Pria harus tahu saat hormon testosteronnya mulai berkurang
Elshinta
Selasa, 24 Maret 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Pria harus tahu saat hormon testosteronnya mulai berkurang
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QAJ5Ft

Elshinta.com - Hormon testosteron yang dimiliki oleh pria, memang memiliki beberapa peran penting dalam tubuh. Salah satunya adalah mengatur sistem reproduksi. Selain itu, testosteron juga memiliki fungsi dalam pembentukan kepadatan tulang dan kekuatan otot. Hormon ini bisa berkurang seiring menurunnya kinerja pria.

Rendahnya hormon testosteron dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikologis, gangguan metabolik, gangguan kardiovaskular, gangguan seksual, permasalahan fisik, serta risiko kematian yang lebih tinggi.

Banyak pria yang tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami kekurangan hormon testosteron.  Apa saja tanda-tandanya bila hormon testosteron berkurang? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut gejalanya:

Usia
Seiring bertambahnya usia akan terjadi penurunan kadar hormon testosteron dalam tubuh pria, biasanya terjadi pada pria 40 tahun ke atas. Pria yang mengalami gejala-gejala kekurangan hormon testosteron harus segera berkonsultasi, dan memeriksa kadar testosteronnya untuk mendapatkan terapi sulih hormon, sehingga kualitas hidup juga menjadi lebih baik.

Hipogonadisme primer
Penyebab utamanya adalah testis yang kurang aktif akibat faktor genetik, trauma atau kondisi medis tertentu. Misalnya testis tidak turun, sindrom Klinefelter, hemokromatosis, cedera testis, gondok pada testis (orchitis), serta dampak pengobatan kanker (kemoterapi atau radiasi) yang bisa merusak testis.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/39az605

Hipogonadisme sekunder
Terjadi akibat rusaknya kelenjar pituitari atau hipotalamus, yakni bagian otak yang berperan dalam mengendalikan produksi hormon pada testis. Penyebab lainnya adalah pertambahan usia, obesitas, stres jangka panjang (seperti stres akibat penyakit atau pasca operasi), dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Dorongan seks rendah
Tanda kekurangan hormon testosteron adalah menurunnya dorongan seks. Hal tersebut karena testosteron memainkan peran penting pada libido pada pria. Memang umumnya pria yang telah berumur akan mengalami penurunan dorongan seks. Namun, seseorang yang mengalami kekurangan testosteron kemungkinan akan mengalami penurunan libido yang lebih drastis.

Sulit ereksi
Seseorang mungkin saja mengalami kesulitan untuk ereksi ketika tubuhnya kekurangan hormon testosteron. Memang hormon tersebut tidak menyebabkan ereksi, tetapi dapat merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan reaksi kimia yang dibutuhkan agar ereksi terjadi.

Saat kadar testosteron terlalu rendah, pria tersebut mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau ereksi spontan. Walau begitu, kelainan ini mungkin saja disebabkan oleh gangguan lainnya.

Volume air mani rendah
Seseorang yang mengalami kekurangan testosteron dapat menghasilkan air mani yang lebih sedikit. Hal tersebut terjadi karena kurangnya dorongan dari hormon tersebut dalam produksi air mani.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ud5Ill

Kerontokan rambut
Testosteron juga memainkan peran penting pada beberapa fungsi tubuh, termasuk juga produksi rambut. Botak adalah hal yang alami dari penuaan bagi banyak pria. Namun, jika seseorang mengalami kekurangan kadar testosteron, risiko untuk mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah dapat terjadi.

Kelelahan
Pria yang mengalami kekurangan testosteron mungkin saja merasakan kelelahan ekstrem dan penurunan tingkat energi. Sehingga sering merasa lelah sepanjang waktu, meskipun sudah cukup tidur. Selain itu, juga dapat merasa  sulit termotivasi untuk berolahraga.

Kehilangan massa otot
Dikarenakan testosteron memainkan peran dalam membangun otot, maka pria yang kekurangan testosteron mungkin mengalami penurunan massa otot. Disebutkan bahwa testosteron dapat memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu terkait kekuatan atau fungsinya.

Gejala lain yang terjadi adalah daya tahan menurun, mudah marah, sering mengantuk, penurunan prestasi kerja, bertambahnya lemak tubuh, terutama di sekitar perut dan dada, berkurangnya massa tulang sehingga rentan mengidap osteoporosis, dan gangguan perubahan suasana hati (mood).


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kopi dapat turunkan risiko penyakit batu empedu, bisakah?
Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:25 WIB
Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa kopi memiliki potensi untuk melindungi Anda dari penyakit batu...
Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Jumat, 29 Mei 2020 - 23:15 WIB
Menopause pada pria juga tidak serta merta menyebabkan disfungsi organ seksual sepenuhnya. Namun bai...
BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:36 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk membantu Pemerintah Kota Suraba...
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB
Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah ...
Wagub Sumbar apresiasi kerja tim laboratorium periksa sampel swap
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:26 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengapresiasi tim laboratorium yang bertu...
Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:37 WIB
Masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau ...
Fakta tentang pria dan seks
Rabu, 27 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seks menjadi penting, dan bahkan dipercaya dapat mengurai kusutnya hubungan yang terjadi dalam rumah...
BIN bantu RSUP Persahabatan peralatan medis penanganan COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:38 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyerahkan bantuan peralatan medis penanganan COVID-19 ke Rumah Sakit ...
TNI disiagakan untuk penegakan disiplin kesehatan di Garut 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:37 WIB
Sejumlah personel TNI Angkatan Darat bersama petugas dari instansi lainnya akan disiagakan untuk pen...
Jubir  Presiden: Dua keuntungan dengan penerapan disiplin sosial protokol kesehatan
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:26 WIB
Presiden Joko Widodo memutuskan peningkatan disiplin sosial protokol kesehatan di masa pandemi Covid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV