Virus corona tewaskan 12 orang, tulari 61 di Iran
Elshinta
Selasa, 25 Februari 2020 - 14:57 WIB |
Virus corona tewaskan 12 orang, tulari 61 di Iran
Kuwait, Bahrain, Irak laporkan kasus virus corona terkait dengan Iran. Foto: Antara.

Elshinta.com - Sebanyak 12 orang meninggal dan 61 lainnya tertular virus corona di Iran, kata kementerian kesehatan Teheran, Senin (24/2).

Namun menurut seorang anggota parlemen, di Kota Qom saja ada 50 orang yang meninggal karena virus corona dalam dua minggu terakhir ini. Qom terletak di 120 km (75 mil) selatan Teheran, Ibu Kota Iran.

Sementara itu, kantor berita negara IRNA dengan mengutip seorang pejabat setempat melaporkan bahwa lebih dari 10.000 pecandu narkoba dikarantina di pusat-pusat perawatan di provinsi Teheran untuk mencegah penyebaran virus corona. "Jumlah kematian akibat penyakit corona di Iran telah mencapai 12 dan jumlah yang terinfeksi telah mencapai 61," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur, seperti dikutip IRNA.

Namun anggota parlemen yang mewakili Qom, Ahmad Amirabadi Farahani, menyebutkan 50 orang meninggal di Qom dan 250 orang telah dikarantina di sana.

Farahani menuduh pemerintah lambat mengumumkan wabah itu. Menurut dia, kota itu tidak memiliki peralatan yang memadai untuk menangani krisis, menurut kantor berita ILNA.

Jahanpur menampik angka 50 orang yang tewas itu sebagai kabar yang "sangat bohong". "(Farahani) tidak punya hak menyatakan pandangan tentang masalah ini, dia juga tidak punya informasi," kata Jahanpur, seperti dikutip IRNA.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi, dalam konferensi pers di televisi negara, menyatakan ia akan mengundurkan diri jika jumlah korban jiwa di Qom bahkan mencapai seperempat dari 50.

Pertentangan soal data di antara para pejabat itu menyoroti kritik terhadap cara pemerintah menangani penyebaran virus corona di Iran. Hujan kritik itu berasal dari kalangan pejabat maupun warga negara Iran, yang menyampaikannya secara daring.

Sementara itu, kepala operasi antipenyelundupan narkoba di provinsi Teheran mengatakan sekitar 10.500 pecandu narkoba sudah dikarantina di pusat-pusat perawatan di Teheran.

"Untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona di antara para pecandu, pusat perawatan tidak akan melepaskan atau menerima pasien baru sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Mostafa Hadizadeh, seperti dikutip IRNA.

Siapa pun yang diduga terinfeksi virus corona akan diberi perawatan yang diperlukan secepat mungkin, kata Hadizadeh.

Wabah di Iran telah memengaruhi negara-negara lain di kawasan.

Kuwait, Bahrain, Irak, Oman dan Afghanistan pada Senin melaporkan kasus pertama virus corona, semuanya terkait dengan orang-orang yang telah mengunjungi Iran.

Uni Emirat Arab mengumumkan dua kasus virus corona baru pada Sabtu, yakni yang dialami seorang turis Iran dan istrinya, menurut laporan kantor berita negara WAM. Lebanon mencatat kasus virus corona pertamanya pada Jumat pada seorang perempuan berusia 45 tahun yang kembali dari Qom.

Kekhawatiran wabah virus corona meningkat pada Senin setelah lonjakan kasus baru dilaporkan di Iran, Italia dan Korea Selatan. Virus tersebut sudah menulari hampir 77.000 orang dan membunuh lebih dari 2.500 di Tiongkok, tempat virus itu berasal akhir tahun lalu, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
`Lockdown` Wuhan resmi berakhir
Rabu, 08 April 2020 - 11:07 WIB
Status penutupan wilayah (lockdown) Kota Wuhan, Tiongkok, resmi berakhir per 8 April 2020 yang diiku...
Trump tuding WHO condong ke Tiongkok, gagal tangani virus corona
Rabu, 08 April 2020 - 10:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (7/4) menyampaikan kritik tajam terhadap Organisas...
WHO sebut Asia Tenggara butuh 1,9 juta perawat dan bidan
Rabu, 08 April 2020 - 10:34 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu melipatgand...
Pandemi COVID-19, Raja Maroko bebaskan 5.654 narapidana
Rabu, 08 April 2020 - 09:59 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia World Health organization (WHO) menetapkan virus corona baru (COVID-19) s...
Mainan ini laris manis setelah warga Denmark diminta berdiam di rumah
Rabu, 08 April 2020 - 09:39 WIB
Penjualan mainan seks di Denmark naik lebih dari dua kali lipat setelah warga setempat diminta berdi...
Kematian COVID-19 di AS capai 12.064
Rabu, 08 April 2020 - 08:47 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Selasa (7/1) melaporkan 374.32...
PBB kecam serangan terhadap rumah sakit pasien COVID-19 di Tripoli, Libya
Selasa, 07 April 2020 - 18:56 WIB
Pejabat PBB mengecam serangan baru-baru ini terhadap rumah sakit pasien virus corona di Ibu Kota Tri...
AS laporkan 8.910 kematian akibat corona
Selasa, 07 April 2020 - 15:45 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Senin (6/4) melaporkan 330.891...
Alami lonjakan harian terbesar COVID-19, Meksiko butuh tenaga medis
Selasa, 07 April 2020 - 14:25 WIB
Meksiko mengalami lonjakan harian terbesar kasus virus corona pada Senin (6/4) saat wakil menteri ke...
Belasan penghuni panti jompo di Portugal meninggal akibat corona
Selasa, 07 April 2020 - 12:28 WIB
Sebanyak 15 penghuni panti jompo di Kota Aveiro di Portugal meninggal akibat virus corona, kasus ter...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV