ikuti video conference pencegahan COVID-19
Kamis, 09 April 2020 - 23:26 WIB
Satgas Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Langkat terus mengikuti Video Conference (Vidc...
HUT ke-12, Bawaslu Salatiga gelar donor darah dan bantu APD
Kamis, 09 April 2020 - 23:12 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, Bawaslu Kota Salatiga, Jawa Tengah, menggelar aksi sosial dalam rangka H...
Diisukan PDP akhirnya pasien TB Paru meninggal dunia dalam perjalanan
Kamis, 09 April 2020 - 22:57 WIB
Merebaknya kabar seorang warga Kabupaten Langkat kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) periksakan d...
 Warga positif COVID-19, Bupati gencarkan `physical distancing` dan `social distancing`
Kamis, 09 April 2020 - 22:45 WIB
Tiga warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Ketiga warga t...
Bupati Sukoharjo bebaskan pajak hotel dan restoran dua bulan
Kamis, 09 April 2020 - 21:48 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memberikan kebijakan pembebasan pajak pada tempat usaha yang terdam...
Polres Sukoharjo bagikan bantuan bagi warga terdampak COVID-19
Kamis, 09 April 2020 - 21:11 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah mendistribusikan bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok atau semba...
Pontjo Sutowo: Anggota FKPPI siap bela negara lawan COVID-19 
Kamis, 09 April 2020 - 19:55 WIB
Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri (FKPPI) terus ber...
Polres Salatiga bagikan ratusan paket sembako
Kamis, 09 April 2020 - 19:35 WIB
Polres Salatiga, Polda Jawa Tengah membagikan 500 paket sembako bagi warga kurang mampu yang terdamp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV