KKP tindak tegas perusak ekosistem laut di NTB-Sulteng
Elshinta
Minggu, 26 April 2020 - 15:14 WIB |
KKP tindak tegas perusak ekosistem laut di NTB-Sulteng
Kapal pengawas perikanan. Foto: Antara

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak tegas pelaku destructive fishing atau perusak ekosistem laut yang melakukan aktivitas di kawasan perairan Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

"Ini bentuk komitmen KKP bahwa dalam rangka menjaga sumber daya ikan dan lingkungannya, Kami bukan hanya menangkap para pelaku illegal fishing namun juga mengamankan laut kita dari praktik-praktik penangkapan ikan yang merusak seperti pengeboman ikan ini," kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Tb Haeru Rahayu dalam rilis di Jakarta, Minggu (26/4).

Ia memaparkan, ketegasan KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya ditunjukkan dalam waktu sepekan, sebanyak 8  pelaku pengeboman ikan berhasil diamankan di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Tb menjelaskan bahwa pemberantasan destructive fishing atau aktivitas perusakan ekosistem laut ini memang menjadi salah satu prioritas KKP di era kepemimpinan Edhy Prabowo.

Hal tersebut, lanjutnya, dikarenakan praktik penangkapan dengan cara yang merusak tersebut memiliki dampak yang sangat negatif bukan hanya terhadap sumber daya ikan dan lingkungannya tetapi juga dampak sosial yang besar.

"Destructive fishing sama berbahayanya dengan illegal fishing karena menyebabkan kerusakan sumber daya ikan dan lingkungannya dalam jangka panjang. Selain itu ada dampak sosial yang perlu kita antisipasi," tegasnya, seperti dikutip Antara.

Meskipun demikian, Tb tidak menampik bahwa di beberapa wilayah, praktik perusakan ekosistem laut ini masih sangat marak dan umumnya dilakukan oleh nelayan kecil.

Hal itu, ujar dia, dinilai memang menjadi tantangan tersendiri karena diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Yang kita hadapi adalah masyarakat kita yang notabene adalah nelayan kecil, sehingga memerlukan pendekatan penyadartahuan untuk meningkatkan kesadaran mereka dan ini akan terus kami lakukan secara intensif. Kita juga memerlukan kerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya agar pendekatan penanganan destructive fishing ini tepat," ucapnya.

Selama 2020, KKP juga telah melaksanakan operasi pengawasan destructive fishing di empat lokasi yang selama ini memiliki kerawanan yang tinggi yaitu di Kapoposang-Sulawesi Selatan, Flores Timur-NTT, Halmahera Selatan-Maluku Utara dan Konawe-Sulawesi Tenggara. Dari keempat lokasi tersebut sebanyak 24 pelaku destructive fishing berhasil diamankan. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Duh! hutan alam Riau hanya tinggal 1.442.669 hektare
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 16:11 WIB
Berdasarkan analisis Jikalahari Riau melalui Citra Landsat 8-OLI dan Sentinel-2, sisa hutan alam di ...
Walhi ingatkan dampak buruk BBM oktan rendah
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:55 WIB
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan dampak buruk penggunaan bahan bakar minyak (B...
Pemerintah diminta tegas pada Freeport untuk selesaikan smelter 2023
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 11:57 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto mengatakan, pemerintah harus tegas meminta PT Freeport Indonesia...
Peringati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah komunitas tanam pohon di cagar budaya Gedong Cai
Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:48 WIB
Memperingati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah komunitas beberesih dan menanam pohon di area bangunan cag...
Waspada dampak La Nina, Yana gaet warga bersihkah saluran di Kebon Jayanti
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:45 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Yana Mulyana memimpin `Kerja Bakti Akbar` di Jalan Kebon Jayant...
BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:03 WIB
 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatr...
Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau turun 99 persen lebih
Senin, 26 Oktober 2020 - 17:31 WIB
Luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Riau tahun ini mencapai 1.587 hektare, t...
Bunga bangkai raksasa mekar di kebun warga Lubukbasung, Agam
Senin, 26 Oktober 2020 - 16:22 WIB
Bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum mekar di kebun pinang milik warga Sungai Landai...
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas lakukan sosialisasi karhutla
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:19 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas, Polres Batola, Polda Kalsel Bripka Hasan Basri melakukan sosialisas...
Menhan: Hutan harus jadi sumber lapangan kerja
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap sektor kehutanan di Indonesia mampu menjadi sumber tero...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV