Pembangunan jalan lintas Gunung Cikuray, Garut perlu waspada banjir 2016
Elshinta
Senin, 09 Maret 2020 - 15:29 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Pembangunan jalan lintas Gunung Cikuray, Garut perlu waspada banjir 2016
Foto: M Rijaldi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pembangunan jalan lintas kecamatan di Garut, Jawa Barat, yang melewati hutan lindung di Gunung Cikuray, diminta untuk dihentikan. Sebab, pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Cilawu dan Banjarsari itu dinilai menimbulkan banyak risiko.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi saat menjawab surat dari Konsorsium Penyelamatan Cikuray yang mengadukan kerusakan hutan lindung akibat pembangunan jalan lintas kecamatan. 

Dedi menyebut, pembukaan jalur itu bisa menimbulkan kerusakan hutan dan ekosistem di dalamnya. Sebab dengan adanya jalan itu, maka akses untuk pembalakan liar dan penangkapan hewan langka yang dilindungi semakin mudah.

"Selain itu, pembukaan jalan itu mengakibatkan risiko tumbuhnya bangunan di areal hutan secara tak kendali yang pada akhirnya berdampak pada kerusakan ekosistem dan konservasi," kata Dedi saat dihubungi Kontributor Elshinta, M Rijaldi, Senin (9/2).

Dampak lebih jauh dari pembukaan jalan itu, lanjut Dedi, adalah munculnya berbagai bencana alam. Di antaranya bencana krisis air karena sumbernya hilang. Lalu kekeringan, banjir, longsor dan puting beliung.

"Puting beliung terjadi karena hilangnya hutan, maka angin tak bisa dipecah. Sebab, yang mampu memecah angin adalah pohon dan bambu," katanya.

Dedi mengatakan, risiko-risiko ini harus jadi pertimbangan utama dalam sebuah kebijakan pemerintah daerah. Terlebih,  jika pembangunan itu belum mengantongi izin dan tidak ada Amdal, maka sebaiknya harus dihentikan. 

Ia mengatakan, kalau melihat falsafah di Jawa Barat, disebutkan bahwa Prabu Siliwangi itu hilang di hutan Sancang, Garut. Prabu Siliwangi merupakan simbol penting di masyarakat Sunda.

"Artinya dari sisi perdaban sejarah Sunda, Garut itu harapan terakhir dari tata kelola ekosistem di tanah Sunda, sehingga sebaiknya pembangunan tersebut (jalan lintas) dikaji kembali," katanya.

Dedi mengatakan, Garut harus belajar dari pengalaman banjir bandang yang terjadi di kawasan kota pada 20 September 2016. Bencana akibat meluapnya Sungai Cimanuk itu menewaskan 27 orang dan merusak banyak bangunan.

Menurut Dedi, debit air Cimanuk meningkat akibat resapan air hujan di kawasan hulu minim atau rusak. Karena sungai tak mampu lagi menampung banyak air hingga mengakibatkan air meluap masuk ke kawasan perkotaan. "Kalau mau jujur-jujuran, (bencana) itu karena rusaknya areal hutan di kawasan hulu," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:03 WIB
 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatr...
Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau turun 99 persen lebih
Senin, 26 Oktober 2020 - 17:31 WIB
Luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Riau tahun ini mencapai 1.587 hektare, t...
Bunga bangkai raksasa mekar di kebun warga Lubukbasung, Agam
Senin, 26 Oktober 2020 - 16:22 WIB
Bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum mekar di kebun pinang milik warga Sungai Landai...
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas lakukan sosialisasi karhutla
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:19 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas, Polres Batola, Polda Kalsel Bripka Hasan Basri melakukan sosialisas...
Menhan: Hutan harus jadi sumber lapangan kerja
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap sektor kehutanan di Indonesia mampu menjadi sumber tero...
Cemari Sungai Musi, BBWS VIII fokus penanganan eceng gondok
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:55 WIB
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan akan memperpanjang rute operasional pembersi...
 Korem 174 ajak BPBD, BMKG dan Basarnas atasi karhutla di Merauke
Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:47 WIB
Korem 174/ATW Merauke menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla...
 Didukung empat kementerian Uni Eropa dan Penabulu luncurkan ECHO Green ketahanan pangan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:11 WIB
Mendorong ekonomi hijau yang inklusif di sektor pertanian Uni Eropa dan Penabulu bersama konsorsium ...
 Contoh perkebunan siap cegah karhutla, motivasi bagi anggota Gapki Kalsel
Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:24 WIB
Dinilai sebagai perkebunan sawit yang patut dicontoh dalam kesiapan pencegahan dan penanggulangan be...
Para camat di Kota Bandung harus prioritaskan masalah kesehatan dan sampah
Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Program kesehatan dan permasalahan sampah harus menjadi prioritas bagi para camat di Kota  Bandung...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV