MUI: Zakat boleh dimanfaatkan untuk penanggulangan COVID-19. Begini ketentuannya
Elshinta
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:42 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
MUI: Zakat boleh dimanfaatkan untuk penanggulangan COVID-19. Begini ketentuannya
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Ni`am Sholeh. Foto: Humas BNPB

Elshinta.com - Sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan serah terima zakat di tengah pandemi COVID-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 23 Tahun 2020 yang mengatur tentang pemanfaatan zakat, infaq, dan shodaqoh.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, penyusunan fatwa tersebut dilakukan atas kesadaran penuh organisasi lintas muslim sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi umat dan bangsa.

"Fatwa tersebut disusun sebagai kesadaran penuh organisasi entitas ulama untuk menghadirkan pranata agama sebagai solusi yang dihadapi oleh umat dan bangsa, guna kepentingan mencegah, menangani dan juga menanggulangi COVID-19, serta dampak ikutannya, baik dampak kesehatan, dampak sosial, maupun dampak ekonomi,” jelas Asrorun di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (18/5).

Zakat sebagaimana yang disebutkan merupakan sebagai ibadah mahdhoh, yakni simbol ketaatan dan juga ketertundukan umat muslim kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang bersifat vertikal.

Di sisi lain, zakat juga memiliki fungsi untuk menjamin keadilan sosial, menjadi solusi atas permasalahan ekonomi, dan juga sosial, sehingga tidak muncul ketimpangan di tengah masyarakat. Zakat sebagai salah satu instrumen membangun kesetiakawanan sosial.

Menurut Asrorun, zakat boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penanggulangan pandemi COVID-19, mengingat salah satu dampak serius yang juga memerlukan penanganan selain aspek kesehatan, yakni aspek ekonomi.

"Oleh karena itu Komisi Fatwa MUI menegaskan, bahwa zakat boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penanggulangan wabah COVID-19, dan dampaknya, dengan ketentuan-ketentuan tentunya,” jelas Asrorun, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB.

"Yang pertama, jika didistribusikan untuk kepentingan penerima zakat secara langsung, maka penerima adalah merupakan salah satu di antara 8 golongan yang berhak menerima zakat atau asnaf, yang sudah ditetapkan, yaitu muslim yang fakir, miskin, Amil, mualaf, yang terlilit hutang, kemudian perbudakan, memerdekakan budak, Ibnu Sabil, dan atau fisabilillah,” papar Asrorun.

Kemudian Asroun juga menjelaskan bawah distribusi zakat dapat digunakan untuk kepentingan modal kerja, atau berbentuk uang tunai, berbentuk makanan pokok, keperluan pengobatan, atau hal yang sangat dibutuhkan oleh mustahik.

Bahkan dalam hal ini, pemanfaatan harta zakat juga boleh bersifat produktif, seperti untuk kepentingan stimulasi kegiatan ekonomi fakir miskin yang terdampak wabah.

Selanjutnya, apabila didistribusi untuk kepentingan kemaslahatan umum, maka hal itu dimungkinkan dengan mengambil salah satu di antara 8 golongan yang berhak menerima zakat atau asnaf.

“Yaitu Asnaf fisabilillah atau yang berjuang di jalan Allah, pemanfaatan dalam bentuk aset kelolaan atau layanan bagi kemaslahatan umum, khususnya bagi kemaslahatan mustahik atau penerima zakat,” terang Asrorun.

Adapun bentuk kemaslahatan penerima  zakat adalah meliputi dari penyediaan alat pelindung diri untuk kepentingan tenaga medis, pada saat penanganan korban COVID-19, untuk kepentingan disinfeksi atau penyediaan disinfektan, pengobatan, serta juga kebutuhan relawan yang sedang bertugas melakukan aktivitas kemanusiaan dalam penanggulangan wabah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masih pandemi, ini panduan Salat Idul Adha di lapangan, masjid, atau ruangan
Rabu, 01 Juli 2020 - 08:36 WIB
Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menyampaikan ada syarat yang harus dipenuhi umat muslim jika ing...
Menag: Salat Idul Adha dan kurban harus patuhi protokol kesehatan
Rabu, 01 Juli 2020 - 07:18 WIB
Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban...
Kemenag terbitkan panduan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban aman COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 06:50 WIB
Menyambut momen Idul Adha atau Idul Qurban, Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Sa...
Jokowi marah di hadapan para menteri, begini analisis gesturnya
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:29 WIB
Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi, Monica Kumalasari menganalisis bahasa tubuh Presiden Joko Wido...
Gugus Tugas akui jaga jarak jadi poin sulit untuk dipatuhi
Senin, 29 Juni 2020 - 13:47 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan salah satu poin protokol...
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede tampil di Live Stream Fest Vol. 4
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:09 WIB
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede gelar Live Stream Fest Vol.4
Pemerintah apresiasi putusan Arab Saudi kedepankan keselamatan jamaah haji
Selasa, 23 Juni 2020 - 10:10 WIB
Kerajaan Arab Saudi, pada Senin (22/6) memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M hanya seca...
Peduli pada sesama, prajurit Kostrad ini rawat Mbah Ompong di Papua
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:57 WIB
Pengabdian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota, sangat luar biasa.
`New Normal`, Wakapolda Jateng ingatkan protokol kesehatan yang utama
Jumat, 19 Juni 2020 - 12:46 WIB
Protokol kesehatan menjadi hal yang utama dan pertama yang harus dilakukan masyarakat menuju kehidup...
 278 jemaah ajukan pengembalian setoran pelunasan Bipih
Selasa, 16 Juni 2020 - 16:45 WIB
Bersamaan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV