Kredit macet karena corona diprediksi ada potensi kenaikan
Elshinta
Rabu, 01 April 2020 - 07:45 WIB |
Kredit macet karena corona diprediksi ada potensi kenaikan
Ilustrasi. Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - Perusahaan pembiayaan otomotif, PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) memprediksi adanya kenaikan kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di tengah pandemik virus corona baru (COVID-19) yang melanda perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya pekerja informal.

Kendati demikian, Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli belum bisa memprediksi persentase atau angka kredit macet yang akan melanda perusahaan itu.

"Kelihatannya NPL akan meningkat, tapi kita juga masih belum bisa melihat sampai seperti apa meningkatnya," ungkap Hafid Hadeli dalam video conference di Jakarta, dikutip Antara, Rabu.

Adira Finance pun disibukkan dengan pencatatan laporan keuangan perseroan pada Maret 2020, juga mendata debitur yang terdampak virus corona. Untuk itu, Adira belum memulai restrukturisasi dan perhitungan terkait potensi kenaikan angka kredit macet.

"Saat ini, kami sedang masih dalam pendataan. Kami juga harus melihat lebih dalam lagi jadi perlu waktu untuk persiapan itu semua," kata dia.

Pada Februari 2020, PT Adira Finance mencatat adanya booking fee sebesar Rp5,89 triliun dengan NPL 1,6 persen, yang masih stabil.

Kendati demikian, untuk mencegah peningkatan NPL, Adira Finance punya beberapa rencana untuk meringankan beban konsumen.

"Jadi sebetulnya dalam setiap musibah, kami selalu menyiapkan sesuatu yang disebut restrukturisasi bagi nasabah Adira," kata dia.

Restrukturisasi adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Salah satunya dikarenakan musibah pandemik virus corona.

PT Adira Finance telah memberikan keringanan terhadap ribuan pelanggan di Palu, Sulawesi Tengah, seusai bencana alam.

"Seperti gempa di Palu yang lalu, disana kita juga jalani restrukturisasi kepada 7.000 nasabah kami. Dalam situasi ini kita berikan hal itu guna meringankan nasabah kami serta kami juga sejalan dengan imbauan pemerintah," jelas dia.

Mengikuti arahan pemerintah dan juga Ototritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK), PT Adira Finance akan memberikan keringanan pembiayaan dengan cara relaksasi (kelonggaran) yang sampai dengan satu tahun.

"Yang paling umum dilakukan adalah perpanjang tenor pinjaman, jadi misalnya tinggal 1 tahun itu bisa diperpanjang sampai 1 tahun lagi tergantung konsumen," kata dia.

Namun, nantinya akan ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi nasabah yang ingin mendapatkan keringanan dari Adira Finance atas biaya yang harus mereka selesaikan setiap bulannya.

Syarat itu sejalan dengan yang sudah disepakati asosiasi perusahaan pembiayaan Indonesia (APPI) dan OJK, seperti yang terkena dampak corona dengan pinjaman di bawah 10 milyar, pekerjaan sektor informal dan atau pengusaha UMKM, tidak mempunyai tunggakan sebelum tanggal 2 Maret (saat pemerintah umumkan kasus corona) dan terakhir pemegang unit kendaraan atau jaminan atau pemohon.

"Namun, syarat itu bisa saja adanya perubahan berikutnya," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila menjelaskan, dengan kondisi yang saat ini terjadi. Dirinya pesimis untuk mencapai target pembiayaan pada tahun ini, Adira Finance juga akan lebih teliti untuk menerima debitur baru.

"Kalau kita berbicara NPL itu ada dua hal. Pertama itu eksisting debitur yang terkena dampak virus corona. Kedua, debitur baru yang perlu kita lebih selektif lagi untuk kelola yang eksisting," jelas dia.

"Tapi kalian juga harus ingat, dampak ini mulai terasa pada Maret. Jadi, laporan Maret baru akan diselesaikan beberapa hari ke depan," tambah dia.

Dalam akhir perbincangan melalui video itu, Hafid Hadeli berharap keadaan ini cepat berangsur membaik agar dapat mengembalikan dan memulihkan perekonomian bangsa Indonesia. (cuh)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dipicu COVID-19, McLaren PHK 1.200 pekerja
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:25 WIB
Dampak pandemi COVID-19 menghantam produsen otomotif dunia, tidak terkecuali McLaren yang terpaksa h...
Baru seminggu diumumkan beroperasi, Ford tutup lagi pabrik di Kansas City
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:08 WIB
Baru lebih seminggu mengumumkan beroperasinya pabrik-pabrik di AS, Ford terpaksa menutup lagi untuk ...
Produsen otomotif Jerman belum beroperasi lagi di Meksiko
Rabu, 27 Mei 2020 - 10:57 WIB
Negara bagian Puebla di Meksiko menyatakan kondisi industri otomotif asal Jerman belum menunjukkan t...
Sutcliffe ditunjuk tangani bisnis kendaraan komersial Renault-Nissan
Rabu, 27 Mei 2020 - 10:25 WIB
Groupe Renault dan Nissan Motor Co. Ltd. menunjuk Mark Sutcliffe sebagai wakil presiden senior Unit ...
Porsche coba cara baru jual mobil bekas secara online
Rabu, 27 Mei 2020 - 08:49 WIB
Perusahaan mobil sport Jerman, Porsche mencoba cara baru untuk menjual kendaraan bekas di Amerika Se...
Menutup pabrik Nissan di Spanyol lebih mahal dari membangunnya
Selasa, 26 Mei 2020 - 16:38 WIB
Pejabat senior kementerian industri Spanyol mengatakan, Nissan akan merasa lebih murah untuk berinve...
Perusahaan otomotif asal Jepang bersiap buka lagi pabrik di Meksiko
Selasa, 26 Mei 2020 - 13:18 WIB
Pembuat mobil Jepang, seperti Toyota, Nissan dan Honda mengatakan bahwa mereka secara bertahap akan ...
Bakal meluncur bulan depan, wajah baru Santa Fe diungkap. Seperti apa?
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:49 WIB
Hyundai Motor Co., sebagai produsen mobil terbesar di Korea Selatan merilis teaser untuk kendaraan S...
Ada komponen rusak, ratusan ribu unit dari tujuh produsen mobil di Korea ditarik
Selasa, 26 Mei 2020 - 10:07 WIB
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan menyatakan ada tujuh produsen k...
Daimler akan produksi mobil netral karbon mulai 2022
Selasa, 26 Mei 2020 - 08:52 WIB
Pembuat mobil mewah Jerman, Daimler mengumumkan rencana strategis perusahaan yang berkaitan dengan l...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV