Cegah covid-19, siswa SMAN Candimulyo berinovasi membuat masker `empon-empon`
Elshinta
Senin, 02 Maret 2020 - 21:54 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Cegah covid-19, siswa SMAN Candimulyo berinovasi membuat masker `empon-empon`
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Virus Corona yang diduga sudah menginfeksi 50 negara didunia, membuat para pelajar di SMAN Candimulyo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini menjadi prihatin. Merekapun mencoba berinovasi pembuatan masker untuk mencegah penularan penyakit Covid-19 itu.

Para pelajar itu adalah Slamet Setiyani dan Vanisa Laura Nurlita, yang tergabung dalam tim kelompok ilmiah remaja (KIR). Keduanya saat ini duduk  di kelas X IPA 1.

Inovasi yang dibuat meskipun sederhana, namun diharapkan mampu mencegah Covid-19.

Keduanya membuat masker yang dilengkapi dengan "empon-empon" atau rempah seperti dlingo, bengle dan cengkeh. Meniru kebiasaan para orang tua atau dukun bayi,  yang selalu memberikan empon-empon pada bayi sebagai penolak masuk angin atau menambah imun pada bayi yang baru lahir.

Guru pembimbing Biologi, Akhmad Taofik yang dihubungi, Senin (2/3) mengatakan,  inovasi dari anak2 SMAN 1 Candimulyo ini bertujuan  untuk mencegah penularan penyakit covid-19. "Hal itu didasarkan pada pernyataan WHO, dimana Corona merupakan  penyakit pandemi, yang telah menginfeksi ke 50 negara. Jangan sampai virus itu masuk Indonesia," ungkapnya kepada Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Menurut Taofik, para pelajar ini  terinspirasi dari dukun bayi desa, agar anak kecil mempunyai ketahanan imun yang baik, tidak mudah terserang penyakit flu dan demam, maka anak tersebut diberi kalung dari bahan rempah dlingo bengle dan cengkih.

Diharapkan dari inovasi masker yang dilengkapi bahan rempah dapat membantu mencegah covid-19, yang mudah dan relatif murah, masyarakat memodifikasi mandiri. Rempah-rempah tersebut dapat diganti setiap 3 atau 4 hari sekali, dikarenakan inovasi masker dirancang portabel, yaitu bisa diisi ulang.

Dalam waktu dekat, masker empon-empon ini akan diuji klinis di laboratorium UGM.

Taofik menerangkan, masker yang dibuat dua siswa itu merupakan masker biasa hanya saja ditambah dengan lembaran kain, yang bagian tengahnya diberi kantong kecil untuk meletakkan irisan dlingo, bengle dan cengkeh.  Kantong berisi empon-empon itu kemudian direkatkan pada lembaran kain lain, yang di bagian ujungnya diberi tali untuk pengikat di belakang kepala. 

Penggunaan dlingo, bengle dan cengkeh ini termasuk salah satu kearifan lokal. Rempah ini diketahui juga bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya demam, asma, migren dan lainnya. Masker inovasi  ini tidak hanya untuk menyaring dan pelindung, tetapi juga diharapkan dapat membantu kekebalan atau imun pada tubuh.

Kepala SMAN 1 Candimulyo Magelang, Rochmad Chozin menambahkan, berangkat dari sense of crisis sekolah terhadap kekebalan tubuh siswa, khususnya penyakit-penyakit yang sepele tetap berat dirasakan para siswa seperti flu, batuk maupun lainnya, termasuk keprihatinan saat ini adanya virus di tingkat dunia berupa virus corona atau Covid-19.

Chozin yang hari ini bergeser menjadi Kepala Sekolah SMAN Bandongan menjelaskan, secara psikologis virus itu dapat berpengaruh terhadap siswa, meskipun tidak semua. Karena itu, SMAN 1 Candimulyo Kabupaten Magelang memberikan solusi dan ketenangan kepada para siswa serta mencari bentuk untuk menambah kekebalan atau imun tersebut dengan  sesuatu yang tidak mahal. "Kita cari solusi  dengan mencari yang ada di sekitar, termasuk dengan memperhatikan kearifan lokal," katanya.

Kearifan lokal tersebut berupa obat untuk imun atau kekebalan tubuh pada siswa, termasuk imun terhadap virus corona. Para siswa kemudian dianjurkan membuat sebuah inovasi untuk pencegahannya, dan oleh Guru Pembimbing Bidang Biologi Drs Akhmad Taofik siswa diarahkan dengan memakai masker, yang di dalam salah satu lapisannya dibuat semacam kantong kecil untuk diisi irisan dlingo, bengle dan cengkeh.

Inovasi ini secara rupiah bisa lebih ekonomis, secara kesehatan imun terhadap siswa dapat terjangkau, dan ini juga sebagai kegiatan ilmiah serta latihan siswa untuk mengembangkan bakat dan minat. Bahan pun tidak mengalami kendala atau kesulitan, karena ada di sekitar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BIN bantu RSUP Persahabatan peralatan medis penanganan COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:38 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyerahkan bantuan peralatan medis penanganan COVID-19 ke Rumah Sakit ...
TNI disiagakan untuk penegakan disiplin kesehatan di Garut 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:37 WIB
Sejumlah personel TNI Angkatan Darat bersama petugas dari instansi lainnya akan disiagakan untuk pen...
Jubir  Presiden: Dua keuntungan dengan penerapan disiplin sosial protokol kesehatan
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:26 WIB
Presiden Joko Widodo memutuskan peningkatan disiplin sosial protokol kesehatan di masa pandemi Covid...
Satu lagi warga Langkat positif COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:37 WIB
Bertambah satu lagi warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, positif COVID-19 hal itu diketahui, Min...
 Apakah semua pria mengalami krisis paruh baya?
Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15 WIB
Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Keresahan orang ya...
Dua hari berturut-turut DIY tanpa penambahan kasus positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan selama dua hari beturut-turut hingga Selasa tidak ...
Usai sakit lambung boleh makan pedas lagi? ini kata dokter
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:15 WIB
Para dokter kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien sakit lambung, apakah boleh kembali menyantap m...
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV