Puncak aktivitas matahari diperkirakan terjadi 2024, picu gangguan komunikasi
Elshinta
Rabu, 20 Mei 2020 - 10:15 WIB |
Puncak aktivitas matahari diperkirakan terjadi 2024, picu gangguan komunikasi
Tangkapan layar makalah Peneliti Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman yang menjelaskan sabuk asteroid dalam Tata Surya. Foto: Antara

Elshinta.com - Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan puncak aktivitas matahari diperkirakan akan terjadi pada 2024 dan berpotensi memicu gangguan komunikasi.

"Puncak aktivitas matahari di 2024 dan diperkirakan puncaknya pun tidak terlalu tinggi, hampir sama dengan 2013 dan 2014," kata peneliti astronomi dan astrofisika pada Pusat Sains Antariksa Lapan Rhorom Priyatikanto, kepada Antara di Jakarta, Selasa (19/5).

Ketika matahari berada pada fase puncak atau maksimum ketika aktivitas matahari tinggi, potensi badai matahari tinggi dan cukup sering terjadi letupan di permukaan matahari. Peristiwa itu akan berakibat pada gangguan komunikasi radio dan gangguan terhadap satelit.

Badai matahari pada fase puncak aktivitas matahari itu juga akan mengakibatkan penebalan atmosfer yang memicu satelit cepat jatuh. Tetapi, tidak ada dampak secara langsung pada kehidupan masyarakat awam.

Namun, karena puncak aktivitas matahari pada 2024 diperkirakan tidak terlalu tinggi, tidak ada pengaruh signifikan terhadap bencana alam di bumi.

Sementara pada saat ini, sedang berlangsung fase minimum matahari yang merupakan kondisi periodik 11 tahunan. Dalam fase ini matahari dalam kondisi tenang. Pada fase minimum matahari, tidak muncul bintik matahari.

Fase minimum matahari itu tidak menyebabkan bencana alam di bumi.

Rhorom menuturkan, fase minimum matahari ini tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik atau membuat gunung meletus. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Riset: Vaksin Pfizer/BioNTech terlihat ampuh lawan varian baru corona
Jumat, 08 Januari 2021 - 16:23 WIB
Vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech terlihat ampuh melawan mutasi utama varian baru virus corona san...
Tiongkok berhasil pasang matahari buatan generasi terbaru
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:15 WIB
Instalasi matahari buatan generasi terbaru yang dikenal dengan nama Tokamak HL-2M berhasil terpasang...
Pakar IPB: Jeroan ikan banyak mengandung protein dan lemak tak jenuh
Senin, 23 November 2020 - 13:15 WIB
Pakar perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ...
Pertamina uji coba Green Diesel pada akhir November
Jumat, 13 November 2020 - 15:15 WIB
PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, menargetkan uji coba prod...
Spektrum - Berkah di tengah ancaman La Nina
Minggu, 08 November 2020 - 19:30 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya anomali iklim global di Samudera ...
Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Jumat, 06 November 2020 - 20:22 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan salah...
Pemkab Batang pasang enam alat pendeteksi dini titik rawan bencana
Kamis, 05 November 2020 - 20:00 WIB
 Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasang enam alat pendeteksi dini atau EWS bencana di s...
Poliban ciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan
Selasa, 03 November 2020 - 19:55 WIB
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan.
Komunitas anak muda Banjarmasin buat sampah organik jadi pakan ikan
Selasa, 03 November 2020 - 19:05 WIB
Komunitas anak muda di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sukses mengelola sampah organik menjadi ...
Peneliti kembangkan AI periksa batuk untuk deteksi dini, Covid-19
Minggu, 01 November 2020 - 09:56 WIB
Peneliti kembangkan AI perksa batuk untuk deteksi dini Covid-19.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV