Tak sekadar ikut tren bisnis kopi, Stumpy Coffee sediakan menu anti mainstream
Elshinta
Senin, 24 Februari 2020 - 08:17 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Tak sekadar ikut tren bisnis kopi, Stumpy Coffee sediakan menu anti mainstream
Bisnis kopi kekinian makin digandrungi dengan pangsa pasar yang luas. Foto: istimewa

Elshinta.com - Bisnis kopi kekinian makin semerbak. Peluangnya yang besar membuat pelaku di industri ini terus bertumbuh. Di kota besar seperti Jakarta, outlet-outlet yang menjual aneka minuman kopi sangat mudah ditemukan.

Tak hanya sekadar ikut tren, Stumpy Coffee menghadirkan varian menu yang berbeda. Terlebih, foundernya Angga Adipura sebelumnya telah berpengalaman di industri kopi specialty, dari proses awal di petani hingga ke roasting. 

Menurut Angga, beberapa tahun terakhir ini kopi susu memang jadi fenomena dengan pasarnya yang luas dan sangat digandrungi masyarakat. “Melihat hal demikian, saya banting setir dari kopi premium ke bisnis kopi yang lebih terjangkau. Tapi saya tetap idealis untuk tetap menggunakan kopi yang baik,” katanya dalam keterangannya, Senin (24/02).    

Dengan memanfaatkan kualitas kopi lokal yang baik, setahun lalu Angga memperkenalkan brand Stumpy Coffee. Prinsipnya, ia tidak ingin mengikuti menu yang tren di pasaran. “Ya, saya tidak mau ikut mainstream, meskipun secara bisnis ini mainstream. Tapi menu kami benar-benar berbeda dengan yang lain. Bahkan di tempat lain mungkin tidak ada, misalnya kopi susu dipadu kulit lemon,” ungkapnya.

Seperti diakuinya, saat ini persaingan bisnis kopi memang sangat ketat. Dirinya pun memilih untuk tidak head to head dengan mereka. Oleh sebab demikian, ia menciptakan menu-menu berbeda yang memiliki kans untuk disukai oleh banyak orang.

Terkait menu ini, Stumpy Coffee menyediakan sekira 14 menu. Tidak hanya kopi, ada juga yang non kopi seperti cokelat dan minuman berbahan rempah dengan harga dari Rp19 ribu hingga Rp25 ribu per cup.

"Kalau sesama pelaku bisnis kopi, persaingannya sih sehat aja. Sebab marketnya ini luas sehingga peluangnya masih besar. Tinggal kreativitas mengemas promonya aja," jelasnya. 

Sementara untuk jenis kopi yang dipakainya terdiri dari kopi robusta dan arabika. Robusta dari Flores dan Jawa, sementara arabica dari Toraja, Aceh, dan Bali. 

Sebagai pemain baru, Stumpy Coffee terbilang cukup sukses memikat para pecinta kopi di Jakarta. Hal ini misalnya bisa terlihat dari jumlah penjualan hariannya yang mencapai angka 150—300 cup dari satu outletnya. Diketahui, dalam setahun ini Angga berhasil membuka dua outlet di kawasan Menteng dan Tebet.

Dengan eksistensi selama setahun terakhir ini, Angga semakin fokus untuk mengembangkan Stumpy Coffee dengan konsep lebih untuk melayani konsumen take away dan transportasi/ojek online (ojol). "Konsumen kami hampir 70 persen dari kalangan pekerja kantoran dan ojek online. Dengan area yang tidak terlalu luas, konsep ini ke depan yang akan kami kembangkan," sebutnya.

Bahkan, ia juga sudah merencanakan untuk menjual kemitraan Stumpy Coffee. Disebutkannya, untuk kemitraan ini akan ditawarkan sebesar Rp60 juta untuk 5 tahun. "Pengembangan kemitraan ini sangat memungkinkan. Sebab sudah banyak juga yang menanyakan, kami memang belum dikenal banget, tapi mereka melihatnya dari produk: mereka minum suka. Traffic outlet juga baik, flownya sangat dinamis," tuturnya.

Dalam bidang bisnis, Angga Adipura bukanlah orang baru. Sebab dirinya cukup berpengalaman dengan beragam bisnis yang pernah dijalankannya.

Umumnya bisnis yang banyak dilakukannya berkecimpung di bidang food and beverage. "Passion saya memang ada di F&B. Saya pernah bisnis restoran bareng teman-teman. Meskipun ada juga beberapa bisnis yang di luar F&B seperti di bidang perhiasan dan kosmetik," akunya.

Terakhir, ia memang menggandrungi bidang perkopian. Ia sangat memahami bisnis kopi dari sejak kopi dipetik petani hingga sampai ke tangan barista. 

"Meskipun passion, bisnis itu perlu ditunjang dengan marketing yang baik dan administrasi yang baik. Sebab kalau tidak, jalannya akan susah," demikian Angga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Dongkrak industri fesyen muslim, Kemenperin: Konsumsi di dunia capai USD270 miliar
Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia...
Industri kreatif sumbang lebih Rp1.100 T, subsektor apa yang paling berkontribusi?
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:48 WIB
Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pad...
Ada 6 SNI tentang kopi, apa saja? Ini penjelasan Kepala BSN
Senin, 09 Maret 2020 - 11:58 WIB
Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 6 Stan...
Di tengah wabah corona, UKM tetap dinamis dan jadi penyangga ekonomi
Jumat, 06 Maret 2020 - 11:36 WIB
Wabah virus corona telah memukul perekonomian global. Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu...
Ciptakan koperasi sehat, Menteri Teten: Izin dan syarat pendirian koperasi akan dipermudah
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:48 WIB
Upaya Kementerian Koperasi dan UKM menciptakan koperasi yang sehat, pihaknya akan mempermudah perizi...
Tak sekadar ikut tren bisnis kopi, Stumpy Coffee sediakan menu anti mainstream
Senin, 24 Februari 2020 - 08:17 WIB
Bisnis kopi kekinian makin semerbak. Peluangnya yang besar membuat pelaku di industri ini terus bert...
Tertarik dengan waralaba kaki lima? Agar tidak merugi, ini tipsnya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:37 WIB
Kelebihan dari waralaba kaki lima adalah pencapaian sales pada target minimumnya dapat cepat diraih ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV