Faktor apa saja yang bisa menurunkan kesuburan wanita?
Elshinta
Rabu, 13 Mei 2020 - 10:42 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Faktor apa saja yang bisa menurunkan kesuburan wanita?
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/35USSfP

Elshinta.com - Kesuburan wanita menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang kehamilan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ada beberapa kebiasaan yang bisa menurunkan kesuburan wanita.

Ada kebiasaan sehari-hari yang bisa menurunkan tingkat kesuburan wanita sehingga peluang kehamilan pun akan menurun. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut faktor yang bisa menurunkan kesuburan wanita:

Usia
Tingkat kesuburan wanita juga bisa dilihat dari faktor usia. Tidak ada angka yang resmi kapan kesuburan wanita akan berkurang, tapi kebanyakan dokter mengatakan usia di atas 35 tahun peluang kehamilan akan menurun. 

Usia yang sudah menginjak masa menopause akan mengalami kesulitan untuk hamil. Menopause biasanya terjadi di usia yang sudah menginjak 50 tahun ke atas, sehingga tidak bisa lagi memproduksi sel telur.

Sebelum memasuki usia menopause, seorang wanita juga akan mengalami gangguan kesuburan yang membuat sel telurnya berkurang.

Illustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YZe3MA

Alkohol
Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, juga bisa meningkatkan risiko gangguan ovulasi dan endometriosis. Selain itu, berdasarkan penelitian wanita yang sering mengonsumsi alkohol cenderung lebih sering menjalani terapi untuk kehamilan.

Kelainan bawaan
Masalah infertilitas wanita juga bisa disebabkan oleh kelainan bawaan seperti septate uterus. Kondisi ini bisa menyebabkan keguguran berulang atau tidak dapat hamil.

Septate uterus sendiri merupakan adanya kelainan pada rongga rahim, di mana uterus terbagi oleh dinding otot atau jaringan ikat.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3dGQyvS

Merokok
Merokok merupakan penyebab dari 13 persen kasus infertilitas. Kata ahli kebiasaan merokok ini bisa mengacaukan hormon dan merusak DNA. Selain itu, merokok juga bisa mengganggu perkembangan janin dan menurunkan peluang kehamilan.

Nikotin dan zat kimia lainnya yang masuk ke dalam darah, bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya pertumbuhan sel-sel abnormal pada rahim.

Tak hanya perokok aktif saja yang bisa terjadi penurunan kesuburan, begitu juga dengan perokok pasif. Meskipun tidak merokok, peluang kehamilan pun bisa menjadi sulit akibat menghirup asap rokok di sekitarnya.

Paparan zat kimia
Wanita yang sering terpapar zat-zat kimia industri, pestisida, atau zat polutan, tingkat kesuburannya bisa turun sampai 29 persen. Beberapa zat kimia yang bisa ditemui dalam produk pembersih rumah terkadang juga bisa memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YWXgJS

Berat badan
Ternyata proses ovulasi dengan normal bisa terhambat bila seorang wanita masuk ke dalam kategori obesitas atau pula terlalu kurus. Kata ahli, wanita yang memiliki berat badan sehat berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat meningkatkan frekuensi ovulasi dan kemungkinan hamil.

Efek obat-obatan
Beberapa obat-obat ternyata juga bisa memengaruhi tingkat kesuburan wanita. Misalnya obat anti-inflamasi nonsterod (OAINS), termasuk obat golongan aspirin dan ibuprofen.

Bila seorang wanita mengunakan obat OAINS dalam dosis tinggi, atau jangka waktu yang panjang, imbasnya bisa mempersulit proses kehamilan.

Selain itu, dampak dari kemoterapi sebagai terapi pengobatan kanker juga bisa memengaruhi kesuburan wanita. Kemoterapi ini terkadang bisa menimbulkan gangguan pada indung telur. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zyaMJr

Konsumsi makanan cepat saji
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 5.598 wanita, menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak empat kali dalam seminggu bisa memperlambat kehamilan selama satu bulan. 

Gangguan tiroid 
Gangguan tiroid bisa memengaruhi proses ovulasi dan kehamilan. Karena itu, tak ada salahnya untuk memeriksa kadar tiroid jika seorang wanita belum kunjung hamil. 

Kafein 
Kecandunan minuman berkafein dapat mengganggu kontraksi otot yang membantu sel telur berpindah dari ovarium melalui tuba falopi ke rahim.

Genetik
Faktor genetik memang berpengaruh pada banyak atau sedikitnya jumlah sel telur yang dimiliki seorang wanita. Jika ibunya mencapai menopause di usia yang tergolong muda, besar kemungkinan anak perempuannya juga demikian. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LpWH3a

Stres
Tidak hanya kesehatan fisik saja yang memengaruhi penurunan kesuburan, tetapi kesehatan mental juga. Masalah yang terus menumpuk bisa memicu tingkat stres.

Kondisi inilah yang akan berdampak ke salah satu bagian otak bernama hipotalamus, padahal hipotalamus bertugas mengatur hormon yang diperlukan saat proses ovulasi.

Olahraga terlalu berat
Olahraga memang baik untuk kesehatan, asal dilakukan sesuai dengan porsinya dan tidak menyiksa tubuh. Apalagi ketika ingin cepat mendapatkan buah hati, ada baiknya untuk atur kembali jadwal olahraga agar tidak terlalu berat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV