KBRI pulangkan 98 pekerja migran Indonesia dari Brunei
Elshinta
Jumat, 01 Mei 2020 - 16:37 WIB |
KBRI pulangkan 98 pekerja migran Indonesia dari Brunei
Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko memberikan pengarahan dan melepas keberangkatan 98 pekerja migran Indonesia dari Brunei kembali ke Tanah Air pada Jumat (1/5/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan memulangkan 98 pekerja migran Indonesia dari Brunei Darussalam, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (1/5).

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko melepas keberangkatan 98 pekerja migran Indonesia kembali ke tanah air menggunakan penerbangan khusus Royal Brunei Airlines pada Jumat, seperti dikutip Antara.

Penerbangan khusus itu diadakan setelah penutupan sementara penerbangan dari dan ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia, sejak 23 Maret 2020 sebagai  upaya membendung pandemi COVID-19 di Brunei Darussalam.

Dalam sambutan kepada para WNI di bandara Internasional Brunei, Dubes Sujatmiko menyampaikan bahwa penerbangan khusus itu merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi pekerja migran Indonesia setelah wabah COVID-19 merebak di Brunei.

Sujatmiko berharap para WNI tersebut dapat kembali ke kampung halaman masing-masing dengan sehat dan selamat. Dia juga mengungkapkan bahwa proses pemulangan dilakukan secara mandiri dengan biaya dari para pekerja migran itu sendiri.

Sujatmiko menjelaskan bahwa penerbangan khusus itu dapat  berlangsung atas kerja sama antara KBRI Bandar Seri Begawan, Pemerintah Brunei Darussalam, Kedutaan Besar Brunei Darussalam di Jakarta, dan maskapai Royal Brunei Airlines.

"Ini sebagai tanggapan KBRI atas permintaan para pekerja migran Indonesia yang hendak pulang ke Tanah Air namun terhambat karena tidak tersedia penerbangan ke Indonesia akibat penutupan sementara tersebut," ujar dia.

"Kami berharap para PMI dapat selalu menjaga kesehatan, menghindari penularan COVID-19 dan siap menerima protokol COVID-19 di Indonesia, termasuk karantina 14 hari," lanjutnya.

Penerbangan khusus itu diadakan untuk menghindari para pekerja migran Indonesia, yang telah selesai masa kontrak kerjanya tetapi tidak dapat pulang, telantar karena penerbangan dari Brunei ke Indonesia tidak tersedia.

Penerbangan khusus tersebut juga digunakan untuk memulangkan pekerja migran Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena tempat mereka bekerja sudah tidak beroperasi, juga yang tidak menerima gaji secara penuh akibat lesunya ekonomi Brunei Darussalam akibat wabah COVID-19,  serta yang telah menyelesaikan masa tahanan di penjara Brunei Darussalam akibat  melanggar hukum.

Dalam penerbangan tersebut, terdapat empat orang WNI yang sedang hamil. Salah seorang dari mereka berusaha kembali ke Tanah Air agar dapat melahirkan di Indonesia dengan didampingi oleh suami, yang sudah lebih dulu pulang ke Indonesia karena sakit.

KBRI Bandar Seri Begawan membekali setiap penumpang dengan sarung tangan, masker, dan surat keterangan jalan. Selain itu, setiap penumpang diberi kartu kuning (Health Alert Card) dari Kementerian Kesehatan RI. Kartu tersebut harus diisi dan diserahkan kepada pihak berwenang saat mereka turun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korban tewas longsoran tambang giok Myanmar jadi 162
Jumat, 03 Juli 2020 - 12:39 WIB
Korban meninggal dalam insiden tanah longsor di sebuah pertambangan batu giok di Myanmar sebelah uta...
Brazil tinjau WhatsApp Pay sebelum bisa beroperasi lagi
Jumat, 03 Juli 2020 - 11:41 WIB
Bank sentral Brazil meminta WhatsApp bisa membuktikan keamanan perlindungan data sebelum layanan pem...
Peneliti Tiongkok keluarkan peringatan dini pandemi flu babi
Rabu, 01 Juli 2020 - 21:11 WIB
Para peneliti di Tiongkok mengeluarkan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pandemi lain yang...
Tiongkok sebut langkah India blokir aplikasi Tiongkok langgar aturan WTO
Rabu, 01 Juli 2020 - 13:13 WIB
Tiongkok menyebut langkah India untuk memblokir 59 aplikasi seluler asal Tiongkok dapat melanggar at...
Ledakan di sebuah klinik Teheran menelan belasan korban
Rabu, 01 Juli 2020 - 10:28 WIB
Sebanyak 19 orang tewas dan enam lainnya terluka akibat ledakan di sebuah klinik medis di utara ibu ...
Emas naik lagi, tembus 1.800 dolar AS per ounce
Rabu, 01 Juli 2020 - 09:34 WIB
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup pada level tertinggi sejak Septe...
Masjidil Haram dibuka, ini skenario pelaksanaan ibadah haji dan umrah saat COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 09:11 WIB
Badan Urusan Masjid Agung di bawah Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci menyiapkan skenario ...
Virus lebih ganas daripada Wuhan, Beijing perpanjang karantina 28 hari
Selasa, 30 Juni 2020 - 12:35 WIB
Pemerintah Kota Beijing menggandakan masa karantina dari 14 hari menjadi 28 hari atas kekhawatiran k...
Harga emas naik 0,9 dolar, investor tetap khawatir naiknya COVID-19
Selasa, 30 Juni 2020 - 08:46 WIB
Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), melanjutkan ken...
India blokir TikTok, WeChat dan aplikasi Tiongkok lainnya
Selasa, 30 Juni 2020 - 08:34 WIB
India memblokir 59 aplikasi yang sebagian besar merupakan aplikasi seluler asal Tiongkok, termasuk T...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV