Polres Jakbar ajukan 24 pertanyaan pada artis Bebby Feey terkait senjata api ilegal
Elshinta
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:39 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Polres Jakbar ajukan 24 pertanyaan pada artis Bebby Feey terkait senjata api ilegal
Artis Bebby Fey (kiri). Foto: Humas Polres Jakbar

Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Barat memanggil artis Bebby Fay, Senin (23/3). Disc Jockey (DJ) Bebby Fay yang datang bersama adiknya itu memenuhi panggilan dari Sat Reskrim Polres Jakbar untuk dimintai keterangan.

Sebanyak 24 pertanyaan dilontarkan kepada Bebby Fey terkait keterlibatan dalam penjualan senjata api (senpi) api ilegal beberapa hari yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Teuku Arsya mengatakan, Babby Fey saat ini masih dipanggil sebagi saksi.

"Saat ini yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Arsya dalam keterangan resmi yang diterima Reporter Elshinta.com, Popi Rahim, Senin sore. 

Ia menjelaskan, polisi sedang mengklarifikasi sang artis yang bersangkutan tentang keterkaitan atas pengungkapan kasus kepemilikan senpi ilegal dari tersangka berinisial Ak.

"Terkait hubungan antara pertemanan dengan saudari Bebby fey dengan tersangka Ak tentang keseharian dari tersangka Ak," paparnya.

Sementara, Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakbar Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, Bebby Fey saat diperiksa sangat korperatif terhadap petugas .

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal. Sebanyak 24 pucuk senjata api dari berbagai jenis, 8 pucuk senjata mimisan, 2 pucuk senjata air softgun dan sebanyak 12.000 butir peluru tajam berbagai kaliber berhasil diamankan.

Enam pelaku turut diamankan. diantaranya berinisial Jr, Ak, Ctb, Wk, Mh, dan Ast tersangka penjualan senjata api ilegal di berbagai lokasi berbeda.

Kasus ini terungkap berawal permasalahan jual beli mobil mewah jenis Porsche hingga berujung penganiayaan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
MAKI gugat UU Penanganan COVID-19 ke MK
Rabu, 03 Juni 2020 - 11:39 WIB
Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) dan sejumlah lembaga masyarakat kembali mengajukan permohonan uji mat...
LeCI: Tertangkapnya Nurhadi pintu masuk telusuri mafia peradilan
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:48 WIB
Direktur Legal Culture Institute (LeCI) M Rizqi Azmi menyatakan tertangkapnya mantan Sekretaris Mahk...
Nurhadi ditangkap, Mahfud salut terhadap KPK
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan salut te...
Kasus video porno mirip Syahrini, polisi masih kejar pelaku penyebar
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:23 WIB
Penyidik Sub Direktorat Siber (Subdit Siber) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang mengejar pelaku ...
MAKI apresiasi Nurhadi dan menantunya ditangkap KPK
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:44 WIB
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengapresiasi atas tertangkapnya mantan Sekretaris Mahmakah ...
Asrul Sani apresiasi KPK karena tangkap Nurhadi tadi malam
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:33 WIB
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Arsul Sani, mengapresiasi Komis...
Soal kasus LBP dan Said Didu,  percayakan penegakan hukumnya ke polisi
Minggu, 31 Mei 2020 - 20:29 WIB
Koordinator Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum, Ade Nugroho menilai bahwa persoalan hukum ha...
UU Penyiaran digugat RCTI ke MK sebab tak atur Netflix dan Youtube
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:52 WIB
UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran diminta INews TV dan RCTI untuk diuji di Mahkamah Konstitus...
Laksanakan rapid test, PN Medan bisa jadi referensi
Jumat, 29 Mei 2020 - 22:27 WIB
Ketua Pengadilan Tinggi Medan Setyawan Hartono mengapresiasi langkah pelaksanaan rapid test terhadap...
Tuduhan dipaksakan, kuasa hukum minta Eldin dibebaskan dari tuntutan 
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:49 WIB
Sidang perkara kasus suap Walikota Medan non aktif terdakwa Tengku Dzulmi Eldin kembali digelar.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV