Kenali jenis keputihan berdasarkan warnanya
Elshinta
Rabu, 29 April 2020 - 10:54 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Kenali jenis keputihan berdasarkan warnanya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3aOev2l

Elshinta.com - Keluarnya lendir atau cairan dari dalam vagina merupakan kondisi yang dikenal dengan keputihan. Keputihan merupakan cara alami tubuh guna menjaga kebersihan dan kelembapan organ reproduksi wanita.

Sebab keputihan membawa sel mati dan bakteri keluar tubuh, sehingga vagina terlindung dari infeksi berbahaya. Munculnya keputihan bisa bersifat wajar apabila terjadi dalam jumlah yang tidak berlebihan. 

Namun, sebaliknya bisa jadi gejala penyakit apabila warna mencolok, bau yang tidak sedap, teksur, atau rasa sakit yang timbul di area kulit organ kewanitaan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut jenis keputihan berdasarkan warnanya:

Jernih dan elastis
Keputihan seperti ini biasanya muncul setelah berakhirnya masa menstruasi yang kemunculan awalnya berwarna agak pekat. Coba ambil cairan keputihan pakai jari, lalu regangkan di antara dua jari.

Jika berwarna jernih dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, itu tanda sedang mendekati masa ovulasi dan keputihan ini bersifat normal. Cairan keputihan yang bening dan cair bisa terasa banyak terutama setelah berolahraga.

Putih
Munculnya keputihan macam ini biasanya sebelum dan setelah masa menstruasi. Namum, harus waspada bila cairan putih yang keluar disertai rasa gatal, terlihat kental dan bau tak sedap seperti amis.

Keputihan akibat infeksi jamur akan ditandai dengan cairan tebal berwarna putih. Keputihan bisa disertai dengan rasa gatal atau bengkak di sekitar vulva.

Sedangkan bila berwarna bening namun terlihat kental, artinya mengindikasikan indung telur dalam tubuh sedang berovulasi, dan ini termasuk dalam keadaan normal. 

Iliustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3d0rHmq​
 

Kuning
Keputihan berwarna kuning karena adanya organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana. Biasanya, kuman-kuman masuk melalui hubungan seksual. Keputihan akibat infeksi trikomoniasis akan ditandai dengan warna kuning atau hijau, dengan tekstur kental, tebal, atau disertai bau busuk yang tidak normal.

Infeksi trikomoniasis sendiri dapat menyebar melalui hubungan intim. Keputihan akibat penyakit gonore juga akan ditandai dengan warna kuning,  serta disertai dengan nyeri panggul. 

Cokelat
Biasanya keputihan yang datang dengan warna coklat terjadi pada periode haid, kehamilan di awal, keguguran atau menopouse. 
Keputihan akibat kanker serviks juga ditandai dengan warna cokelat dengan sedikit bercak darah. 

Hijau
Jika cairan keputihan muncul dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada organ kewanitaan, merupakan gejala infeksi organ reproduksi, infeksi bakteri ataupun infeksi akibat protozoa.  

Trichomonas vaginalis merupakan protozoa penyebab cairan keputihan menjadi berwarna kehijauan.Pada level keputihan yang parah, akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar area kewanitaan. Penyebabnya adalah Nisseria gonorrhoe atau GO.

Abu- abu
Keputihan yang keluar dengan warna abu-abu disertai gatal, bau tidak sedap, dan bengkak kemerahan pada sekitar mulut vagina kemungkinan disebabkan oleh infeksi bakteri gardnella yang berbahaya. 

Terkadang jenis keputihan berwarna abu-abu ini juga muncul disertai buih atau gelembung udara. Parahnya warna abu-abu diikuti dengan darah dan bersifat encer maka kemungkinan seorang wanita sedang mengalami kanker.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KEW0mt

Apapun warna keputihan yang dialami, jika terlihat tidak wajar yang ditandai dengan bau atau rasa sakit, maka segera menghubungi dokter kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai keputihan menjadi bakal penyakit serius di kemudian hari. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bagaimana ciri-ciri rahim tidak sehat? Apakah akan mengganggu kesuburan?
Rabu, 01 Juli 2020 - 10:39 WIB
Rahim menjadi salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita yang dapat mengalami gangguan, untuk i...
Tahukah wanita, bagian Miss V mana saja yang boleh dan tidak boleh dibersihkan?
Rabu, 24 Juni 2020 - 10:20 WIB
Daerah kewanitaan harus rutin dibersihkan untuk menjaganya agar tetap sehat. Namun tidak banyak wani...
Mengapa haid tidak teratur? Bagaimana cara mengatasinya?
Rabu, 17 Juni 2020 - 10:19 WIB
 Haid atau menstruasi adalah siklus perdarahan periodik yang dialami para kaum hawa setiap bulannya...
Mengapa Miss V bisa basah? Apa penyebabnya?
Rabu, 10 Juni 2020 - 10:57 WIB
Kendati dialami oleh setiap wanita, kondisi Miss V yang basah tentu membuat tidak nyaman. Sistem rep...
Apa penyebab masa menstruasi menjadi lebih pendek?
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:55 WIB
Setiap wanita memiliki masa menstruasi yang bervariasi. Kebanyakan wanita mengalami menstruasi selam...
 Bagaimana wanita mengetahui ciri Miss V yang sehat?
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:58 WIB
Wanita tetap wajib melakukan perawatan pada Miss V agar kesehatan organ tersebut selalu terjaga. Seb...
Faktor apa saja yang bisa menurunkan kesuburan wanita?
Rabu, 13 Mei 2020 - 10:42 WIB
Kesuburan wanita menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang kehamilan. Namun tidak...
Apa yang menyebabkan rasa gatal pada Miss V?
Rabu, 06 Mei 2020 - 11:24 WIB
Rasa gatal pada organ kewanitaan adalah kondisi yang umum terjadi dan bukan kondisi yang serius dan ...
Benarkah membasuh Miss V dengan air hangat dapat mengatasi keputihan?
Kamis, 30 April 2020 - 12:28 WIB
Kunci mengatasi keputihan adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan Miss V setiap saat. Sebab j...
Kenali jenis keputihan berdasarkan warnanya
Rabu, 29 April 2020 - 10:54 WIB
Munculnya keputihan bisa bersifat wajar apabila terjadi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Namun, s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV