Kasus dugaan suap wali kota, Samsul Fitri dituntut 5 tahun penjara
Elshinta
Selasa, 05 Mei 2020 - 13:37 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Kasus dugaan suap wali kota, Samsul Fitri dituntut 5 tahun penjara
Foto: Amsal/Radio Elshinta

Elshinta.com - Penuntut Umum Tipikor Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) menuntut Kasubag Protokoler Sekretariat Pemko Medan, Samsul Fitri selama 5 tahun penjara dalam kasus dugaan suap kepada Wali Kota Medan.

"Ia terbukti mengutip dan menerima uang dari para kepala Dinas dan Dirut BUMD se-Kotamadya Medan, dengan dalih untuk keperluan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin dalam kegiatan perjalanan dinas keluar kota dan keluar negeri yakni Ichikawa Jepang," hal ini disampaikan Penuntut Umum KPK, Zainal Abidin dalam pembacaan tuntutan secara teleconference yang berlangsung dalam persidangan diruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Medan, Senin (4/5), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Sebagaimana yang terungkap dalam fakta persidangan dari keterangan kepala dinas termasuk Mantan Kadis PU Medan, Isa Ansyari, yang telah divonis menerangkan dalam kasus ini bahwa yang meminta uang adalah Samsul Fitri kemudian atas perintahnya uang tersebut dijemput oleh Andika dan Aidil.

Di hadapan majelis hakim tipikor yang diketuai Abdul Aziz, penuntut umum juga membebankan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp250 juta, bila tidak mampu membayarnya diganti dengan kurungan badan selama dua bulan.

Usai pembacaan tuntutan, Samsul Fitri melalui penasehat hukumnya akan mengajukan pembelaan.

Terpisah, Wali Kota Medan Non Aktif, Tengku Dzulmi Eldin dalam keterangan terdakwanya melalui teleconference, menyatakan tidak pernah menyuruh Samsul Fitri untuk mengutip uang untuk keperluan perjalanan dinasnya.

Bahkan Dzulmi Eldin menyatakan untuk biaya operasional setiap bulan sudah dianggarkan sebesar Rp160 juta. Dimana uang tersebut diatur oleh Kabag Umum Sekdakota Medan, dalam satu tas khusus yang selalu dibawa oleh ajudan.

Sedangkan adanya kutipan mengenai perjalanannya ke Ichikawa yang membawa keluarga dan teman anaknya, lanjut Eldin ia membayarnya sendiri dan tidak masuk dalam anggaran Pemko Medan. 

Dimana tindakan yang dilakukan Samsul Fitri selaku Kasubag Protokolernya di luar sepengetahuannya.

Masih dalam sidang tersebut, sebelum memeriksa Eldin, penasehat hukumnya, Junaidi Matondang menghadirkan saksi Edy Candra Lubis, yang memfoto pembangunan rumah mewah yang diduga anggarannya berasal dari kutipan uang dari kepala dinas dengan dalih keperluan perjalanan Wali Kota Medan.

Bahkan Edi menyebutkan dalam kesaksian bahwa ia diperintah oleh Junaidi untuk memoto rumah tersebut dikawasan Medan Helvetia dengan SIMB atas nama Leny Agustina Rambe yang tak lain merupakan istrinya Samsul Fitri.

Dimana keberadaan rumah itu sendiri ia dapat alamatnya dari pamannya bernama Ilhamsyah.

Sementara itu Kuasa Hukum Terdakwa Dzulmi Eldin, Junaidi Matondang pada persidangan tersebut menegaskan, foto yang diambil saksi tersebut merupakan foto pembangunan rumah Syamsul Fitiri yang prosesnya mulai dilakukan sejalan dengan rentang waktu awal mula kasus tersebut terjadi.

Nah, dari situ kita patut menduga bahwa dalam kasus ini Syamsul Fitri lah yang berperan memanfaatkan situasi untuk meminta uang kepada para kepala dinas. 

"Pembangunan rumah atas nama, Leni Agustina Rambe itu juga kalau dilihat proses pembangunannya sejalan dengan kasus ini mulai bergulir," ujar Junaidi Matondang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perjanjian damai diteken pengurus-hakim pengawas, PKPU KCN selesai
Kamis, 16 Juli 2020 - 21:38 WIB
Pengurus PKPU Arief Patramijaya dan hakim pengawas telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan...
Polda Metro kerahkan 4.000 personel tindak 15 jenis pelanggar lalin
Kamis, 16 Juli 2020 - 13:09 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.000 personel untuk menindak para pelanggar lalu li...
Korlantas Polri gelar Operasi Patuh 2020 mulai pekan depan
Kamis, 16 Juli 2020 - 12:12 WIB
Korlantas Polri akan menggelar operasi lalu lintas dengan tema Operasi Patuh 2020, selama 14 hari. P...
 Sambut HBA ke-60, Kejati Sumut salurkan 5.824 paket sembako
Rabu, 15 Juli 2020 - 21:56 WIB
Kejaksaan  Tinggi Sumatera Utara menyalurkan sebanyak 5.824 dengan rincian 4.186 paket disalurkan ...
Terungkap, 55 kasus dugaan penyelewengan dana bansos COVID-19
Rabu, 15 Juli 2020 - 12:07 WIB
Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Bareskrim Polri telah mengusut 55 kasus dugaan penyala...
Ada kemungkinan artis Hana Hanifa ditetapkan sebagai tersangka
Rabu, 15 Juli 2020 - 08:37 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan, tidak menutup kemungkinan artis selebgram y...
Polisi tetapkan dua tersangka kasus prostitusi Hana Hanifa
Rabu, 15 Juli 2020 - 08:00 WIB
Kepolisian Resor Kota Besar Medan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus prostitusi yang...
Dua hakim PA Lumajang konfirmasi positif Covid-19
Selasa, 14 Juli 2020 - 19:11 WIB
Dua hakim Pengadilan Agama Lumajang, Jawa Timur terkonfirmasi positif dan tiga reaktif Covid-19. Unt...
Hakim tolak eksepsi Sunda Empire, persidangan tetap berlanjut
Selasa, 14 Juli 2020 - 15:31 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat menolak nota keberatan atau eksepsi yang di...
KCN sesalkan penundaan sidang putusan PKP 
Selasa, 14 Juli 2020 - 13:55 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri kembali menunda sidang dengan agenda putusan penun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV