Trump: Minggu depan akan banyak yang meninggal di AS
Elshinta
Minggu, 05 April 2020 - 17:39 WIB |
Trump: Minggu depan akan banyak yang meninggal di AS
Sumber Foto: https://bit.ly/3bSOoYU

Elshinta.com - Presiden Donald Trump meminta masyarakat di Amerika Serikat bersiap-siap menghadapi lonjakan jumlah kematian dalam beberapa hari mendatang saat negara itu menghadapi masa penyebaran wabah virus corona, yang ia sebut sebagai dua minggu yang paling berat.

"Akan banyak orang yang meninggal," kata Trump saat memberikan pemaparan kepada para wartawan.

Jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat saat ini merupakan yang terbesar di dunia. Lebih dari 306.000 di AS telah dinyatakan positif mengidap COVID-19 dan sudah 8.300 orang kehilangan nyawa akibat virus tersebut, menurut penghitungan Reuters dikutip Antara.

Para pakar medis pada kantor kepresidenan Gedung Putih telah memperkirakan bahwa pandemi tersebut bisa membunuh antara 100.000 hingga 240.000 penduduk Amerika, bahkan jika perintah untuk berada di rumah dipatuhi masyarakat. "Kita akan tiba pada masa yang akan sangat mengerikan," kata Trump di Gedung Putih.

"Kita mungkin tidak pernah melihat jumlah seperti ini. Mungkin selama perang, saat Perang Dunia Pertama atau Kedua atau seperti itu."

Di New York City, sementara itu, jumlah kematian akibat COVID-19 tercatat lebih dari seperempat angka korban jiwa di seluruh AS, menurut penghitungan Johns Hopkins University. Rumah-rumah sakit dan rumah duka di kota itu bergelut untuk menangani para pasien, yang berada dalam keadaan kritis, serta memakamkan mereka yang meninggal.

Karena bisa menghadapi risiko tertular, banyak orang yang keluarganya sakit parah di New York City akhirnya tidak bisa menemui rang orang-orang terkasih pada akhir hayat mereka. New York merupakan negara bagian di AS yang paling parah terdampak wabah tersebut.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, Sabtu (4/4), bahwa penyakit-penyakit terkait virus corona telah membunuh 630 orang dalam 24 jam di negara bagian itu. COVID-19, kata Cuomo saat konferensi pers, sejauh ini telah menyebabkan 3.565 orang di New York meninggal. Keadaan paling menghawatirkan terlihat di Long Island, di timur New York City.

Di Long Island, jumlah kasus virus corona "seperti penyebaran api," katanya.

"Kita belum berada di puncak, kita semakin dekat ... Menurut perkiraan kami, kita berada dalam kisaran tujuh hari," kata Cuomo.

"Baru 30 hari sejak kasus pertama kita muncul," katanya. "Rasanya seperti seumur hidup." (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terus bertambah politisi Republik mengakui kemenangan Biden
Selasa, 24 November 2020 - 10:00 WIB
Makin banyak anggota ternama Partai Republik yang bergabung dengan seruan pada Senin agar Presiden D...
Banyak warga AS abaikan peringatan perjalanan COVID-19
Selasa, 24 November 2020 - 09:45 WIB
Jutaan orang Amerika Serikat tampak mengabaikan peringatan kesehatan masyarakat dan melakukan perjal...
Menteri Edhy soroti aspirasi nelayan RI di AS
Selasa, 24 November 2020 - 09:00 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyoroti aspirasi nelayan Indonesia, yang bekerja di be...
Pembiayaan AS suntik 2 miliar dolar lembaga pengelola investasi RI
Senin, 23 November 2020 - 15:50 WIB
Perusahaan pembiayaan Amerika Serikat atau The US International Development Finance Corporation (DFC...
AS izinkan penggunaan darurat antibodi COVID Regeneron
Minggu, 22 November 2020 - 15:45 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Sabtu  (21/11) mengizinkan penggunaan da...
Kasus COVID-19 di AS capai 12 juta saat liburan `Thanksgiving`
Minggu, 22 November 2020 - 11:56 WIB
Amerika Serikat mencatat 12 juta kasus COVID-19 pada hari Sabtu, bahkan ketika jutaan orang Amerika ...
Kemenlu pastikan tidak ada WNI jadi korban penembakan di Mal Mayfair AS
Minggu, 22 November 2020 - 08:37 WIB
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korba...
Donald Trump Jr. positif COVID-19
Sabtu, 21 November 2020 - 17:38 WIB
Donald Trump Jr., putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dinyatakan positif COVID-19 pada...
Wall Street dibuka lebih rendah, tertekan lonjakan kasus COVID-19
Sabtu, 21 November 2020 - 07:20 WIB
Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada pembukaan...
Kematian COVID-19 di AS lampaui angka 250.000 saat infeksi melonjak
Kamis, 19 November 2020 - 11:35 WIB
Jumlah kematian COVID-19 di Amerika Serikat melampaui 250.000 pada hari Rabu, menurut penghitungan R...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV