Setelah Covid-19, Bos Twitter bolehkan pegawai WFH selamanya 
Elshinta
Rabu, 13 Mei 2020 - 17:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Setelah Covid-19, Bos Twitter bolehkan pegawai WFH selamanya 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejak bulan Maret, karyawan Twitter sudah work from home (WFH) guna meminimalisir punalaran virus corona (COVID-19). Kini, sang CEO sekaligus pendiri Twitter, Jack Dorsey mengumumkan bahwa pegawainya boleh WFH selamanya.

Sekalipun nantinya pandemi corona berakhir dan situasi sudah kembali normal, karyawan Twitter boleh bekerja dari rumah.

Meski demikian, tetap ada syaratnya yakni pekerjaan mereka memang memungkinkan untuk tidak dilakukan di kantor.

"Kami diposisikan secara unik untuk merespons dengan cepat dan memungkinkan orang-orang untuk bekerja dari rumah, mengingat penekanan kerja kami adalah desentralisasi serta mendukung tenaga kerja terdistribusi yang mampu bekerja di mana saja," kata juru bicara Twitter seperti dikutip dari wartaekonomi.

Kantor mereka tidak akan dibuka sebelum bulan September dan perjalanan bisnis belum akan dilakukan.

Mereka juga akan membuat kantor sebagai tempat yang nyaman dan hangat.

"Kami akan menjadikannya kenyataan. Kalaupun tidak, kantor kami akan menjadi tempat yang hangat bagi mereka dengan beberapa kewaspadaan ketika nanti sudah terasa aman untuk kembali," lanjut juru bicara Twitter.
 
Dorsey pada bulan Februari sudah menyatakan keinginannya agar Twitter punya lebih banyak karyawan di berbagai wilayah dan dapat bekerja dari mana saja. Mungkin itulah salah satu alasan munculnya kebijakan pegawai bisa kerja dari rumah sampai selamanya.

"Tidak seharusnya karyawan kami terkonsentrasi di San Francisco dan kami ingin pegawai lebih terdistribusi sehingga akan meningkatkan eksekusi (bisnis) kami," tutur Dorsey.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai aplikasi pra-instal dalam ponsel
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:40 WIB
Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan berdasarkan hasil riset 14,8 persen pengguna peran...
Instagram blokir konten `terapi konversi` LGBT
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:09 WIB
Instagram akan memblokir konten yang mempromosikan apa yang disebut `terapi konversi,` praktik yang ...
TikTok sediakan program untuk bantu UMKM
Jumat, 10 Juli 2020 - 15:10 WIB
Platform video singkat TikTok berkomitmen membantu keberlangsungan bisnis usaha mikro, kecil dan men...
Facebook dinilai belum berkomitmen tindak tegas ujaran kebencian
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:34 WIB
Kelompok yang memboikot iklan di Facebook berpendapat jejaring media sosial tersebut belum berkomitm...
Facebook perkenalkan mode gelap untuk aplikasi seluler
Senin, 29 Juni 2020 - 09:20 WIB
Setelah meluncurkan mode gelap untuk antarmuka desktop pada awal Mei, Facebook dilaporkan sedang men...
Google kembangkan fitur deteksi telepon spam
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:39 WIB
Google sedang menguji coba fitur bernama `Verified Call`, panggilan terverifikasi di Brazil.
Zuckerberg kehilangan 7 miliar dolar akibat boikot Facebook
Minggu, 28 Juni 2020 - 13:50 WIB
Kekayaan Mark Zuckerberg diperkirakan merosot karena banyak perusahaan mengikuti gerakan boikot pasa...
Facebook peringatkan pengguna sebelum unggah tautan berita lama
Minggu, 28 Juni 2020 - 11:26 WIB
Facebook menghadirkan fitur baru yang akan memperingatkan pengguna saat akan membagikan artikel yang...
Data pengguna akun Twitter bisnis sempat bocor
Kamis, 25 Juni 2020 - 13:06 WIB
Data sejumlah pengguna akun bisnis di Twitter sempat terekspos, platform mikrobolog itu membenarkan ...
Google akan hapus riwayat lokasi pengguna setelah 18 bulan
Kamis, 25 Juni 2020 - 11:48 WIB
Google mengatakan akan secara otomatis menghapus beberapa riwayat lokasi setelah 18 bulan untuk peng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV