Jumat, 20 April 2018

Wacana sekolah 5 hari di Pekalongan masih dikaji

Kamis, 30 Juli 2015 19:36

Foto: Eka Susanti Foto: Eka Susanti
Ayo berbagi!

Rencana pemberlakuan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK di seluruh wilayah Jawa Tengah yang telah direncanakan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, masih perlu dikaji dan dievaluasi mengingat tidak semua lembaga pendidikan berada di bawah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama pada lembaga pendidikan kejuruan.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Anies Baswedan saat kunjungannya ke Kota Pekalongan, Jateng, Kamis (30/7) mengatakan, hal ini tidak menjadi kendala. Dari pemerintah pusat menyerahkan segala sesuatu keputusannya kepada kepala daerah masing-masing, sebab kepala daerah lah yang lebih tau terkait kondisi yang terjadi di masyarakat.

Walaupun pemberlakuan lima hari sekolah ini bukanlah hal baru di Indonesia, akan tetapi untuk wilayah Jateng, hanya beberapa sekolah saja yang memberlakukan hal tersebut.

Kontributor Elshinta, Eka Susanti melaporkan, untuk melaksanakan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK, Gubernur Jateng telah mengeluarkan surat edaran no 420/006752/2015 tentang penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan di Jateng.

Surat edaran gubernur tersebut telah disampaikan kepada bupati/walikota di seluruh Jateng. Dan uji coba pelaksanaan lima hari sekolah ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2015/2016, namun sifatnya tidak memaksa. Artinya rencana ini sesuai dengan kesiapan sekolah yang bersangkutan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar