Pemerintah siapkan bantuan sosial bagi masyarakat yang tidak mudik
Elshinta
Kamis, 02 April 2020 - 17:14 WIB |
Pemerintah siapkan bantuan sosial bagi masyarakat yang tidak mudik
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berbicara kepada wartawan usai di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (28/2/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan paket bantuan sosial bagi masyarakat tidak mampu khususnya di ibu kota Jakarta yang memutuskan tidak mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyiapkan insentif dan bantuan sosial, bagi masyarakat golongan tidak mampu di tengah imbauan pemerintah untuk tidak mudik, nanti Menteri Sosial akan memberikan penjelasan teknis mengenai ini," kata Luhut di kantornya di Jakarta, Kamis (2/4), seperti dikutip Antara.

Luhut menyampaikan hal tersebut melalui "video conference" setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan tema "Lanjutan Pembahasan Antisipasi Mudik" dan "Persiapan Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H/2020 M".

"Kita berkoordinasi dengan Pemda DKI karena ada 3,7 juta (orang) yang harus dirawat. Kami bertukar data dengan Pak Gubernur dan Pak Menteri Sosial, sudah melakukan finalisasi, misalnya nanti karena pemberian 'voucher' bawaan barang. Kita lagi menghitung untuk tetap melibatkan Gojek dan Grab, sehingga mereka ada kerja juga. Nanti saya pikir dalam waktu ke depan akan terbentuk mekanismenya," tambah Luhut.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas menyatakan bahwa pemerintah pusat sudah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memasukkan 3,6 juta orang dalam jaring pengaman sosial di Jakarta, sebanyak 1,1 juta orang ditangani pemerintah DKI Jakarta dan 2,5 juta orang akan dibantu pemerintah pusat.

"Pemerintah sudah menyiapkan paket stimulus jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang terdampak. Kami sedang mengevaluasi seandainya ada hal-hal yang perlu ditambahkan lagi. Presiden memerintahkan coba disisir lagi, jangan sampai ada nanti penumpukan (bantuan) tapi ada yang tidak kebagian (bantuan)," tambah Presiden.

Teknis pelaksanaan di lapangan akan segera dibuat dengan target penyelesaian pada Jumat (3/4) sudah selesai dalam bentuk buku panduan dari menteri sosial.

"Jadi sekali lagi Presiden sudah memutuskan tadi untuk kita menghitung betul-betul, jangan sampai ada rakyat yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah dan sekali lagi saya garis bawahi, tidak ada keragu-raguan dari pemerintah atau lambat dalam membuat keputusan, sama sekali tidak," tegas Luhut.

Keputusan pemerintah untuk menerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan bukan "lockdown" seperti di beberapa negara lain, menurut Luhut, juga dilakukan agar rakyat yang berpendapatan rendah tidak menderita.

"Jadi mesti dipastikan, bantuan sosial atau bentuk-bentuk apapun nanti sampai pada rakyat yang terkecil dan itu tugas berat daripada pak menteri sosial yang sekarang sedang bekerja untuk itu," tambah Luhut.

Terkait kondisi COVID-19 di Indonesia, Luhut mengaku semakin baik."Terkendali dari data yang kita dapat, tapi ini menyangkut masalah maraton dan juga waktu. Sekali kita lengah, belum lewat 'peaknya' akan kembali lagi dia (COVID-19)," ungkap Luhut.

Sedangkan Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan program bantuan sosial khusus tersebut masih dirumuskan mekanismenya.

"Bansos khusus untuk mengurangi pemudik dari Jakarta ke daerah lain. Akan kita pikirkan juga bagaimana mekanisme dan persyaratannya agar yang dapat bansos ini tidak mudik. Kami belum ketemu mekanismenya tapi program khusus ini kita berharap penerimanya tidak mudik, detail di lapangan kita pikirkan antara kami dan pemerintah provinsi agar yang menerima benaran tidak mudik," kata Juliari. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
RSD Wisma Atlet catat 2.317 pasien sembuh
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:51 WIB
Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 sembuh sam...
Wamendes Budi Arie dukung KPK usut kasus BLT Dana Desa
Sabtu, 30 Mei 2020 - 10:38 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mendukung penu...
Dewan Pers ingatkan perlindungan jurnalis selama normal baru
Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:12 WIB
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalank...
Ketua Dewan Pers: Awali normal baru dengan bangun paradigma
Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:29 WIB
Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh berpendapat era normal baru semestinya diawali dengan membangun parad...
Pemerintah hapus proyek pesawat R80 dan N245 diganti `drone` di PSN
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:26 WIB
Pemerintah memutuskan untuk menghapus dua proyek pengembangan pesawat, yakni R80 dan N245, dari daft...
Polda Metro Jaya telah petakan titik pengamanan normal baru Jakarta
Jumat, 29 Mei 2020 - 22:46 WIB
Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya segera memetakan titik pengamanan dalam jelang pelaksanaan protokol ...
Polda Metro perbanyak petugas di pasar tradisional saat normal baru
Jumat, 29 Mei 2020 - 21:12 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan akan mengintensifkan petugas di pasar-pasar tra...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga sore
Jumat, 29 Mei 2020 - 14:46 WIB
Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek, Jumat (29/5) pukul 14.30 WIB. Diprediksi akan turun...
PWI: Pemberitaan tentang COVID-19 harus mencerahkan dan menenangkan
Jumat, 29 Mei 2020 - 12:56 WIB
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengatakan pemberitaan tentang COVID-19 ...
Istiqlal belum gelar Salat Jumat jelang normal baru
Jumat, 29 Mei 2020 - 11:18 WIB
Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan masjidnya belum menggelar Salat Jumat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV