Gempa Sukabumi rusak permukiman warga, BMKG: Gempa terkuat di Jawa Barat
Elshinta
Rabu, 11 Maret 2020 - 10:16 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Gempa Sukabumi rusak permukiman warga, BMKG: Gempa terkuat di Jawa Barat
Daerah pusat gempa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3) sore. Foto: BMKG

Elshinta.com - Gempa tektonik dengan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3) sore pukul 17.18.04 WIB. Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, gempa Sukabumi kemarin merupakan gempa dengan magnitudo paling kuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Barat sejak 19 tahun terakhir.

"Berdasarkan catatan katalog gempa, tampak bahwa gempa kuat dengan pusat di darat terakhir yang terjadi di Jawa Barat berkekuatan M=5,1 terjadi di Ciamis-Kuningan pada 13 Januari 2001," kata Rahmat dalam siaran pers yang diterima Reporter Elshinta.com, Popi Rahim, Rabu (11/2) pagi.

Menurutnya, catatan sejarah gempa di wilayah ini menunjukkan bahwa pada tahun 1900 di wilayah Cisaat dan Gandasoli, Sukabumi, pernah dilanda gempa kuat dan merusak. Gempa saat itu selain merusak permukiman, juga merusak Stasiun Cisaat dan Gandasoli Sukabumi. Selanjutnya di wilayah ini kembali terjadi gempa kuat dan merusak yang populer dengan nama Gempa Gandasoli pada tahun 1982.

Gempa Sukabumi ini termasuk gempa tipe II, dimana gempa diawali dengan gempa pendahuluan, selanjutnya terjadi gempa utama, dan kemudian diikuti gempa susulan.

Sebelum terjadi gempa utama (main shock) dengan magnitudo M=5,1 pada pukul 17.18.04 WIB, didahului aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo M=3,1 pukul 17.09 WIB. Setelah terjadi gempa utama, selanjutnya diikuti gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M=2,4 pada pukul 18.06 WIB.

Data BPBD Provinsi Jawa Barat menunjukkan, gempa ini menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah kecamatan di Sukabumi. Di Kecamatan Kalapanunggal terdapat sekitar 17 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang dan 17 rumah rusak ringan. Sementara di Kecamatan Parakansalak terdapat 2 rumah rusak sedang, Kecamatan Cidahu ada 1 rumah rusak, dan Kecamatan Kabandungan terdapat beberapa rumah rusak ringan.

Selain itu, guncangan gempa juga dirasakan di Cikidang, Ciambar, Cidahu dalam skala intensitas IV - V MMI. Guncangan itu turut dirasakan oleh hampir semua penduduk, warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Guncangan gempa juga dirasakan di Panggarangan, Bayah, Sukabumi dalam skala intenaitas III MMI, dimana guncangan dirasakan seperti ada truk berlalu.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas slip atau pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba.

Dari bentuk gelombang gempanya (waveform) tampak jelas adanya gelombang gesernya (shear) cukup nyata dan kuat. Selisih waktu tiba catatan gelombang P (pressure) dan S (shear) hanya 6 detik, yang menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa lokal (local earthquake).

Gempa semacam ini biasa dikenal sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif. Titik episenter gempa ini terletak pada koordinat 6,81 LS dan 106,66 BT tepatnya di darat berlokasi di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Lokasi stasiun seismik terdekat pusat gempa yang mencatat gempa ini adalah stasiun seismik Palabuhan Ratu dengan kode PJSM. Stasiun seismik ini adalah stasiun monitoring gempa yang baru saja di bangun BMKG pada tahun 2019 lalu. Keberadaan sensor seismik baru ini memiliki andil dalam menambah akurasi parameter gempa hasil analisis BMKG.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault). Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat bagian selatan ada dugaan bahwa sesar ini memiliki pergeseran ke kiri (left lateral).

Dengan melihat peta zonasi sumber gempa di wilayah Jawa Barat tampak bahwa lokasi episenter gempa ini berada di zona Sesar Citarik. Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah barat Sesar Cimandiri, akan tetapi berada di sebelah timur zona sumber gempa Kluster Bogor yang aktif memicu rentetan gempa swarm yang berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor pada bulan Agustus 2019.

Terkait kerusakan akibat gempa tersebut, BMKG hari ini memberangkatkan tim survei ke zona gempa di Sukabumi. Survei lapangan yang akan dilakukan BMKG mencakup survei makroseismik guna memetakan sebaran dampak kerusakan bangunan yang rusak berat, sedang, ringan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir dan longsor landa Badung dan Denpasar
Senin, 01 Juni 2020 - 13:39 WIB
Banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dari Minggu ...
Ratusan rumah di Banyumas tergenang banjir akibat tanggul jebol
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:49 WIB
Sekurangnya 265 rumah warga di Desa Prembun, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terg...
Jalan Bukittinggi-Pasaman Barat sudah bisa dilewati pasca-longsor
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:37 WIB
Jalan provinsi yang menghubungkan Kota Bukittinggi menuju Pasaman Barat yang tertimbun longsor di Su...
Petugas gabungan bersihkan material longsor di Tol Semarang-Solo
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:23 WIB
Petugas gabungan berupaya membersihkan material longsor yang menimbun jalur B ruas Tol Semarang-Solo...
Tanah longsor timbun ruas Tol Semarang-Solo di KM 426
Minggu, 31 Mei 2020 - 09:10 WIB
Tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya sejak Sabt...
Gelombang tinggi karena pasang dihantam topan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:15 WIB
Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut, menjelaskan fenomena gelombang tinggi yang ramai...
YANU Indonesia bantu rehab rumah warga di Cirebon
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:11 WIB
Pasangan lansia suami istri Ratima (74) dan Kurni’ah (65), dapat tersenyum kembali, usai mengalami...
Gempa M 5 guncang Maluku
Kamis, 28 Mei 2020 - 06:15 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa dengan Magnitudo 5 di ...
Gelombang tinggi sebabkan banjir rob di Pantai Payangan Jember
Rabu, 27 Mei 2020 - 21:36 WIB
Gelombang tinggi menyebabkan banjir rob menerjang kawasan pesisir pantai selatan hingga merusakkan s...
BMKG: Waspadai banjir ROB di Pesisir Barat Lampung dan Pesisir Selatan Jawa hingga NTT
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:37 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau akan adanya fenomena banjir ROB (ban...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV