Enam pelaku 34 pucuk senpi ilegal dan 12 ribu peluru ditangkap polisi
Elshinta
Rabu, 18 Maret 2020 - 17:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Enam pelaku 34 pucuk senpi ilegal dan 12 ribu peluru ditangkap polisi
Sumber Foto: Popi Rahim/elshinta.com.

Elshinta.com - Enam orang pelaku kepemilikan 34 pucuk senjata api (senpi) ilegal ditangkap tim Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Diantaranya, 24 pucuk senpi ilegal dari berbagai jenis, 8 pucuk senjata Mimis, 2 pucuk senjata airsoftgun dan sebanyak 12.000 butir peluru tajam.

Enam tersangka diantaranya JR, AK, CTB, WK, MH dan AST.

Para tersangka berinisial JR, AK, CTB, WK, MH dan AST merupakan penjual senjata api ilegal di beberapa lokasi berbeda.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah salah satu pelaku berinisial AK dan JR berselisih dengan korban berinisial GH.

Diketahui korban GH dianiaya oleh kedua tersangka lantaran masalah jual beli mobil mewah jenis Force. 

"Jadi ketika itu korban komplain dengan masalah mobil yang mau dibeli dari tersangka dua orang ini. Tapi ketika komplain tersangka malah dianiaya," kata Nana dalam keterangan tertulis yang diterima Elshinta.com, Rabu (18/3).

Perselisihan itu berlanjut penganiayaan terhadap saudara GH, kemudian senjata api ditembakkan di bagian samping kupingnya dan dianiaya dengan menggunakan senpi.

Kemudian GH melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Barat.

"Kita berhasil menangkap AK. Dari keterangannya senpi yang digunakan milik JR yang kemudian kita amankan JR di kawasan Duri Kosambi Cengkareng," jelas Irjen Nana seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Popi Rahim.

Nana menambahkan, dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan hingga menangkap CTB bersama barang bukti senjata api ilegal.

CTB juga menjual senpi ilegal ke beberapa orang diantaranya kepada WK, MH dan ASP.

"WK kita amankan di Jelambar Grogol Petamburan dan ditemukan 3 buah senpi di dalam rumahnya. Kemudian MH kita amankan di daerah Bogor Jawa Barat bersama barang bukti enam senjata api jenis air soft gun," tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam dijerat Pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 172 ayat 2 KUHP, pasal 368 KUHP, pasal 33 ayat 2 KUHP dan pasal 335 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Nana juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli senjata tanpa dokumen, terlebih lagi melakukan upaya arogansi sampai penganiayaan ataupun pengeroyokan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cairan diduga air keras disemprot oknum ke lantai masjid di Ciracas
Senin, 01 Juni 2020 - 15:13 WIB
Pengurus Masjid Jami Uswatun Hasanah, di Susukan Ciracas, Jakarta Timur, menemukan cairan diduga air...
Polda Papua: Kabar puluhan tahanan Papua diduga positif corona hoaks, penyebarnya...
Senin, 01 Juni 2020 - 09:07 WIB
Kepolisian Daerah Papua menyatakan informasi adanya puluhan tahanan diduga terinfeksi virus corona d...
Pesan berantai pembatasan jam aktivitas warga hoaks
Senin, 01 Juni 2020 - 08:06 WIB
Beredar pesan berantai yang berisi informasi bahwa ada pembatasan kegiatan di Jawa Timur akibat COVI...
Polisi buru penganiaya gadis di perbatasan Indonesia-Malaysia
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:54 WIB
Polisi masih memburu pelaku penganiayaan terhadap seorang gadis berinisial CL (21) di Kecamatan Bada...
Satpol PP Belitung amankan puluhan liter minuman keras
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:15 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengamankan puluh...
Polisi ciduk pelaku kekerasan seksual incar korban via medsos
Jumat, 29 Mei 2020 - 06:25 WIB
Polisi menangkap seorang pria berinisial ATP (31) lantaran diduga melakukan kekerasan seksual terhad...
10 narapidana di Sulteng berulah terlibat pencurian dan narkoba
Minggu, 24 Mei 2020 - 17:49 WIB
Sebanyak 10 orang narapidana yang bebas melalui program asimilasi di wilayah Sulawesi Tengah kembali...
Satgas Nemangkawi buru KKB penembak anggota Gugus Tugas COVID-19 Papua
Minggu, 24 Mei 2020 - 07:28 WIB
Satuan Tugas Operasi Nemangkawi terus memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua a...
Seorang petugas kesehatan korban KKB di Wandai dievakuasi ke Nabire
Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:16 WIB
Alemanek Bagau, salah satu petugas kesehatan yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersen...
Satreskrim Polres Malang ungkap 2 kasus curanmor
Jumat, 22 Mei 2020 - 19:58 WIB
Kejahatan jelang lebaran makin menjadi utamanya pencurian sepeda motor seperti yang diungkap Satresk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV