Jubir Pemerintah: Perlu kajian data komprehensif untuk relaksasi PSBB
Elshinta
Rabu, 20 Mei 2020 - 18:55 WIB |
Jubir Pemerintah: Perlu kajian data komprehensif untuk relaksasi PSBB
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan perlu kajian data yang komprehensif oleh semua pihak untuk melakukan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan hal itu masih disusun atau belum diberlakukan.

"Ini sedang disusun oleh pemerintah, mohon tidak dimaknai bahwa sekarang sudah diberlakukan," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta, Rabu (20/5).

Ia menegaskan sampai saat ini pemerintah masih berpegang teguh pada protokol kesehatan dan PSBB sebab pelaksanaannya harus fokus dan terus menerus.

Kemudian juga ditunjang dengan melakukan pemeriksaan massal dan masif, kontak tracing lebih agresif serta mengisolasi dan mengobati sebaik-baiknya jika ditemukan kasus atau ada yang sakit.

"Komitmen pemerintah tetap melakukan sebab indikator keberhasilan kita adalah seberapa banyak kita bisa mengendalikan pertambahan kasus baru yang nantinya juga akan mampu mengendalikan kasus kematian," katanya mengutip Antara.

Ia mengakui pemerintah memang sedang melakukan berbagai macam kajian dan skenario yang kemudian dikembangkan serta nantinya pasti dilaksanakan.

Namun, apabila kondisi pengendalian penyakitnya sudah memungkinkan dilakukan relaksasi atau upaya untuk mengendorkan pembatasan-pembatasan di bidang-bidang PSBB.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPRD Sumbar salurkan 17 traktor ke kelompok tani
Minggu, 25 Juli 2021 - 09:00 WIB
Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Nurkhalis Dt Bijo Dirajo menyalurkan bantuan 17 unit traktor ta...
25 Juli 1946: Upaya Belanda melakukan tekanan politik dan militer di Indonesia
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB
Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Malino, Sulawesi Selatan. Konferensi...
Lantamal VIII terus lakukan Serbuan Vaksinasi bagi masyarakat pesisir
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:32 WIB
Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado terus melakukan Serbuan Vaksinasi bagi masy...
Golkar NTT minta maaf soal kadernya yang berjoget langgar prokes
Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:47 WIB
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nusa Tenggara Timur meminta maaf atas aksi beberapa anggot...
Kekosongan jabatan jadi perhatian Penjabat Bupati Bekasi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 13:23 WIB
Kekosongan sejumlah kursi jabatan eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi menjad...
KSP sayangkan rencana aksi demonstrasi pada saat pandemi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 12:15 WIB
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyayangkan adanya rencana aksi demonstrasi menolak kebijakan pembe...
Ganjar Pranowo: Masyarakat Jawa Tengah berebut divaksin
Sabtu, 24 Juli 2021 - 11:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, masyarakat Jawa Tengah memiliki antusias tinggi un...
24 Juli 1825: Berdirinya Kabupaten Wonosobo
Sabtu, 24 Juli 2021 - 06:00 WIB
 Pemerintah Kesultanan Yogyakarta mendirikan Kabupaten Wonosobo. Kabupaten Wonosobo didirikan pada ...
Presiden Jokowi `blusukan` cari obat COVID-19 di apotek Kota Bogor
Jumat, 23 Juli 2021 - 23:11 WIB
Presiden Joko Widodo `blusukan` mengecek ketersediaan obat COVID-19 dan vitamin di apotek Kota Bogor...
Polisi belum terima pemberitahuan adanya aksi 24 Juli di Bandung
Jumat, 23 Juli 2021 - 19:41 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahua...
Live Streaming Radio Network