Enam hari beruntun Wall Street anjlok, virus corona menyebar cepat
Elshinta
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:18 WIB |
Enam hari beruntun Wall Street anjlok, virus corona menyebar cepat
Ilustrasi. Pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, AS (Reuters) - https://bit.ly/397QgMC

Elshinta.com - Indeks utama Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) untuk sesi keenam beruntun, dengan S&P 500 mengonfirmasikan koreksi tercepat dalam sejarah ketika penyebaran global yang cepat dari virus corona meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.

S&P 500 berakhir 12 persen di bawah rekor penutupan 19 Februari, menandai koreksi tercepatnya hanya dalam enam hari perdagangan. Rekor sebelumnya adalah sembilan hari pada awal 2018, menurut analis Indeks S&P Dow Jones Howard Silverblatt.

Dow mencatat rekor penurunan poin satu hari, yang juga merupakan penurunan 1.000 poin keempat dalam sejarah dan yang kedua minggu ini.

Ketiga indeks utama AS juga berada di jalur untuk penurunan mingguan tertajam sejak krisis keuangan global, karena infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia melampaui yang terjadi di daratan Tiongkok. 

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.190,95 poin atau 4,42 persen, menjadi ditutup di 25.766,64 poin. Indeks S&P 500 merosot 137,63 poin atau 4,42 persen, menjadi berakhir di 2.978,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 414,30 poin atau 4,61 persen, menjadi 8.566,48 poin.

Dow berakhir 12,8 persen di bawah rekor penutupan 12 Februari dan Nasdaq ditutup 12,7 persen di bawah penutupan tertinggi 19 Februari.

Semua dari 11 sektor S&P ditutup lebih rendah dengan sektor real estat, teknologi dan energi semuanya kehilangan lebih dari lima persen. Kinerja terbaik adalah sektor kesehatan dan industri, yang semuanya ditutup lebih dari tiga persen.

Indeks Arca Airline NYSE berakhir turun 5,7 persen di tengah kekhawatiran tentang gangguan perjalanan di seluruh dunia, sedangkan indeks Philadelphia SE Semiconductor, yang meliputi saham yang terpapar Tiongkok, jatuh 4,7 persen.

Pemerintah yang memerangi epidemi dari Iran hingga Australia menutup sekolah, membatalkan acara besar dan menambah persediaan medis. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Rabu malam (26/2/2020) mengonfirmasi infeksi yang tidak diketahui asalnya di California.

Sementara penjualan mereda untuk sementara waktu selama sesi, kerugian S&P semakin cepat dalam satu jam terakhir perdagangan menjadi berakhir pada level terendah sesi, mencatat persentase kerugian satu hari terbesar sejak 18 Agustus 2011.

"Jalur bencana ini tidak diketahui, karena itu Anda tidak bisa mengetahui dampak ekonomi. Anda dapat melempar dadu tetapi itu dugaan,” kata Direktur Perdagangan Performance Trust Capital Partners,  Brian Battle di Chicago.

Tetapi Peter Jankovskis, co-chief investment officer di OakBrook Investments LLC di Lisle, Illinois, mendesak agar berhati-hati.

“Orang-orang beranjak dari mengatakan ini bukan peristiwa untuk mengatakan ini adalah akhir dunia. Ada ruang untuk jalan tengah," kata Jankovskis, yang menyarankan memilih taruhan defensif.

"Virus ini akan menyebar tetapi itu tidak berarti bahwa itu akan membuat seluruh dunia terhenti," katanya.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai indeks rasa takut, berakhir dekat tertinggi sesi, naik 11,60 poin pada 39,16, level tertinggi sejak Februari 2018.

Analis dan ekonom industri terus membunyikan tanda bahaya ketika mereka menilai dampak wabah, dengan Goldman Sachs mengatakan perusahaan-perusahaan AS tidak akan menghasilkan pertumbuhan laba pada 2020.

Microsoft Corp, penekan terbesar di S&P, turun hampir tujuh persen setelah memperingatkan kelemahan dalam bisnis PC karena gangguan rantai pasokannya akibat Virus Corona, menggemakan pernyataan serupa dari Apple Inc dan HP.

Dalam sesi perdagangan tersibuk setidaknya sejak Juli 2014, menurut data dari Refinitiv, 15,63 miliar saham berpindah tangan di bursa AS pada Kamis (27/2/2020) dibandingkan dengan rata-rata 8,67 miliar untuk 20 sesi terakhir, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korea Utara mengaku sukses lakukan uji peluncur roket ganda
Senin, 30 Maret 2020 - 13:59 WIB
Uji coba terbaru Korea Utara terhadap peluncur roket ganda super besar yang dilaksanakan sehari sebe...
Prancis catat 2.606 kematian akibat corona
Senin, 30 Maret 2020 - 13:38 WIB
Otoritas kesehatan Prancis pada Minggu (29/3) melaporkan 292 kematian baru akibat virus corona, naik...
Korban meninggal akibat COVID-19 di Italia melonjak jadi 10.779
Senin, 30 Maret 2020 - 11:04 WIB
Jumlah korban meninggal akibat wabah COVID-19 di Italia melonjak 756 menjadi 10.779 kematian, demiki...
Pesawat evakuasi medis meledak di Filipina, delapan orang tewas
Senin, 30 Maret 2020 - 06:12 WIB
Sebuah pesawat evakuasi medis meledak saat lepas landas di ibukota Filipina pada Minggu (29/3), mene...
Kematian corona di Prancis terus melonjak hingga capai 1.696
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:12 WIB
Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 365 kematian baru akibat virus corona pada Kamis (26/3) sehing...
PHK massal akibat krisis corona bisa 25 juta orang di seluruh dunia
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:59 WIB
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis virus corona bisa melebihi 25 juta orang di selu...
Venezuela: Tuduhan AS terhadap Maduro tunjukkan `keputusasaan`
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:38 WIB
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan bahwa tuduhan perdagangan narkoba oleh Amerik...
AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan belasan pejabat tingg...
Ketua IMF minta G20 gandakan kapasitas pembiayaan darurat
Jumat, 27 Maret 2020 - 08:29 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) untuk kembali...
Pandemi COVID-19, Pemimpin G-20 fokus selamatkan nyawa manusia
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:50 WIB
Para pemimpin negara G-20 menyatakan fokus yang akan dilakukan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ada...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)