Kembangkan destinasi wisata, BKB Magelang monitor situs di sekitar Candi Borobudur 
Elshinta
Rabu, 26 Februari 2020 - 11:38 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Kembangkan destinasi wisata, BKB Magelang monitor situs di sekitar Candi Borobudur 
Petugas Balai Konservasi Borobudur Magelang Jateng saat melakukan monitoring situs di sekitar Candi Borobudur. Foto: Kurniawati/Radio Elshinta

Elshinta.com - Balai Konservasi Borobudur (BKB) Kabupaten Magelang melakukan monitoring terhadap situs-situs yang berada di sekitar Candi Borobudur. Kegiatan ini merupakan upaya BKB untuk mengembangkan situs menjadi obyek wisata alternatif selain Borobudur. 

Ada beberapa situs menjadi sasaran monitoring yang berada di wilayah Mertoyudan, Borobudur dan Tempuran. "Ada beberapa situs yang kami monitoring di sekitar candi Borobudur," kata Yudi Suhartono, Kepala seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang dihubungi Selasa (25/2).

Yudi menjelaskan, monitoring dilakukan pada situs yang telah diekskavasi, seperti situs Plandi di desa Pasuruan Mertoyudan, kemudian Samberan di Desa Ringinanom Tempuran, situs Brongsongan dan Kerkhof di Mungkid.

Menurutnya, monitoring ini juga bertujuan untuk mengamati dan memantau aktivitas berkaitan dengan kondisi keterawatan, perubahan lahan dan bentang pandang, serta perubahanan fasad bangunan tradisional. 

"Keluaran monitoring ini berupa catatan dan rekomendasi yang akan diberikan kepada pihak yang berwenang yang terkait dengan penataan kawasan di wilayah zona 3 candi Borobudur yang dimiliki pemkab Magelang," jelasnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Namun monitoring dan evaluasi kawasan ini juga sebagai salah satu tanggung jawab BKB sebagai site manager Borobudur Compounds sebagai warisan dunia, yang harus memberikan laporan secara periodik kepada Unesco, terkait upaya yang dilakukan untuk merawat dan menjaga candi Borobudur dari ancaman kelestarian.

Dikatakan pula, pengembangan situs di seputaran candi Borobudur ini merupakan upaya pelestarian candi Borobudur. Karena setiap tahun kunjungan wisata di candi Budha terbesar di dunia ini mencapai 4 juta. Pada saat peak season bahkan mencapai 58 ribu orang per hari dan kisaran 4 ribu sampai 7 ribu orang per jam menaiki struktur candi.

Di tahun 2015, presiden memerintahkan untuk mendongkrak sektor pariwisata sebagai pendapatan devisa negara dengan mengembangkan 10 destinasi 10 Bali baru. Satu diantaranya kawasan Borobudur (Joglosemar) dengan target kunjungan wisatawan asing sejumlah 2 juta orang. Di dua tahun terakhir, lebih digenjot dengan program super prioritas.

Oleh karena itu, untuk mendukung program pemerintah, diperlukan strategi pengembangan yang ideal dan tepat, didukung dari berbagai sektor. "Kunjungan wisatawan yang cukup besar tentunya membawa dampak positif dan negatif utamanya bagi kelestarian bangunan candi Borobudur itu sendiri," kata Yudi yang didampingi Dian Ekarini, Koordinator Monitoring dan Evaluasi Kawasan Cagar Budaya Borobudur.

Kerentanan terhadap dampak negatif tingkat kunjungan tersebut, dapat diminimalkan dengan visitor management yang efektif untuk mengatur dan memecah pengunjung agar tidak terkonsentrasi di aera candi Borobudur saja."Namun juga disebarkan ke kawasan sekitar Borobudur . Ini sekaligus untuk memberdayakan masyarakat agar lebih meningkat kesejahteraan dan juga melestarikan candi sehingga bisa diwariskan ke anak cucu," tegas Yudi.

Sementara itu, Kades Pasuruan Mertoyudan Atik Hartiningsih menyambut baik langkah BKB yang akan mengembangkan situs Plandi di desanya. Situs berupa Yoni ini berada di tengah-tengah areal persawahan. Situs ini ditemukan warga sekitar tahun 2002 lalu dan sampai saat ini terawat dengan baik. "Kita menempatkan orang untuk merawat situs ini," kata atik.

Menurutnya, situs ini sering dikunjungi orang yang melakukan kegiatan ritual. "Sebagian besar malah orang-orang luar Magelang," katanya.

Bila situs ini dijadikan wisata alternatif selain candi Borobudur, Atik mengaku senang karena potensi di desanya akan ikut terangkat, seperti ada kerajinan anyaman bambu, batu bata yang berkualitas dan juga makanan tradisional. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas TMMD 107 bagikan pakaian layak pakai kepada warga Kampung Epem
Selasa, 31 Maret 2020 - 21:25 WIB
Personel Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke yang dipimpin langsung oleh Danki Satgas TMMD Ke-107 ...
Terkait COVID-19, Pengamat minta jangan ada tokoh justru sesatkan publik
Kamis, 26 Maret 2020 - 21:35 WIB
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia DR Devie Rahmawati SSos MHum berharap tidak ada tokoh yan...
Stok darah menurun terdampak COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 09:40 WIB
Imbauan untuk menunda kegiatan yang menghadirkan banyak orang karena mewabahnya virus corona berdamp...
Wapres minta MUI rilis fatwa tangani jenazah COVID-19 dan tata cara ibadah petugas medis
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:18 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasya...
Ketua MPR donasikan gaji atasi COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bakal mendonasikan gajinya untuk mencegah penularan penyebar...
MUI ajak umat patuhi Ilmuwan, jangan menyepelekan
Senin, 23 Maret 2020 - 08:20 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengajak umat Islam untuk patu...
Ditengah wabah COVID-19, Kaltara tetap gelar MTQ
Jumat, 20 Maret 2020 - 16:27 WIB
Meskipun di beberapa daerah telah menunda pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) akibat mengant...
Imbauan bagi pengemudi online di tengah COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:28 WIB
Para pengemudi online diimbau tetap menjaga kebersihan di tengah penyebaran virus corona jenis baru ...
MUI: Haram hukumnya tebar kepanikan dan info hoaks soal COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:15 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, haram hukumnya bagi masyarakat melakukan aktivitas yang me...
Viral! Handoko Gunawan, dokter senior ikut berjuang lawan COVID-19
Rabu, 18 Maret 2020 - 07:47 WIB
Pemerintah telah memperpanjang status darurat pandemi COVID-19 sampai dengan 29 Mei 2020 dan petugas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)