Ratusan tenaga ahli Bintan Alumina Indonesia tertahan di Tiongkok
Elshinta
Minggu, 17 Mei 2020 - 09:55 WIB |
Ratusan tenaga ahli Bintan Alumina Indonesia tertahan di Tiongkok
Aktivitas pembangunan smelter dan PLTU di lokasi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Foto: Antara

Elshinta.com - Ratusan tenaga ahli yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) tertahan di Tiongkok untuk masuk ke Indonesia sehingga kemungkinan target perusahaan menyelesaikan pabrik smelter tidak tercapai.

Direktur Utama PT BAI Santoni, di Bintan, Sabtu (16/5) mengatakan aktivitas perusahaan tetap dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19, namun kegiatan terhambat akibat kekurangan tenaga ahli.

"Ya, aktivitas perusahaan yang semakin terhambat lantaran sekitar 300 orang tenaga ahli yang dibutuhkan dalam membangun PLTU dan pabrik smelter tertahan di Tiongkok," ujarnya.

Kondisi tersebut semakin memburuk karena sekitar 500 orang tenaga ahli asal Tiongkok yang masih bekerja di perusahaan itu ingin cuti.  Pihak perusahaan terus-menerus membujuk mereka agar tidak cuti, karena khawatir mereka bisa kembali ke Tiongkok, tetapi tidak dapat kembali ke Bintan.

Ia menuturkan PT BAI menargetkan pembangunan PLTU dan smelter untuk pemurnian batu bauksit dapat diselesaikan Desember 2020. Namun ia memastikan pihak perusahaan tidak mencapai target tersebut lantaran kekurangan tenaga ahli.

Kemungkinan pembangunan PLTU dan smelter paling cepat selesai pada Februari 2021. PT BAI mengalami kerugian akibat keterlambatan pembangunan smelter tersebut.

"Tenaga kerja asal Tiongkok itu bukan pekerja biasa, melainkan tenaga ahli yang ditempatkan di proyek PLTU dan smelter," ucapnya.

Santoni mengemukakan investasi yang ditanam perusahaannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, itu mencapai Rp8 triliun. Target investasi PT BAI di Galang Batang mencapai Rp12 triliun atau tiga kali lipat dari anggaran daerah Kepulauan Riau.

"Ini investasi yang besar, yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kami menunggu dan akan mengikuti kebijakan pemerintah dalam menangani investasi di masa pandemi COVID-19," katanya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bentrok dengan pasukan Israel di Hebron, warga Palestina cedera
Minggu, 05 Juli 2020 - 12:29 WIB
Sejumlah warga Palestina menderita luka ringan pada Sabtu (4/7) dalam bentrokan dengan pasukan pendu...
Menteri Luar Negeri Rusia puji ikrar persatuan Palestina
Minggu, 05 Juli 2020 - 12:13 WIB
Rusia menyambut baik ikrar persatuan yang dicapai antara dua kelompok terbesar di Palestina, Fatah d...
Tiongkok konfirmasi delapan kasus baru virus corona di daratan
Minggu, 05 Juli 2020 - 10:41 WIB
Tiongkok melaporkan delapan kasus baru virus corona di wilayah daratan selama 4 Juli, dibandingkan d...
Petugas kebun binatang Swiss tewas diserang harimau Siberia
Minggu, 05 Juli 2020 - 09:51 WIB
Seekor harimau betina Siberia menyerang dan menewaskan petugas kebun binatang berusia 55 tahun di ke...
Dua pekan lagi WHO dapatkan hasil awal uji coba obat COVID-19
Minggu, 05 Juli 2020 - 07:58 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus segera mendapatkan hasil uji klinis yang sedang dilakukan dar...
WHO: 30 persen sampel COVID-19 tunjukkan mutasi tapi tidak memperparah
Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:28 WIB
Hampir 30 persen dari data rangkaian genom sampel virus COVID-19 yang dikumpulkan oleh Organisasi Ke...
Legislator: Pancasila sebagai Dasar Negara sudah final
Sabtu, 04 Juli 2020 - 18:16 WIB
Pancasila sebagai Dasar Negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sudah ...
31 tentara Kolombia dipecat atas kejahatan seksual di bawah umur
Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:51 WIB
Kolombia pada Jumat  (3/7) menyatakan memecat 31 anggota angkatan darat yang diduga terlibat dalam ...
Harga emas sedikit berubah, dibayangi percepatan kasus baru Corona
Sabtu, 04 Juli 2020 - 10:12 WIB
Harga emas sedikit berubah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena kekhawatiran atas p...
Korban tewas longsoran tambang giok Myanmar jadi 162
Jumat, 03 Juli 2020 - 12:39 WIB
Korban meninggal dalam insiden tanah longsor di sebuah pertambangan batu giok di Myanmar sebelah uta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV