SMK di Kota Malang dan Batu produksi massal APD 
Elshinta
Rabu, 08 April 2020 - 19:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
SMK di Kota Malang dan Batu produksi massal APD 
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Langkanya alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan di Kota Malang dan Batu membuat sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta di wilayah Kota Malang dan Batu melakukan produksi massal perlengkapan APD serta hand sanitizer guna mencukupi kebutuhan tenaga kesehatan dan medis yang menangani COVID-19.

“Produksi massal dilakukan sejumlah SMK yang memiliki laboratorium kimia yang memproduksi hand sanitizer serta hand soap, sementara untuk APD diproduksi jurusan tata busana,” ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Batu, Ema Sumiarti pada Kontributor Elshinta, El-Aris.

Ditambahkan Ema, SMK yang memproduksi hand sanitizer seperti SMKN 7 Kota Malang, SMKN 2 Kota Batu, SMK Praytma Paramitha, SMK Putra Indonesia dan SMK Maharani. Sedangkan yang membuat APD seperti SMKN 7, SMKN 3 Kota Malang, SMK Kartika dan SMKN 1 Batu.

“Latar belakang sekolah ini produksi massal dikarenakan kelangkaan produk APD yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dan.medis dalam penanganan COVID-19,” ujarnya.

Tentu saja pengerjaannya tetap melihat SOP pencegahan dan penyebaran COVID-19 dimana para pelajar dan guru yang dilibatkan tidak lebih dari 20 orang. 

“Maksimal 15 orang itupun diatur dalam 2 sesi dan termasuk tempat duduknya juga diatur pembatasannya,” imbuh Ema.

Sementara itu Dwi Lestari, Kepala Sekolah SMKN 7 Kota Malang mengaku pihaknya siap untuk memproduksi APD dalam jumlah banyak.

“Kita siap, asalkan bahannya ada karena saat ini bahan yang dibutuhkan sangat langka dan mulai sulit diperoleh,” singkatnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia dinilai siap masuk tahun ajaran baru dengan `New Normal`
Minggu, 31 Mei 2020 - 13:13 WIB
Guru Besar Ilmu Pendidikan UNS Joko Nurkamto menilai dunia pendidikan Indonesia sudah siap mengawali...
Dinas Pendidikan dan PGRI bantu sembako untuk GTT dan PTT
Sabtu, 30 Mei 2020 - 10:13 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, memberikan 4.000 paket sembako untuk Guru Tidak ...
New normal, legislatif dorong Pemkab Jember siapkan anggaran untuk pesantren
Jumat, 29 Mei 2020 - 16:37 WIB
Anggota DPR RI, Mohammad Syaiful Bahri Anshori daerah pemilihan Jawa Timur lV menyoroti Pemerintah K...
Jelang masuk sekolah, SMA dan SMK wajib penuhi persyaratan `new normal`
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:46 WIB
Sosialisasi dilakukan jelang persiapan berakhirnya belajar di rumah secara online 14 Juni mendatang.
Keterlibatan Itjen Kemendikbud dalam  OTT KPK, tuai kritik
Kamis, 28 Mei 2020 - 14:55 WIB
Tindakan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud) Muchlis R. L...
Kemendikbud bantah terjadi kebocoran data pegawai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:55 WIB
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Evy Muly...
Pendaftaran peserta didik baru SMAN/SMKN online di Sumut dimulai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:12 WIB
Pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) se Sumatera Utara untuk jenjang SMA Negeri d...
IKA UNJ serahkan kasus OTT dugaan suap Rektor ke Kemendikbud pada aparat penegak hukum
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:36 WIB
Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) meminta semua pihak untuk menghormati KPK dan kep...
PKB minta pemerintah perhatikan pesantren di masa new normal
Rabu, 27 Mei 2020 - 12:38 WIB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah memperhatikan pesantren di masa penerapan kebijak...
Kemenag terbitkan panduan kurikulum darurat madrasah
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:38 WIB
Kementerian Agama menerbitkan panduan kurikulum darurat pada madrasah semasa pandemi COVID-19 agar m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV