Dunia bersiap hadapi pandemi virus corona
Elshinta
Jumat, 28 Februari 2020 - 12:21 WIB |
Dunia bersiap hadapi pandemi virus corona
Sumber foto:

Elshinta.com - Harapan bahwa virus corona dapat dikendalikan di Tiongkok lenyap seiring infeksi yang menyebar cepat di seluruh dunia. Kini negara-negara mulai menimbun peralatan medis dan para investor mewaspadai perkiraan resesi global.

Harga saham masih berada di jalurnya pada pekan terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008, saat dampak virus terhadap perjalanan internasional dan rantai pasokan memicu kekhawatiran terjadinya resesi di Amerika Serikat dan wilayah yang menggunakan mata uang Euro.

Pasar saham AS jatuh ke wilayah koreksi dengan indeks acuan S&P 500 turun lebih dari 4 persen pada Kamis (27/2), memperpanjang penurunan pasar yang sekarang telah memotong lebih dari 10 persen dari puncak penutupan pada 19 Februari.

"Pasar memilih dan mengatakan mereka pikir AS sedang menuju resesi," kata Chris Rupkey, kepala ekonom di MUFG, New York.

"Dan terus terang pada tahap ini setelah perlambatan terkait perjalanan akibat virus corona yang telah merusak rantai pasokan global, akan menjadi keajaiban jika kita bisa menghindari resesi," ia melanjutkan.

China daratan, tempat virus itu berasal akhir tahun lalu, melaporkan 327 kasus baru pada Jumat (28/2), terendah sejak 23 Januari.

Tetapi dengan infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia sekarang melebihi yang ada di Tiongkok, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahkan negara-negara kaya harus bersiap.

"Tidak ada negara yang beranggapan tidak akan mendapatkan kasus, itu akan menjadi kesalahan fatal, secara harfiah," kata Tedros, merujuk ke Italia, di mana 17 orang tewas dalam wabah terburuk di Eropa.

Penghitungan Reuters menunjukkan hampir 10 negara melaporkan kasus virus pertama mereka dalam 24 jam terakhir. 

Menimbun Peralatan Medis

Selain menyimpan persediaan medis, pemerintah memerintahkan sekolah tutup dan membatalkan pertemuan besar, termasuk acara olahraga, untuk mencoba menghentikan penyebaran penyakit mirip flu yang dikenal sebagai COVID-19.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan memohon kewenangan khusus untuk secara cepat memperluas produksi alat pelindung AS, dua pejabat mengatakan kepada Reuters.

Di Eropa, jumlah kasus yang dilaporkan Prancis berlipat dua, Jerman memperingatkan tentang epidemi yang akan datang dan Yunani, pintu gerbang bagi para pengungsi dari Timur Tengah, mengumumkan kontrol perbatasan yang lebih ketat.

"Kami memiliki krisis di depan kami. Epidemi sedang terjadi," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Jumlah orang yang dinyatakan positif menderita penyakit di Italia meningkat lebih dari 200 menjadi 650. Jerman memiliki sekitar 27 kasus, Prancis sekitar 18, dan Spanyol 15.

Tedros mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa Iran, Italia, dan Korea Selatan berada pada "titik yang menentukan" dalam upaya mereka untuk mencegah wabah yang lebih luas.

Bank investasi AS, BofA memangkas perkiraan pertumbuhan dunianya ke level terendah sejak puncak krisis keuangan, dan lembaga pemeringkat Moody's mengatakan pandemi virus corona akan memicu resesi global dan AS di paruh pertama tahun ini, demikian dilansir Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kematian corona di Prancis terus melonjak hingga capai 1.696
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:12 WIB
Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 365 kematian baru akibat virus corona pada Kamis (26/3) sehing...
PHK massal akibat krisis corona bisa 25 juta orang di seluruh dunia
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:59 WIB
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis virus corona bisa melebihi 25 juta orang di selu...
Venezuela: Tuduhan AS terhadap Maduro tunjukkan `keputusasaan`
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:38 WIB
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan bahwa tuduhan perdagangan narkoba oleh Amerik...
AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan belasan pejabat tingg...
Ketua IMF minta G20 gandakan kapasitas pembiayaan darurat
Jumat, 27 Maret 2020 - 08:29 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) untuk kembali...
Pandemi COVID-19, Pemimpin G-20 fokus selamatkan nyawa manusia
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:50 WIB
Para pemimpin negara G-20 menyatakan fokus yang akan dilakukan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ada...
Raja Arab Saudi ajak negara G20 bersatu lawan virus corona
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:24 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan kepada para pemimpin G20 untuk meningkatkan ...
Thailand catat 1.045 kasus COVID-19, karantina negara selama satu bulan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:55 WIB
Thailand melaporkan 111 infeksi baru COVID-19, sehingga jumlah total kasus di negara itu mencapai 1....
Kapal perang AS melintas di Selat Taiwan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:47 WIB
Kapal perang Amerika Serikat melintas di Selat Taiwan, Rabu (25/3), menyusul ketegangan antara Taiwa...
Pemerintah fasilitasi kepulangan 24 WNI dari Polandia
Kamis, 26 Maret 2020 - 14:54 WIB
Sebanyak 24 WNI kembali ke Tanah Air menggunakan penerbangan khusus pesawat LOT Polish Airlines pada...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)