Tingkatkan peringkat, UM gelar lokakarya `Green Matric`
Elshinta
Selasa, 10 Maret 2020 - 21:53 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Tingkatkan peringkat, UM gelar lokakarya `Green Matric`
Wakil Ketua UI Green Matric, Nyoman Suwartha. Foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Berbagai upaya dilakukan Universitas Negeri Malang (UM) guna meningkatkan peringkat dalam UI Green Matric, salah satunya menggelar lokakarya.

“Kegiatan ini sangatlah penting apalagi banyak kekurangan yang harus segera dilakukan sejak bergabung di UI Green Matric sejak tahun 2017 lalu,” ujar Vivi Novianti, Ketua Green Campus UM pada Kontributor Elshinta, El-Aris, Selasa (10/3).

Ditambahkan Vivi, pentingnya UI Green Matric World University Rankings merupakan salah satu program dimana perguruan tinggi dinilai berdasarkan komitmen dan upaya perguruan tinggi terkait dengan penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

“Posisi  UM sendiri terbilang sangat jauh dari 10 besar apalagi UM menempati peringkat 717 kampus dari 780 kampus dunia dari 85 negara baik di Asia. maupun di Eropa yang ikut program yang diinisiasi oleh UI,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk menembus 20 besar jelaslah tidak mudah apalagi dengan berbagai persyaratan yang cukup ketat. “Karena itulah kami tidak bisa sendiri harus ada koordinasi dan kerja sama dengan berbagai fakultas atau prodi yang ada di UM untuk ikut membantu mengumpulkan data yang diperlukan.Oleh karena itulah pada lokakarya kali ini pihaknya mengundang dan melibatkan semua unsur baik itu fakultas atau prodi serta civitas akademika UM,“ jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua UI Green Matric, Nyoman Suwartha menyatakan rata-rata kampus yang ikut program ini terkendala pada data. “Karena itulah hasil penilaiannya sangat tidak maksimal dan harus dicari apalagi ada enam indikator utamanya pada poin-poin yang harus dipenuhi dan dari situlah UM belum maksimal skornya meski sudah ikut sejak 2017,” ujarnya.

Enam indikator tersebut antara lain soal energi dan perubahan cuaca seperti penggunaan panel surya atau kincir angin, pengelolaan limbah, penggunaan air, transportasi publik seperti sepeda angin, atau mobil listrik.

“Dari enam indikator tersebut yang biasanya sulit dipenuhi oleh perguruan tinggi adalah masalah energi terbarukan dan perubahan iklim. Sebenarnya bisa dilakukan dari hal kecil-kecil dulu. Tapi memang butuh investasi yang sangat besar seperti buat mikro hidro dan panel surya, tentu saja dimulai dari yang kecil seperti penggunaan lampu hemat energi misalnya,” tandas Nyoman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tryout Akbar UTBK SIAPPTN 2020 sambil berdonasi
Selasa, 02 Juni 2020 - 14:25 WIB
Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengharuskan para siswa untuk belajar dari rumah. ...
Kegiatan sekolah di Jakarta belum akan dibuka pada 13 Juli
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:00 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana membuka kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah p...
Pemerintah disarankan tunda berlakukan normal baru di sektor pendidikan
Senin, 01 Juni 2020 - 07:15 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah menyarankan pemerintah untuk menunda pemberlakukan normal baru pad...
Indonesia dinilai siap masuk tahun ajaran baru dengan `New Normal`
Minggu, 31 Mei 2020 - 13:13 WIB
Guru Besar Ilmu Pendidikan UNS Joko Nurkamto menilai dunia pendidikan Indonesia sudah siap mengawali...
Dinas Pendidikan dan PGRI bantu sembako untuk GTT dan PTT
Sabtu, 30 Mei 2020 - 10:13 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, memberikan 4.000 paket sembako untuk Guru Tidak ...
New normal, legislatif dorong Pemkab Jember siapkan anggaran untuk pesantren
Jumat, 29 Mei 2020 - 16:37 WIB
Anggota DPR RI, Mohammad Syaiful Bahri Anshori daerah pemilihan Jawa Timur lV menyoroti Pemerintah K...
Jelang masuk sekolah, SMA dan SMK wajib penuhi persyaratan `new normal`
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:46 WIB
Sosialisasi dilakukan jelang persiapan berakhirnya belajar di rumah secara online 14 Juni mendatang.
Keterlibatan Itjen Kemendikbud dalam  OTT KPK, tuai kritik
Kamis, 28 Mei 2020 - 14:55 WIB
Tindakan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud) Muchlis R. L...
Kemendikbud bantah terjadi kebocoran data pegawai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:55 WIB
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Evy Muly...
Pendaftaran peserta didik baru SMAN/SMKN online di Sumut dimulai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:12 WIB
Pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) se Sumatera Utara untuk jenjang SMA Negeri d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV