Pengamat: Alih fungsi lahan berpengaruh terhadap krisis pangan
Elshinta
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pengamat: Alih fungsi lahan berpengaruh terhadap krisis pangan
Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2SCWVIg/elshinta.com.

Elshinta.com - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperingatkan potensi kelangkaan dan darurat pangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, kebijakan penguncian (lockdown) di sejumlah negara membuat distribusi pangan internasional terganggu.

Tapi selain terkait pandemi, ancaman krisis pangan itu juga muncul dari faktor internal kita sendiri, seperti alih fungsi lahan. Hal inilah yang juga dicermati oleh pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori.

"Alih fungsi lahan berpengaruh terhadap krisis pangan. Tapi sebenarnya konversi lahan ini bukan hal baru. Ini sudah puluhan tahun berjalan, walaupun kita sudah punya UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan yang semangat utamanya adalah melarang konversi," kata Khudori dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (5/5). 

Menurutnya, adanya regulasi tersebut belum menghentikan laju alih fungsi lahan karena dukungan dari daerah belum maksimal. Idealnya, regulasi ini diterapkan dari tingkat bawah hingga nasional.

"Tapi faktanya konversi masih terus berlanjut karena memang regulasi di level bawah itu belum sepenuhnya di support oleh Pemda, baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Karena untuk membatasi atau melarang konversi itu harus ditetapkan dulu (regulasi) dari bawah itu, jadi buttom up. Nah, itu belum sepenuhnya berjalan," ungkap pengamat pertanian ini. 

Terkait potensi krisis pangan di kemudian hari, menurut Khudori, hal itu lebih banyak terjadi karena persoalan rantai pasokan pangan, bukan semata karena faktor produksi. 

Pasalnya, sebagian negara masih bergantung pada impor pangan, termasuk Indonesia. Padahal kondisi pandemi membuat pergerakan barang dan manusia terhambat.

Untuk itu, Khudori mengusulkan agar pemerintah Indonesia lebih baik mengurangi impor dan memberdayakan secara maksimal potensi pertanian yang ada di dalam negeri. 

"Saya kira saat ini kita harus manfaatkan apa yang kita punya, sumber daya yang kita punya, seperti SDM, potensi pangan, dan lain sebagainya. Semua kita optimalkan untuk menjawab ancaman kriris yang ada di depan mata," tutur Khudori.

"Kedua, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi dan memastikan rantai pasok pangan kita tidak terganggu. Itu kebutuhan jangka pendek yang saat ini kita butuhkan," pungkas Khudori.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Operasi Tol Trans Sumatera ditargetkan capai 500 km pada akhir 2020
Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:57 WIB
PT Hutama Karya (Persero) berharap total ruas jalan Tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi menjadi...
Fokus tangani COVID, pemerintah tak anggarkan proyek ibu kota baru
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:50 WIB
Kementerian Keuangan mengungkapkan tidak ada anggaran bagi proyek ibu kota baru negara atau IKN pada...
Dua pelabuhan di Sumbar ditargetkan beroperasi 2023
Sabtu, 11 Juli 2020 - 15:57 WIB
Dua pelabuhan di Sumatera Barat masing-masing Teluk Tapang di Pasaman Barat dan Labuan Bajau Kabupat...
Sultan HB X targetkan pembangunan Tol Yogya-Solo dimulai 2022
Jumat, 10 Juli 2020 - 07:26 WIB
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menargetkan pembangunan fisik proye...
 Pemkot Magelang berhasil perbaiki 1.411 unit rumah tak layak huni
Kamis, 09 Juli 2020 - 20:27 WIB
Pemkot Magelang, Jawa Tengah berhasil memperbaiki 1.411 unit rumah tak layak huni menjadi layak huni...
Pemkot Magelang beri hadiah warga yang bayar PBB-P2 tepat waktu
Rabu, 08 Juli 2020 - 21:38 WIB
Pemerintah Kota Magelang memberikan doorprise atau hadiah kepada wajib pajak (WP) yang disiplin memb...
Kementerian PUPR targetkan Tol Padang-Sicincin beroperasi akhir 2021
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:10 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menargetkan proyek Tol Sirip Pekanbaru-Pad...
PUPR targetkan hunian korban bencana di Palu tuntas akhir 2020
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:09 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan hunian tetap untuk ma...
Sebanyak 4.500 hunian di Jambi dapat bantuan bedah rumah
Rabu, 08 Juli 2020 - 09:10 WIB
Sebanyak 4.500 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jambi pada tahun 2020 akan mendapatkan Bantua...
Percepat akses Kertajati, Jokowi tagih penyelesaian tol Cisumdawu
Selasa, 07 Juli 2020 - 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan terhambatnya progres pembangunan tol Cileunyi-Sumeda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV