Manchester City tak mau pangkas gaji pemain
Elshinta
Senin, 06 April 2020 - 06:49 WIB |
Manchester City tak mau pangkas gaji pemain
Bos Manchester City Khaldoon al-Mubarak. Foto: Antara

Elshinta.com - Manchester City tidak akan mengikuti langkah klub-klub lain memangkas gaji pemain dan staf dengan menyatakan mereka tidak akan menggunakan skema retensi kerja pemerintah Inggris dan mencutikan staf karena penghentian sementara kompetisi akibat pandemi virus corona, kata klub Liga Premier itu kepada karyawannya seperti dikutip Reuters.

Beberapa klub termasuk Liverpool dan Tottenham Hotspur dikecam karena memanfaatkan skema pemerintah yang membolehkan staf dirumahkan dengan menerima 80 persen dari gaji akibat krisis kesehatan global ini.

City, yang dimiliki oleh Abu Dhabi United Group kepunyaan Sheikh Mansour, adalah klub Liga Premier pertama yang menyatakan tidak akan mengikuti skema pemerintah itu atau tidak memangkas gaji.

Para karyawan mengirimkan email akhir pekan ini guna mendapatkan jaminan bahwa mereka terlindung dari pemecatan.

"Kami dapat memastikan, menyusul keputusan Ketua (Khaldoon Al Mubarak) dan Direksi pekan lalu, bahwa Manchester City tidak akan menggunakan Skema Retensi Kerja Virus Corona dari Pemerintah Inggris," kata seorang juru bicara seperti dikutip Reuters, Senin (6/5).

"Kami tetap bertekad melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami yang pada saat bersamaan melakukan apa yang bisa kami dukung kepada komunitas kami yang lebih besar dalam masa yang paling menantang untuk semua orang ini."

Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional (PFA) berselisih dengan Liga Premier mengenai apakah pemain harus menyetujui pemangkasan 30 persen gajinya setelah musim ini ditangguhkan.

Beberapa kalangan juga menentang pengurangan gaji seperti dilakukan Liverpool, bahkan mantan bek Liverpool Jamie Carragher menyebut keputusan memotong gaji itu bakal merusak reputasi bekas klubnya itu.

Tottenham, Bournemouth, Newcastle United dan Norwich City sejauh ini menjadi beberapa klub Liga Premier yang mencutikan stafnya karena krisis kesehatan yang sampai Sabtu malam lalu sudah merenggut 4.934 nyawa di Inggris, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Final Piala Italia rencananya dimainkan pada 17 Juni
Jumat, 29 Mei 2020 - 07:14 WIB
Pemerintah Italia berencana untuk melangsungkan partai final Coppa Italia pada 17 Juni, demikian dis...
Dua pensiunan jenderal TNI jadi stafsus Ketum PSSI
Jumat, 29 Mei 2020 - 06:18 WIB
Dua orang pensiunan jenderal TNI yakni Mayjen TNI Mayjen TNI (Purn.) Leonardus JP Siegers dan Mayjen...
FIFA skors presiden federasi sepak bola Haiti terkait pelecehan seks
Selasa, 26 Mei 2020 - 09:33 WIB
FIFA untuk sementara menskors presiden federasi sepak bola Haiti Yves Jean-Bart selama 90 hari, seda...
Bos Huddersfield perkirakan 60 klub bangkrut setelah musim tahun ini
Senin, 25 Mei 2020 - 11:10 WIB
Bos Huddersfield Town Phil Hodgkinson memperkirakan bakal ada hingga 60 klub sepak bola pada liga-li...
La Liga beri peringatan setelah pemain Sevilla langgar aturan COVID-19
Senin, 25 Mei 2020 - 08:57 WIB
Ketua La Liga Javier Tebas mengingatkan para pemain sepak bola agar bertindak secara bertanggung jaw...
Barcelona bakal sodorkan Umtiti untuk tawar Lautaro Martinez
Minggu, 24 Mei 2020 - 10:25 WIB
Barcelona mempertimbangkan untuk menyodorkan bek Samuel Umtiti dalam paket penawaran yang diajukan d...
Liga Prancis musim depan rencananya dimulai 23 Agustus
Minggu, 24 Mei 2020 - 09:52 WIB
Operator Liga Prancis (LFP) berencana memulai kompetisi musim depan pada 23 Agustus.
Bayern mantap di puncak usai lumat Frankfurt 5-2
Minggu, 24 Mei 2020 - 09:39 WIB
Bayern Muenchen memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Jerman seusai melumat tamunya Eint...
Pengadilan tolak banding tiga klub soal diakhirinya Liga Prancis
Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:50 WIB
Pengadilan di Paris Jumat menolak permohonan banding dari klub-klub Ligue 1 Prancis yang terdegradas...
Mengenal protokol kesehatan restart Bundesliga
Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:20 WIB
Bundesliga dan Bundesliga 2 sudah digelar kembali bersama perubahan-perubahan besar untuk beradaptas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV