Kenali perubahan seksual pada pria usia 50 tahun
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Kenali perubahan seksual pada pria usia 50 tahun
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2WKepFt

Elshinta.com - Seiring dengan berjalannya waktu, tubuh akan mengalami penuaan dengan sendirinya. Meski sudah menerapkan gaya hidup sehat dengan baik dan melakukan perawatan, penuaan tidak akan bisa dihindari lagi khususnya penuaan yang berhubungan dengan organ seksual.

Pasangan yang sudah memasuki usia 50 tahun biasanya mulai mengalami penuaan yang cukup cepat. Penuaan ini membuat beberapa aktivitas seks mengalami penurunan. Sebenarnya perubahan seksual pada pria di atas usia 50 tidak harus selalu tentang masalah ereksi. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut perubahan seksual yang terjadi pada pria:

Lebih dekat dengan pasangan
Stereotip yang berkembang di masyarakat adalah bahwa pria biasanya bercinta hanya karena kebutuhan biologis. Namun sebenarnya pria dan wanita memiliki tingkat hormon oxytocin, atau hormon cinta, yang sama. Hormon ini berfungsi untuk membangun kedekatan dan ikatan antar pasangan seksual. Sementara itu, berbeda dengan wanita, pria juga memiliki hormon testosteron yang menangkal efek dari hormon oxytocin sehingga membuat pria tampak tak terikat dengan pasangannya.

Ketika berusia 40 tahun, hormon testosteron pria mulai berkurang dan sangan rendah ketika berusia 50 tahun. Namun karena tingkat oxytocin tetap sama, maka pria merasakan ikatan yang lebih dalam dengan pasangan seks mereka ketika berusia 50 tahun. Hal ini seringkali membuat kebanyakan pria kaget dan heran karena merasa sangat terikat dengan pasangan mereka.

Lebih terbuka dalam ungkapan seksualitas
Wanita lebih cenderung terbuka pada fantasi seksual, mereka selalu memiliki cara untuk menunjukkan keintiman pada pasangannya. Hal ini ternyata juga dapat terjadi pada pria usia 50 tahun. Pertahanan pria untuk seperti dahulu saat muda akan mulai berkurang, secara perlahan ia akan mulai menujukkan fantasi seksualnya pada wanita dan bertindak menjadi lebih intim.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3brlxuA

Rasa takut
Di usia 50 tahun, beberapa pria termotifasi pada untuk memiliki wanita yang lebih muda dan sempurna. Ada beberapa penelitian,pria berusia di atas 50 tahun menginginkan seseorang yang bisa memberikan keturunan bagi mereka, seseorang yang muda. Di dalam diri mereka, pria mengalami rasa takut karena waktu mereka semakin habis. Mereka merasa jika dirinya tak menarik lagi di mata wanita muda. 

Susah mendapatkan ereksi
Kondisi ereksi dari pria mengalami penurunan seiring dengan berjalannya waktu. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya kadar testosteron di dalam tubuh. Penurunan testosteron membuat pria susah ereksi dengan sempurna. Bahkan, pria dengan usia 50 tahun ke atas susah melakukannya.

Penurunan libido
Penurunan libido yang cukup masif dan membuat jadi mulai malas untuk melalukan seks. Bahkan, aktivitas ini sering dihindari karena dianggap tidak diperlukan lagi atau membuat tubuh terlalu kecapaian.
Namun libido bisa dibangkitkan kembali meski tidak selalu sempurna. Selama pasangan masih bisa menikmati rangsangan, seks masih bisa berjalan dengan lancar.

Penurunan kualitas orgasme
Saat mulai memasuki usia 50 tahun ke atas, pria dan wanita akan mengalami banyak perubahan pada otot di area pelvis. Perubahan ini akan membuat seks yang dilakukan jadi kurang memuaskan. Bahkan, meski mendapatkan orgasme pun tidak akan sekuat atau sesering saat masih muda.

Pria dan wanita yang ingin mendapatkan seks yang hebat bisa melakukan latihan kegel. Latihan otot pelvis bawah ini membuat seks jadi lebih nikmat kembali meski tidak bisa sama ketika masih sangat muda.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2UFUNQ9  

Rentan ejakulasi dini
Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seks pria yang paling umum. Setidaknya 1 dari 3 pria pernah mengalaminya sekali dalam seumur hidup. Risiko masalah ini pun bisa meningkat seiring bertambahnya usia.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan ejakulasi dini. Mulai dari faktor psikologis seperti stres berat, kecemasan, dan depresi, hingga kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan prostat, dan hipertensi yang umum dialami oleh pria berumur. 

Perubahan fungsi fisiologis penis terkait penuaan pun bisa menyumbang risiko yang cukup besar terhadap kondisi ini. Otot-otot penis yang menua serta kerja saraf yang menumpul bisa membuat air mani keluar lebih cepat dari yang diinginkan. 

Ereksi melemah 
Pria berumur seringkali berhadapan dengan masalah penis yang kurang keras meski sudah ereksi. Sebenarnya ini normal terjadi karena penuaan menyebabkan kumpulan saraf di penis menjadi kurang sensitif untuk “membaca” rangsangan. Seiring bertambah usia, kadar testosteron yang dihasilkan tubuh juga bisa menurun.

Penis yang kurang keras tidak selalu berarti mengalami disfungsi ereksi alias impotensi. Namun kecemasan, stres, dan kekhawatiran mengenai masalah ini secara tak langsung bisa memengaruhi kerja otot penis yang sudah menua sehingga tidak mampu menampung aliran darah yang berkumpul ketika ereksi sehingga penis jadi cepat loyo. 

Masalah seks pria berumur yang satu ini juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Kondisi-kondisi ini mengganggu sirkulasi darah dan kerja saraf sehingga membuat pria semakin sulit untuk mencapai dan mempertahankan ereksi dalam waktu lama.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Apakah semua pria mengalami krisis paruh baya?
Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15 WIB
Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Keresahan orang ya...
Dua hari berturut-turut DIY tanpa penambahan kasus positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan selama dua hari beturut-turut hingga Selasa tidak ...
Usai sakit lambung boleh makan pedas lagi? ini kata dokter
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:15 WIB
Para dokter kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien sakit lambung, apakah boleh kembali menyantap m...
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV