Fakta tentang rambut kemaluan pria. Perlukah dicukur?
Elshinta
Kamis, 30 April 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Fakta tentang rambut kemaluan pria. Perlukah dicukur?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SkYv1q

Elshinta.com - Banyak mitos dan fakta rambut kemaluan yang masih simpang siur kejelasannya. Ada yang katanya boleh, atau katanya tidak boleh melakukan sesuatu pada rambut kemaluan. 

Kesimpangsiuran ini menjadi banyak hal yang dipertanyakan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut fakta rambut kemaluan yang perlu pria diketahui:

Tempat berkembangbiaknya bakteri 
Rambut kemaluan bisa berperan sebagai wadah berkembangbiaknya bakteri di kemaluan. Rambut kemaluan tidak cukup untuk melindungi pria dari penyakit menular seksual.

Disarankan untuk menjaga dan mencukur rapi bulu-bulu halus pada alat vital. Selain untuk estetika, bulu kemaluan yang terlalu lebat akan mengakibatkan kuman akan mudah berkembang biak.

Seks menjadi kurang menyenangkan
Banyak orang berpendapat bahwa mencukur rambut kemaluan pria penting untuk kenikmatan saat berhubungan seksual. Katanya, rambut kemaluan menyebabkan gesekan berlebih pada saat sedang berhubungan seksual.

Sebenarnya tidak ada hubungannya rambut kemaluan dengan kenikmatan bercinta. Itu semua tergantung bagaimana rangsangan dan ketepatan stimulasi seks itu dilakukan.

Ilistrasi. Sumber foto: https://go.aws/35k0p7z

Sama dengan warna rambut di kepala
Tidak ada alasan ilmiah yang menyatakan keserasian antara warna rambut di kepala dengan rambut kemaluan. Untuk rambut kemaluan, alis dan rambut kepala, warnanya jelas tidak akan sama.

Tidak akan berhenti tumbuh
Faktanya, rambut kemaluan akan berhenti tumbuh pada saat tertentu. Umumnya setelah dicukur, rambut kemaluan bisa tumbuh sekitar 1 sampai 5 cm. 

Ini juga bergantung pada genetik seseorang, mengenai kepanjangan ukuran tumbuhnya rambut kemaluan. Rambut kemaluan ini akan berhenti ketika seseorang menapaki batas usia tertentu.

Lebih terlihat
Selain masalah kesehatan alat vital, mencukur rambut kemaluan bagi pria berguna untuk membuat penampakan Mr. P lebih terlihat.  Alat vital yang lebih terlihat setelah mencukur bulu kemaluan dapat meningkatkan kepercayaan diri pria di mata pasangannya, terutama saat sedang bercinta.

Ilistrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yRWvqy

Melukai alat vital
Hal itu bisa terjadi jika mencukur bulu kemaluan secara sembarangan. Selain melukai, mencukur sembarangan juga akan membuat alat vital terasa gatal. 
Jika dilakukan secara terburu-buru akan berujung pada hasil cukuran yang tidak rapi, atau bahkan iritasi.

Mengurangi kecemasan
Saat pria mencukur rambut kemaluan maka salah satu manfaatnya adalah mengurangi kecemasan. Ketika usia bertambah, pria akan menemukan bahwa masalah fisik yang sangat kecil dapat memicu kecemasan terus-menerus.

Ketidaknyamanan dari rambut kemaluan yang tidak terbatas akan memiliki dampak yang sama. 
Ini hal yang terdengar sepele, tetapi dibiarkan begitu saja dapat berujung pada masalah serius. Dengan mencukur rambut kemaluan dapat mengurangi pemicu dari kecemasan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Ratusan siswa SMPN 1 Boyolali divaksin
Jumat, 23 Juli 2021 - 18:11 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai melakukan vaksinasi tahap satu jenis Sinovac d...
Studi: Jeda lebih panjang antardosis Pfizer tingkatkan antibodi
Jumat, 23 Juli 2021 - 12:37 WIB
Jeda yang lebih lama antardosis vaksin COVID-19 Pfizer mengarah pada kadar antibodi keseluruhan yang...
Deteksi sejak dini penyakit jantung bawaan penting
Jumat, 23 Juli 2021 - 10:23 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Rad...
IDI: telemedisin jadi solusi di hulu dan hilir penanganan COVID-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 15:35 WIB
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih menilai kehadiran layanan telemedisin unt...
Ahli Gizi: Penderita autoimun harus makan teratur cegah peradangan
Rabu, 21 Juli 2021 - 17:55 WIB
Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan b...
Peneliti: Vaksin COVID-19 bermanfaat kurangi angka kesakitan
Selasa, 20 Juli 2021 - 21:24 WIB
Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Univer...
Guru Besar FKUI: Vaksinasi cegah infeksi yang belum ada obatnya
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:44 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MP...
Cara pintar isoman COVID-19 agar cepat pulih
Selasa, 20 Juli 2021 - 09:52 WIB
Umumnya seseorang akan cepat panik saat mendapati hasil tes usap baik antigen maupun PCR menunjukkan...
KlikDokter dan ATIC sediakan layanan isoman pasien COVID
Senin, 19 Juli 2021 - 11:47 WIB
Platform kesehatan digital KlikDokter bersama PT Anabatic Technologies (ATIC) Tbk meluncurkan layana...
Obat atau dokter dari luar negeri, mana yang dibutuhkan saat ini?
Senin, 19 Juli 2021 - 08:15 WIB
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Moh. Adib Khumaidi menilai Indon...
Live Streaming Radio Network