Emas turun lagi akibat tertekan pembukaan kembali ekonomi
Elshinta
Rabu, 29 April 2020 - 08:46 WIB |
Emas turun lagi akibat tertekan pembukaan kembali ekonomi
Sumber Foto: https://bit.ly/2KJdZZ2

Elshinta.com - Emas turun lagi untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mengambil untung dengan emas lebih lanjut tertekan rencana di beberapa negara untuk melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk mengekang virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 1,6 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 1.722,2 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka jatuh 11,8 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 1.723,8 dolar AS per ounce. Emas berjangka juga turun 9,8 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.735,6 dolar AS per ounce pada akhir pekan lalu.

"Ini sudah bersaing ketat antara 1.700 - 1.730 dolar AS; pembeli di bawah tetapi penjual di atas," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia di BMO.

"Saya pikir ada aksi ambil untung dari investor ketika produsen tidak memiliki cukup untuk menjual untuk benar-benar menghentikan reli, terutama dengan penutupan tambang dan kemacetan pasokan lainnya."

Dolar yang lemah juga memberi emas beberapa dukungan, mencegahnya jatuh besar. Indeks Dolar AS turun 0,16 poin, atau 0,16 persen ke level 99,89 pada pukul 17.50 GMT.

Data pada hari sebelumnya menunjukkan kepercayaan konsumen AS jatuh mendekati level terendah enam tahun pada April dan pandemi itu sangat membatasi aliran barang antar negara, dengan ekspor dari Amerika Serikat runtuh dan impor dari negara lain terus menurun.

Pasar saham di seluruh dunia berhasil naik pada Selasa (28/4/2020), tetapi tindakan dan peringatan yang bertentangan pada pandemi virus corona memberikan nada yang tidak nyaman.

Dari Italia hingga Selandia Baru, pemerintah mengumumkan pelonggaran pembatasan. Lebih banyak bagian dari Amerika Serikat yang tampaknya akan memulai kembali bisnisnya, meskipun Inggris mengatakan terlalu berbahaya untuk mengendurkan kuncian ketat karena takut akan wabah kedua.

Penguncian di banyak negara, untuk mengurangi penyebaran COVID-19, telah memukul ekonomi ketika bisnis berhenti, membuat banyak penganggur.

"Setiap penurunan dalam emas akan dibeli dengan cepat ... Negara-negara memberi jaminan seluruh industri. Suku bunga hampir tidak ada. Itu tidak akan hilang dalam waktu dekat," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Dengan itu dikatakan normal baru untuk emas adalah 1.700 dolar AS jika tidak lebih tinggi."

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah meluncurkan langkah-langkah stimulus untuk memerangi dampak keuangan dari virus, yang telah menginfeksi sekitar 3,03 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 210.263.

Emas sebagai salah satu aset safe-haven cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank sentral dan pemerintah karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Investor sekarang akan mencari panduan ke depan dari pertemuan Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan kebijakan pada Rabu waktu setempat. Bank Sentral Eropa akan bertemu pada Kamis (30/4/020).

Logam mulia berjangka lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 1,3 sen atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 15,328 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 18,6 dolar AS atau 2,39 persen, menjadi menetap di 795,6 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP dorong pemda dan pelaku usaha kembangkan budi daya ikan sidat
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:58 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai pihak termasuk pemda  dan pelaku usaha ...
Menparekraf dorong pengembangan ekonomi kreatif di sekitar Danau Toba
Minggu, 12 Juli 2020 - 09:39 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio berkomitmen meningkatkan ...
Di tengah pandemi COVID-19, produsen baja nasional tambah investasi Rp12 triliun
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:41 WIB
Di tengah melemahnya permintaan pasar sebagai dampak pandemi COVID-19, produsen baja nasional PT Gun...
Harga CPO di Jambi naik jadi Rp7.070 per kilogram
Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:26 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Provinsi Jambi pada periode 10-16 Juli 2020 mengalami kenaikan Rp...
Mendag sebut IA-CEPA berpotensi kurangi defisit perdagangan RI
Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:40 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan bahwa perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia-Aust...
Bamsoet: Perlu evaluasi dari stimulus petani-nelayan belum berdampak
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:46 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk mengevaluasi pemberian stimulus dan bantuan...
BAZNAS raih fundraising digital terbaik di IFA 2020
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:38 WIB
 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan prestasi khususnya di dunia filantropi, sete...
Akhir pekan, Kurs rupiah melorot ke Rp 14.435 per dolar AS 
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:11 WIB
Menguat dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan, kurs rupiah spot hari ini melemah. Jumat (10/...
Akhir perdagangan Jumat sore, IHSG turun 0,43% ke 5.031
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:46 WIB
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi di hari terakhir pekan ini. Pada perdagangan di Burs...
Ada kekhawatiran eskalasi kasus corona, nilai tukar rupiah terkoreksi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (10/7) pagi, terkoreksi se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV