Remdesivir disetujui sebagai obat pasien corona
Elshinta
Minggu, 03 Mei 2020 - 13:27 WIB |
Remdesivir disetujui sebagai obat pasien corona
ILustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2VWPail

Elshinta.com - Regulator Amerika Serikat pada Jumat (1/5) mengizinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat untuk pasien virus corona baru atau COVID-19 sehingga mereka bisa pulih dengan cepat.

Ini adalah obat pertama yang terbukti membantu memerangi COVID-19, yang telah menewaskan lebih dari 230.000 orang di seluruh dunia, seperti dikutip Antara dari Times, Minggu (3/5).

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) memberikan persetujuan setelah hasil awal dari studi yang disponsori pemerintah menunjukkan bahwa remdesivir buatan Gilead Sciences mempersingkat waktu pemulihan hingga 31 persen, atau rata-rata sekitar empat hari, untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Penelitian terhadap 1.063 pasien adalah tes obat terbesar dan paling ketat dan termasuk kelompok pembanding yang menerima perawatan biasa sehingga efek remdesivir dapat dievaluasi dengan ketat.

Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan FDA tersebut di Gedung Putih. Mereka yang diberi obat dapat meninggalkan rumah sakit dalam 11 hari rata-rata dibandingkan 15 hari untuk kelompok pembanding. Obat ini juga dapat mengurangi kematian, meskipun itu tidak pasti dari hasil sebagian yang diungkapkan sejauh ini.

Anthony Fauci dari National Institutes of Health mengatakan obat itu akan menjadi standar perawatan baru untuk pasien COVID-19 yang sakit parah seperti yang ada dalam penelitian ini. Obat belum diuji pada orang dengan penyakit ringan, dan saat ini diberikan melalui infus di rumah sakit.

Gilead mengatakan akan menyumbangkan stok obat yang tersedia saat ini dan meningkatkan produksi untuk menghasilkan lebih banyak. Tidak ada obat yang disetujui sekarang untuk mengobati pasien COVID-19, dan remdesivir masih perlu persetujuan resmi bukan sekadar untuk penggunaan darurat.

FDA sebelumnya memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk obat malaria, hydroxychloroquine, setelah Presiden Donald Trump berulang kali mempromosikannya sebagai pengobatan yang mungkin untuk COVID-19. Namun, tidak ada penelitian besar berkualitas tinggi yang menunjukkan obat ini bekerja untuk itu, dan memiliki masalah keamanan yang signifikan. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump tolak format virtual, debat presiden AS sesi dua dibatalkan
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Debat kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada 15 Oktober, antara petahana Presi...
Trump: Saya berhenti minum obat sejak 8 jam lalu
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News Jumat malam mengaku bahwa diri...
Dr. Fauci: Obat antibodi Regeneron bantu kesehatan Trump
Jumat, 09 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Pakar penyakit menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa kesehatan Presiden Donald ...
Dolar relatif stabil ketika pasar menunggu berita stimulus AS
Jumat, 09 Oktober 2020 - 08:58 WIB
Dolar AS sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (...
Masih dirawat akibat COVID-19, Trump ingin tetap berkampanye
Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:47 WIB
Presiden Donald Trump, yang masih dirawat di Gedung Putih karena infeksi COVID-19, merencanakan lebi...
Tekan risiko COVID-19, debat cawapres AS akan dilengkapi kaca pemisah
Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Kaca pembatas akan dipasang pada acara debat calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat, Rabu, ...
Pompeo persingkat lawatan ke Asia usai Trump positif COVID-19
Minggu, 04 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mempersingkat lawatan ke Asia, dengan hanya ber...
Donald dan Melania Trump positif COVID-19
Jumat, 02 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump positif terinfeksi COVID-19 sete...
New York denda orang-orang yang menolak gunakan masker
Rabu, 30 September 2020 - 15:47 WIB
Kota New York akan mengenakan denda pada orang-orang yang menolak untuk mengenakan penutup wajah ata...
Pangeran Harry dan Meghan dorong warga Amerika untuk ikut pemilu
Rabu, 23 September 2020 - 20:25 WIB
Pangeran Inggris Harry dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Meghan, telah meminta warga Amerika ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV