Bagaimana cara berpikir kaum pria?
Elshinta
Senin, 27 April 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Bagaimana cara berpikir kaum pria?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yPnNhq

Elshinta.com - Otak kaum pria menjadi sangat berbeda sepanjang rentang hidupnya. Perbedaan cara berpikir antara pria dan wanita dan kurangnya pemahaman akan perbedaan terkadang bisa memicu pertengkaran. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut cara memahami tentang cara berpikir kaum pria:

Logika
Pria tidak akan mau memasukkan perasaan mereka ketika berpikir akan suatu hal. Mereka melakukan cara ini agar tetap bisa objektif dalam menilai.

Memilih bertindak 
Pria tidak pandai dalam berkata-kata, bahkan dalam berbicara. Mereka susah untuk mengungkapkan ekspresinya lewat verbal. Mereka cenderung menggunakan bahasa non-verbal untuk menunjukkan perasaannya.

Karena bagi pria, tindakan dianggap lebih bernilai daripada lewat ucapan saja.

Fokus satu hal 
Pria hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu waktu. Pria harus berfokus pada satu hal dalam satu waktu. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Y8d3Fb

Butuh waktu memproses 
Wanita sering salah kira ketika pria terdiam atau menyendiri ketika sedang berdebat atau berselisih. 
Padahal, diamnya pria tersebut karena sedang memproses pikiran dan perasaan mereka. Pria butuh waktu untuk menyerap semua yang terjadi. 

Berpikir lebih lama 
Pria membutuhkan waktu yang lebih lama daripada wanita untuk membuat suatu pilihan atau melakukan tindakan tertentu. Dapat dikatakan bahwa pria bisa sabar daripada wanita.

Mencari solusi
Sistem empati dalam otak pria memberi tanggapan ketika ada orang sedang stres atau menyatakan ada masalah, tapi wilayah otak untuk mencari perbaikan segera mengambil alih, langsung mencari ke seluruh otak untuk muncul dengan suatu solusi.

Hasilnya, kaum pria cenderung lebih memikirkan memperbaiki masalahnya daripada menunjukkan solidaritas dalam berbela rasa.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2VG1zaD

Tidak percaya diri
Para pria juga bisa merasa kurang percaya diri sehingga seringkali mereka harus berjuang menekan perasaan mereka dan berusaha agar orang lain tidak mengetahuinya. 

Para pria selalu memikirkan tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Kadang mereka mencoba untuk terlihat seolah-olah mereka tahu apa yang harus dilakukan, meskipun sebenarnya tidak tahu. 

Sensitif
Pria mudah terluka karena banyaknya emosi yang mereka pendam namun tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Bahkan dalam survei, para pria pun menyadari bahwa mereka sewaktu-waktu dapat menjadi sama sensitifnya seperti perempuan.

Emosional
Kaum pria dewasa pun memiliki reaksi emosional yang sedikit lebih kuat, tapi hanya sebelum mereka menyadari perasaan mereka sendiri.
Reaksi kuat seorang pria mungkin adalah ekspresi mempersiapkannya untuk menangani ancaman.

Lebih tenang
Pria biasanya lebih tenang ketika menghadapi sesuatu. Pada saat harus menghadapi konflik di tempat kerja, pria lebih straight to the point dan lebih menekankan alasan dasarnya. Pria cenderung dilahirkan sebagai pengambil risiko dan bisa menerima kemungkinan gagal.

Kematangan otak kaum pria
Sejumlah penelitian psikologis menunjukkan bahwa menjadi jagoan tidak menarik bagi kaum pria yang lebih berumur. Sebaliknya, mereka lebih memperhatikan hubungan dan perbaikan masyarakat.
Perubahan itu kemungkinan terbantu oleh penurunan alamiah testosteron secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia pria.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3aF1Vm6

Lebih galak
Bagian dari tugas kaum pria adalah untuk mempertahankan pendirian. Kaum pria lebih mungkin menjadi galak ketika dihadapkan pada ancaman terhadap orang yang dicintai ataupun wilayahnya.

Aliran darah 
Otak perempuan terbilang lebih rumit dibanding laki-laki. Hal ini lantaran sebagian besar aliran darah mereka lebih besar di seluruh otak pada waktu tertentu. Laki-laki umumnya merefleksikan memori emosional, menganalisa dan kemudian pindah ke tugas berikutnya. 

Selama proses ini, mereka mulai memutuskan untuk mengubah arah atau memutuskan sesuatu yang aktif dan tidak berhubungan dengan emosi, bukan menganalisa perasaan mereka. Inilah sebabnya mengapa banyak orang sering menganggap bahwa laki-laki bergerak terlalu cepat dalam memecahkan masalah.
 
Zat kimia
Zat kimia saraf sama-sama diproses baik pria maupun wanita. Hanya saja, ada perbedaan koneksi tubuh dengan otak saat memproses zat kimia saraf seperti serotonin, testosteron, estrogen, oksitosin dan zat kimia ikatan-hubungan. Karena perbedaan dalam memproses zat kimia saraf ini, pria cenderung lebih impulsif dan agresif secara fisik. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3cRmXiU

Dihormati
Pria lebih suka merasa kesepian dan tidak dicintai daripada merasa tidak mampu dan tidak dihargai.
Betapa pentingnya sebuah rasa hormat dan penghargaan bagi hidup mereka, yang dibutuhkan pria adalah rasa hormat yang tanpa syarat-dihargai seperti apa adanya mereka, tidak ada hubungannya dengan apa yang mereka lakukan.

Kesepian
Kesepian dapat berakibat buruk kepada kesehatan dan otak setiap orang, tapi kaum pria lanjut usia secara khusus tampak lebih rentan.

Secara khusus, hidup bersama dengan kaum wanita dapat membantu. Kaum pria dalam hubungan yang stabil cenderung lebih sehat, berusia lebih panjang, dan memiliki kadar hormon yang menunjukkan penurunan kecemasan, demikian menurut sejumlah penelitian.

Penampilan bukan segalanya 
Pria lebih melihat usia dan kecantikan sebagai faktor penarik perhatian. Oleh karena itu, pria tidak merasa terbebani penampilan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter ingatkan kurangi asupan tidak sehat saat pandemi
Sabtu, 04 Juli 2020 - 12:55 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam Eka Ginanjar mengingatkan masyarakat mengurangi asupan tidak sehat s...
 Bagaimana cara mengobati air mani encer?
Jumat, 03 Juli 2020 - 23:15 WIB
Konsistensi air mani encer dapat mengurangi waktu untuk cairan ejakulasi bisa berlama-lama di dalam ...
 Apa saja kado yang membuat suami bahagia saat berulang tahun?
Kamis, 02 Juli 2020 - 23:15 WIB
Ulang tahun pasangan hidup memang merupakan momen yang istimewa. Seperti halnya wanita,pria pun diam...
Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Magelang tinggal dua orang
Kamis, 02 Juli 2020 - 20:12 WIB
 Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hingga hari ini t...
Pakar Kesehatan Masyarakat UI sebut polusi udara tingkatkan kematian penderita COVID-19
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:12 WIB
Pakar Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Profesor Budi Haryanto menegaskan, berbagai pe...
 Agar wajah pria selalu sehat, tak bisa hanya dengan cuci muka saja
Rabu, 01 Juli 2020 - 23:15 WIB
Cara merawat wajah pria dengan wanita tentu berbeda. Kulit pria cenderung lebih berminyak dan tebal ...
Gugus Tugas COVID-19 Jabar minta warga tetap waspada saat normal baru
Rabu, 01 Juli 2020 - 22:11 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad memint...
Ini manfaat biji basil, tingkatkan energi hingga redakan kram perut  
Rabu, 01 Juli 2020 - 13:39 WIB
Belakangan ini nama basil atau sering disebut selasih menjadi naik daun lantaran banyak yang mulai m...
 Tahukah pria, kebiasaan sehat yang wajib dilakukan setelah berhubungan intim?
Selasa, 30 Juni 2020 - 23:15 WIB
Setelah berhubungan seks, banyak pasangan yang memilih langsung tidur. Ternyata kebiasaan ini bisa m...
Marmalade, inovasi Balitbangtan jadikan kulit jeruk nikmat disantap   
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:46 WIB
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menghasilkan inovas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV