Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Elshinta
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3e0vqR7

Elshinta.com - Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan.Meski demikian, pakar meyakinkan bahwa ini adalah hal yang normal. Karena sama saja dengan rambut di kepala. Ketika menua, rambut kemaluan juga akan menipis dan memutih. 

Hanya saja kemunculannya juga belum tentu bersamaan dengan kemunculan uban di rambut kepala. Biasanya uban di kepala muncul terlebih dahulu, baru kemudian disusul oleh uban di rambut kemaluan.

Namun bila rambut kemaluan memutih lebih awal, ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penyebabnya:

Vitiligo
Penyakit autoimun ini menyebabkan kulit kehilangan warna pigmen. Vitiligo juga bisa menyebabkan putihnya rambut kemaluan. Vitiligo terjadi saat bagian-bagian kulit yang menghasilkan melanin mati atau berhenti memproduksi melanin.

Biasanya dimulai di daerah yang mendapat paparan sinar matahari paling banyak, walaupun jarang terjadi pada rambut kemaluan. Ini bisa dimulai pada usia berapapun, tapi sering muncul sebelum usia 20 tahun.

White Piedra
Piedra putih adalah infeksi jamur pada batang rambut. Infeksi ini disebabkan oleh sejenis ragi yang dikenal sebagai trikomikosis, yang melapisi rambut dengan zat putih.

Jenis infeksi ini bisa menimpa rambut di tubuh, termasuk alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan rambut kemaluan. Sementara itu bisa dilihat di setiap tempat di mana rambut tumbuh, jarang terjadi pada rambut di kepala.

Kutu kemaluan
Kutu kemaluan adalah serangga parasit yang terutama memengaruhi rambut di daerah kemaluan. Kutu ini menempel pada rambut dan biasanya berpindah dari orang ke orang melalui seks. Mereka juga dapat mempengaruhi rambut kasar lainnya di tubuh, seperti bulu mata.

Kutu kemaluan bisa menyebabkan rambut kemaluan tampil putih meski tidak mengubah batang rambutnya menjadi putih. Telur dari parasit yang ditransmisikan secara seksual ini memiliki penampilan kuning putih. 

Kekurangan vitamin B12
Rambut kemaluan beruban lebih cepat dapat menandakan salah satu gejala anemia pernisiosa, yang disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin B12.

Rambut mendapatkan warna alaminya dari sebuah pigmen yang disebut melanin. Pigmen melanin ini diproduksi oleh sel melanosit di dalam folikel rambut untuk memberikan warna pada rambut yang akan tumbuh.

Defisiensi vitamin B-12 menyebabkan tubuh tidak bisa menghasilkan cukup sel darah merah. Secara tidak langsung, ini akan berdampak pada produksi melanin. Aliran darah segar yang beroksigen dibutuhkan oleh folikel rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut yang sehat. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZjxAqZ

Merokok
Rokok dapat menyebabkan penuaan dini. Penelitian mengungkapkan bahwa merokok bisa menghambat produksi melanin. Akibatnya, munculnya uban pada rambut kemaluan pada orang-orang berusia muda.

Perokok bahkan berisiko dua hingga empat kali lipat lebih cepat mengalami rambut kemaluan beruban di usia muda daripada mereka yang tidak merokok.

Paparan bahan kimia
Seiring bertambahnya usia, folikel rambut akan lebih rentan rusak akibat paparan radikal bebas dari bahan-bahan kimia, salah satunya adalah hidrogen peroksida.

Folikel rambut yang rusak tidak memiliki sel melanosit untuk memproduksi pigmen pewarna rambut. Akibatnya, rambut kemaluan bisa cepat beruban.

Genetik
Kondisi berubahnya pigmen rambut dapat dipengaruhi oleh gen. Jika ada orang tua atau kakek dan nenek yang memiliki sifat genetik cepat beruban, keturunannya akan memiliki sifat tubuh yang sama dengan orangtuanya.

Stres
Beberapa ahli percaya rambut beruban di usia dini bisa terjadi akibat stres berat yang menyebabkan gangguan kecemasan, sehingga pasokan vitamin B dalam tubuh berkurang.

Ilustrasi, Sumber foto: https://bit.ly/3e30i3I

Perawatan yang tepat
Perawatan rambut kemaluan yang beruban akan disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, konsultasikan dulu pada dokter dan beri tahu setiap gejala lainnya yang mungkin menyertai.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kiat pilih bahan racikan minuman lezat dan sehat selama pandemi
Jumat, 10 Juli 2020 - 11:41 WIB
Kesehatan menjadi prioritas utama dalam fase normal baru di mana virus corona masih berdampak kepada...
Bagian tubuh mana saja yang bisa menjadi titik sensitif pria?
Kamis, 09 Juli 2020 - 23:15 WIB
Sebenarnya pria juga membutuhkan kelembutan dan sentuhan di bagian-bagian tertentu agar bisa meningk...
Penyandang penyakit tidak menular paling berpotensi tertular COVID-19, ini yang harus dilakukan
Kamis, 09 Juli 2020 - 07:50 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit ...
Apa hal romantis yang diinginkan pria dari pasangannya?
Rabu, 08 Juli 2020 - 23:15 WIB
Secara umum pria merupakan sosok yang diharapkan bisa menjadi seseorang yang romantis di hadapan pas...
 BRI jamin pelayanan normal pasca meninggalnya karyawan terkonfirmasi positif Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:47 WIB
Bank BRI memastikan Kantor Wilayah BRI Malang, Jawa Timur yang terletak di Jalan Laksamana Martadina...
Ini tips dokter Reisa untuk orang berpenyakit tak menular hindari COVID-19 
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:11 WIB
Dokter Reisa Broto Asmoro membagikan beberapa tips untuk menekan risiko penularan COVID-19 terhadap ...
KSAD pantau langsung pengadaan laboratorium PCR 15 RS TNI AD
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:56 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memantau langsung laporan pengadaan l...
Waspada TBC di tengah pandemi, ini perbedaannya dengan COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:00 WIB
Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dengan kasus Tuberculosis (TBC) di dunia setelah India dan ...
Dokter Reisa: Vaksin COVID-19 belum ditemukan, lindungi diri dengan protokol kesehatan
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:15 WIB
Penularan COVID-19 masih terjadi di tengah masyarakat hingga saat ini. Selama vaksin untuk melawan v...
 Mengapa pasangan lanjut usia tetap harus berhubungan intim? Apakah tidak berbahaya?
Selasa, 07 Juli 2020 - 23:15 WIB
Hubungan intim tidak hanya untuk usia produktif saja karena faktanya orang-orang yang berusia di ata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV