Jangan sepelekan perut buncit! Atasi dengan cara ini
Elshinta
Kamis, 26 Maret 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Jangan sepelekan perut buncit! Atasi dengan cara ini
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/33Quzi7

Elshinta.com - Beberapa pria memiliki perut yang membuncit dan sayangnya hal ini ternyata dianggap sebagai hal yang normal. Padahal, perut yang membuncit bagi pria bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.

Pakar kesehatan menyebutkan jika perut yang membuncit pada pria ternyata menjadi faktor utama pemicu penyakit obstructive sleep apnea (OSA) atau berhentinya nafas saat tidur. Banyaknya lemak visceral pada tubuh pria menjadi pemicu utama meningkatnya risiko penyakit jantung dan kardiovaskular lainya, serta penyakit diabetes.

Jika pria mengalami gangguan obstructive sleep apnea ini, dikhawatirkan juga mengalami masalah tingginya kadar kolesterol jahat dan trigliserida. Oleh karenanya ada baiknya pria mencegah perutnya agar tidak mengalami pembuncitan sejak dini. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi perut buncit:

Diet
Pola makan sehat dan gizi seimbang dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan itu juga cenderung memiliki efek positif pada kesehatan secara keseluruhan.

Seseorang yang ingin mengatasi perut buncit, harus menghindari gula, makanan berlemak, dan karbohidrat olahan yang memiliki kandungan gizi rendah. Sebaliknya, mereka harus makan banyak buah dan sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks.

Kurangi produk susu
Produk-produk susu dapat menyebabkan perut kembung karena gas, khususnya bagi mereka yang intoleran terhadap laktosa, zat gula yang terdapat pada produk susu. Konsumsi susu dan produk turunannya dalam porsi kecil. Untuk tetap menjaga bentuk badan, akan lebih baik jika mengonsumsi produk susu yang dikombinasikan dengan bahan pangan lain.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2UAM6GZ

Kurangi alkohol
Minuman beralkohol sering mengandung gula tambahan yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Gula dapat meningkatkan lemak pada perut dan lemak hati yang mengarah pada resistensi insulin dan sejumlah masalah metabolisme. 

Tingkatkan aktivitas
Gaya hidup yang tidak menentu membawa banyak masalah kesehatan serius, termasuk penambahan berat badan. Seseorang yang mencoba menurunkan berat badan termasuk berusaha menghindari perut buncit, harus memasukkan olahraga dalam daftar rutinitas harian mereka.

Melakukan latihan aerobik dan latihan kekuatan dapat membantu orang mengatasi lemak pada perut. Latihan lebih efektif jika seseorang menggabungkan latihan kardiovaskular dengan intensitas tinggi bersama dengan latihan beban dan resistensi.

Kurangi stres
Stres dapat menyebabkan berat badan seseorang bertambah. Pelepasan hormon stres kortisol memengaruhi nafsu makan seseorang dan bisa menyebabkan konsumsi makanan yang berlebih. Menghilangkan stres yang baik bisa dilakukan dengan meditasi, yoga dan olahraga lembut atau ringan lainnya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vPB3kV

Perbaiki pola tidur
Tidur sangat penting untuk kesehatan seseorang secara keseluruhan, karena terlalu sedikit istirahat dapat berdampak buruk pada kesejahteraan. Tujuan utama tidur adalah membiarkan tubuh beristirahat, sembuh, dan pulih, tetapi juga berdampak pada berat badan seseorang. Tidur dengan kualitas yang cukup sangat penting ketika seseorang mencoba menurunkan berat badan, termasuk berusaha menghilangkan perut buncit.

Perbanyak konsumsi cairan
Terlalu banyak makan malam hari sebelumnya maka saat terbangun pagi harinya keadaan perut yang membesar dibanding sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, cobalah untuk perbanyak konsumsi cairan, seperti sup, jus, atau smoothies saat sarapan.

Meminum cairan sebelum makan dapat membuat lebih cepat kenyang sehingga menghindari makan berlebih. Selain itu, asupan cairan yang cukup juga akan membantu melancarkan pencernaan.

Berhenti merokok
Merokok bisa menjadi salah satu pemicu peningkatan lemak perut atau perut buncit dan juga masalah kesehatan serius lainnya. Berhenti secara signifikan dapat mengurangi risiko dari kelebihan lemak pada perut, serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Apakah semua pria mengalami krisis paruh baya?
Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15 WIB
Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Keresahan orang ya...
Dua hari berturut-turut DIY tanpa penambahan kasus positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan selama dua hari beturut-turut hingga Selasa tidak ...
Usai sakit lambung boleh makan pedas lagi? ini kata dokter
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:15 WIB
Para dokter kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien sakit lambung, apakah boleh kembali menyantap m...
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV