Cek fakta: Beredar info COVID-19 sengaja dimasukkan ke tubuh lewat rapid test, benarkah? 
Elshinta
Rabu, 13 Mei 2020 - 12:03 WIB |
Cek fakta: Beredar info COVID-19 sengaja dimasukkan ke tubuh lewat rapid test, benarkah? 
Petugas kesehatan menunjukkan sampel darah pedagang yang sudah diambil saat menggelar tes diagnostik. Sumber foto: https://bit.ly/2yPtM5W

Elshinta.com - Sebuah informasi beredar di Facebook dan pesan berantai WhatsApp tentang COVID-19 yang sengaja dimasukkan ke tubuh masyarakat melalui rapid test (test cepat). 

Pesan itu mengklaim tindakan itu sengaja dilakukan agar masyarakat tidak dapat bergerak dan pemerintah dapat bertindak semena-mena demi kepentingannya.

Berikut narasi lengkap pesan tersebut:

"KACAU KACAU KACAU KACAU APAKAH REZIM INI SENGAJA" Ini berita A1 karena ada ling Media yg mempertanggungjawabkan informasi yaitu www.viva.co.id.

Rezim dengan sengaja tiap daerah diciptakan Zona merah agar masyarakat tidak bisa befarak dan tidak ada gerakan.

Setiap ada yang positip passti dinyatakan Zona merah, sehingga yg masyarakat yang tadinya negatip diupayakan untuk menjadi positip dengan cara memasukan covid-19 ke tubuh masyarakat melalui Rapid Test dengan dalih tes kesehatan.

Ketika masyarakat tidak bisa bergerak dan tidak ada gerakan maka Rezim akan semena mena bertindak untuk kepentingan kelompoknya."

Pesan tersebut juga menyertakan tautan berita milik Vivanews dengan judul "Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona" yang dipublikasikan pada 7 Mei 2020. 

Namun, benarkah virus penyebab COVID-19 sengaja dimasukkan ke dalam tubuh masyarakat melalui rapid test?

Tangkapan layar informasi hoaks yang menyatakan COVID-19 sengaja dimasukkan ke tubuh manusia lewat rapid test. (Kominfo)

 

Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari Antara

Dalam berita Vivanews berjudul "Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona", tidak ada satu paragraf pun yang menyatakan virus penyebab COVID-19 sengaja dimasukkan ke manusia lewat rapid test.

Padahal berita tersebut memuat informasi tentang 443 warga di Banjar Serokadan di Desa Abuan, Bangli, Bali, dinyatakan positif setelah diuji dengan rapid test. 

Namun setelah dilakukan uji PCR, sebagian warga itu yang dinyatakan positif oleh rapid test ternyata 275 orang dinyatakan negatif COVID-19. Sedangkan sisanya sedang menunggu hasil uji swab. 

Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyatakan, informasi yang tersebar di media sosial Facebook dan WhatsApp itu sebagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks.

Klaim: COVID-19 sengaja dimasukkan ke tubuh masyarakat lewat rapid test
Rating: Salah / Hoaks

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Manggarai Barat belum cairkan dana insentif petugas medis COVID-19
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:33 WIB
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur belum mencairkan dana insentif bag...
Wajib terapkan protokol COVID-19, pernikahan sudah diizinkan di Jambi
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:27 WIB
Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi mulai Juli 2020 ini telah mengizinkan penyelenggaraan pernikah...
Menhan: Kasad ingin lulusan Akmil jadi pemimpin medan tempur
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:29 WIB
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa Kepala Staf TNI Angkatan D...
Gugus Tugas siapkan aturan pemotongan hewan kurban
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:12 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyiapkan aturan terkait mekanisme pemotongan hewan kurb...
Kemenhub: Bandara Muhammad Sidik rencananya diresmikan Presiden Jokowi
Minggu, 12 Juli 2020 - 11:39 WIB
Bandar Udara Haji Muhammad Sidik di wilayah Desa Trinsing Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Uta...
Langgar disiplin protokol kesehatan, sejumlah kafe di Kudus terkena peringatan keras
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:57 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus sedang menggencarkan upaya dalam mempersiapkan `new normal`. Kedisiplinan...
Angka pernikahan dini di Kaltim masih tinggi, capai 13,9 persen
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:57 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat angka pernikahan usia dini masih tinggi yaitu...
Gunakan genset, Satgas TMMD Kodim 1709 gelar nobar bersama anak-anak Kampung Natabui
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:49 WIB
Anggota Kodim 1709/Yawa yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun...
MUI Makassar minta dilibatkan pemulasaran jenazah COVID-19
Sabtu, 11 Juli 2020 - 21:29 WIB
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meminta agar dilibatkan dala...
Jubir: Menggunakan masker lebih penting dari pelindung wajah
Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:52 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penggunaan ma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV