Sebagian besar petugas kesehatan AS terinfeksi corona di tempat kerja
Elshinta
Rabu, 15 April 2020 - 13:06 WIB |
Sebagian besar petugas kesehatan AS terinfeksi corona di tempat kerja
Perawat dan pekerja medis lainnya menerapkan jaga jarak saat berunjuk rasa atas kurangnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) di UCLA Medical Center di tengah berlanjutnya penyebaran virus Corona (COVID-19) di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Senin (13/4). Sumber Foto: https://bit.ly/2V8xDmX

Elshinta.com - Lebih dari separuh petugas kesehatan AS terinfeksi dengan virus corona jenis baru saat melakukan kontak dengan pasien atau rekan kerja yang positif COVID-19, menurut data baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Temuan ini menggarisbawahi perlunya melindungi mereka yang berada di garis depan pandemi agar tidak terinfeksi karena rumah sakit dibanjiri pasien COVID-19. Para petugas kesehatan harus diperiksa untuk gejala demam dan pernafasan pada awal pergantian waktu kerja mereka.

Mereka juga harus diberi prioritas dalam tes virus corona, dilengkapi dengan alat pelindung diri yang tepat dan terlatih dalam penggunaannya, dan dilarang bekerja saat sakit, ujar CDC. Antara 12 Februari dan 9 April, 315.531 kasus COVID-19 di AS dilaporkan ke CDC, termasuk 49.370 (16 persen) yang memasukkan data mengenai apakah pasien bekerja di layanan kesehatan.

Di antara 9.282 tenaga kesehatan dalam kelompok itu, 55 persen melaporkan kontak dengan pasien COVID-19 hanya di rangkaian layanan kesehatan, 27 persen mengatakan mereka hanya melakukan kontak di rumah dan 13 persen melaporkan kemungkinan kontak di masyarakat. Sekitar 5 persen melaporkan kontak COVID-19 di lebih dari satu pengaturan itu. Sekitar 90 persen petugas kesehatan yang terinfeksi COVID-19 tidak memerlukan rawat inap. Tetapi ada yang dalam kondisi parah, termasuk 27 kematian, dilaporkan di semua kelompok umur.

Hampir tiga perempat petugas kesehatan yang terinfeksi adalah perempuan, dan setengahnya berusia di atas 42 tahun, kemungkinan mencerminkan "usia dan distribusi jenis kelamin di antara tenaga kerja petugas kesehatan AS," kata laporan itu. Tiga puluh delapan persen melaporkan setidaknya satu kondisi kesehatan dengan penyakit penyerta.

Sementara hanya 6 persen tenaga kesehatan dalam penelitian ini berusia di atas 65 tahun, mereka tercatat atas 37 persen kematian. Mengingat risiko yang lebih tinggi untuk tenaga kesehatan yang lebih tua, mereka harus ditugaskan ke pekerjaan yang mempunyai risiko rendah seperti telemedis selama pandemi.

Karena 84 persen pasien kehilangan data tentang status pekerjaan perawatan kesehatan, kasus tambahan di antara petugas kesehatan kemungkinan tidak teridentifikasi atau tidak dilaporkan, CDC mencatat. Pengujian terbatas bahkan di antara petugas kesehatan juga dapat berkontribusi pada pelaporan kasus yang kurang.

CDC mengharapkan lebih banyak kasus virus corona di antara petugas kesehatan karena komunitas masyarakat mengalami penularan COVID-19 yang lebih luas. Dr. Daniel Kuritzkes, kepala penyakit menular di Brigham and Women's Hospital di Boston yang tidak terlibat dalam laporan CDC, mengatakan bahwa penelitian yang luas diperlukan untuk membandingkan tingkat infeksi di antara petugas kesehatan dengan masyarakat umum, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump tolak format virtual, debat presiden AS sesi dua dibatalkan
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Debat kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada 15 Oktober, antara petahana Presi...
Trump: Saya berhenti minum obat sejak 8 jam lalu
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News Jumat malam mengaku bahwa diri...
Dr. Fauci: Obat antibodi Regeneron bantu kesehatan Trump
Jumat, 09 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Pakar penyakit menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa kesehatan Presiden Donald ...
Dolar relatif stabil ketika pasar menunggu berita stimulus AS
Jumat, 09 Oktober 2020 - 08:58 WIB
Dolar AS sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (...
Masih dirawat akibat COVID-19, Trump ingin tetap berkampanye
Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:47 WIB
Presiden Donald Trump, yang masih dirawat di Gedung Putih karena infeksi COVID-19, merencanakan lebi...
Tekan risiko COVID-19, debat cawapres AS akan dilengkapi kaca pemisah
Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Kaca pembatas akan dipasang pada acara debat calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat, Rabu, ...
Pompeo persingkat lawatan ke Asia usai Trump positif COVID-19
Minggu, 04 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mempersingkat lawatan ke Asia, dengan hanya ber...
Donald dan Melania Trump positif COVID-19
Jumat, 02 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump positif terinfeksi COVID-19 sete...
New York denda orang-orang yang menolak gunakan masker
Rabu, 30 September 2020 - 15:47 WIB
Kota New York akan mengenakan denda pada orang-orang yang menolak untuk mengenakan penutup wajah ata...
Pangeran Harry dan Meghan dorong warga Amerika untuk ikut pemilu
Rabu, 23 September 2020 - 20:25 WIB
Pangeran Inggris Harry dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Meghan, telah meminta warga Amerika ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV