Warga jual perhiasan dampak pandemi Covid-19 dan jelang Lebaran
Elshinta
Selasa, 19 Mei 2020 - 21:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Warga jual perhiasan dampak pandemi Covid-19 dan jelang Lebaran
Sumber foto: Andik Setyobudi/elshinta.com.

Elshinta.com - Dampak Covid-19 dan beberapa hari jelang Lebaran banyak warga di Bojonegoro, Jawa Timur yang mendatangi toko perhiasan emas untuk menjual emas.Kondisi tersebut dilakukan untuk mendapatkan uang guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Sudah beberapa hari ini banyak orang datang ke toko saya, terutama yang mempunyai simpanan emas untuk dijual," jelas Gandhi Koesmianto, salah satu pemilik toko emas di Bojonegoro.

Mereka mengaku menjual perhiasan emas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, di saat pandemi Covid-19.Karena banyak yang sudah tidak bekerja atau kekurangan dana, sehingga simpanan perhiasan dijual.

Dijelaskan Gandhi, antara orang yang datang beli emas dan menjual perhiasan emas perbedaannya jauh sekali. "Orang datang beli emas hanya kisaran 2-5 orang, sedang yang datang untuk menjual emas bisa 10-15 orang per hari," ungkap Gandhi kepada Kontributor Elshinta, Andik Setyobudi, Selasa (19/5).

Sejak pandemi Covid-19 ramai orang menjual emas ke pertokoan emas di Jl Imam Bonjol dan Jl Kartini.Rata rata mereka terdesak kebutuhan sehari- hari.

"Untuk harga emas yang kita beli akan dipotong dari harga saat mereka awal beli, asal cocok langsung dibayar," tambah Gandhi.

Sedang,orang yang menjual perhiasan emas biasanya 1-10 gram emas.Harga pembelian dr orang rata-rata ada selisih 10-20% dari harga emas pembelian sesuai kwitansi.

Dampak Covid-19 menyebabkan penjualan emas lesu. Diperkirakan semakin mendekati Lebaran banyak warga yang akan menjual perhiasannya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Said Aqil minta PKB sadarkan kiai tidak percaya COVID-19
Jumat, 23 Juli 2021 - 23:56 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta kader Partai Kebangkita...
 PPKM, operasional bus AKAP turun
Jumat, 23 Juli 2021 - 18:26 WIB
Pengoperasian bus AKAP menuju Jakarta dan sekitarnya melalui Terminal Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah...
Pemkab mulai salurkan bansos warga terdampak PPKM Darurat
Jumat, 23 Juli 2021 - 17:58 WIB
Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mendapat penyaluran bantuan sosial (ban...
BBM tak sesuai anjuran pabrikan, mesin cepat rusak
Jumat, 23 Juli 2021 - 17:37 WIB
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, mengingatkan...
Kabupaten Muba serap empat ton karet petani untuk bangun jalan 1,9 km
Jumat, 23 Juli 2021 - 15:40 WIB
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyerap setidaknya empat ton karet produksi ...
Kemnaker terus matangkan kebijakan program BSU 2021
Jumat, 23 Juli 2021 - 13:12 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan hingga saat ini pihaknya masih terus mematangkan ke...
Polresta Surakarta distribusikan beras 22,5 ton masyarakat terdampak
Jumat, 23 Juli 2021 - 11:28 WIB
Kepolisian Resor Kota Surakarta mendistribusikan bantuan sosial berupa beras sebanyak 22.5 ton untu...
Rupiah Jumat pagi melemah 17 poin
Jumat, 23 Juli 2021 - 11:08 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 17 poin
IHSG Jumat dibuka menguat 8,21 poin
Jumat, 23 Juli 2021 - 10:34 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka menguat 8,21 poin
Peternak ayam broiler kesulitan jual hasil panen
Kamis, 22 Juli 2021 - 19:57 WIB
Dampak Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta Gerakan Masyarakat Boyolali di Rumah Saja di Kabu...
Live Streaming Radio Network