Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Elshinta
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zn5twt

Elshinta.com - Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pula. Namun, hal-hal tersebut sama sekali tidak bisa ditemukan pada pria yang memiliki sindrom Peter Pan.

Sindrom Peter Pan adalah sikap orang dewasa yang secara psikologis, sosial, dan seksual tidak menunjukkan kematangan. Orang yang memiliki sindrom ini juga sering disebut “king baby” atau “little prince syndrome”.

Lalu mengapa seorang pria bisa mengalaminya dan apa saja ciri-cirinya? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut alasan dan tanda-tanda yang bisa dikenali:

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3bVarOa

Pola asuh
Pola asuh orangtua yang salah juga sering menjadi pemicu seorang anak laki-laki tumbuh dengan sindrom Peter Pan, misalnya orangtua yang terlalu protektif.

Kondisi ini biasanya memengaruhi orang-orang yang sangat tergantung dengan keluarganya sehingga belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi hidup.

Tanggung jawab besar
Cara pandang yang salah terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Pria yang dengan sindrom Peter Pan merasa bahwa tumbuh dewasa harus memikul tanggung jawab yang besar, harus bisa membuat komitmen dengan diri sendiri dan orang lain, dan menghadapi tantangan hidup yang lebih sulit.

Kecemasan
Perasaan cemas, takut, tidak mampu, dan tidak percaya diri membuat pria ingin melindungi diri dengan bersikap layaknya anak kecil. Tekanan mental berat inilah yang mungkin memicu rasa “ingin kabur dari tanggung jawab” dan membuat seseorang ingin kembali ke masa kanak-kanak yang tidak memiliki beban hidup.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gftUwo

Bagaimana ciri-ciri pria dengan sindrom Peter Pan? 

  • Cenderung berperilaku seperti anak kecil, remaja, atau orang yang lebih muda dari usianya. Biasanya, orang dengan sindrom ini juga berteman dengan orang yang lebih muda.
  • Selalu bergantung pada orang lain dan merepotkan orang lain. Mengharapkan untuk selalu dilindungi dan dituruti semua permintaannya. Takut dan memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika melakukan segala sesuatu sendiri.
  • Tidak bisa mempertahankan hubungan jangka panjang yang stabil, terutama percintaan. Sifatnya yang kekanakan kadang membuat pasangan menjadi tidak nyaman. Selain itu, orang dengan sindrom ini sulit untuk bersikap romantis dan memilih pasangan yang lebih muda.
  • Kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan atau dalam mengelola keuangan. Selalu mengutamakan kepentingan pribadi, terutama untuk kepuasan dan kebaikan dirinya sendiri.
  • Tidak mau mengakui kesalahan dan melimpahkannya pada orang lain sehingga sulit untuk introspeksi diri.

Namun karena tidak semua pria dengan sindrom Peter Pan memiliki gejala yang sama, sehingga sulit diidentifikasi. Perlu pemeriksaan lebih lanjut, karena pengidap Peter Pan cenderung tidak menyadari dan merasa dirinya baik-baik saja. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ASgztV

Pencegahan sindrom Peter Pan dapat dilakukan dengan penerapan pola asuh yang tepat, yakni dengan anak untuk banyak mengeksplor kemampuannya. Salah satunya, dengan membiarkan anak mencoba banyak hal dalam hidupnya dan merasakan sendiri konsekuensinya.

Cara ini membantu anak untuk tidak bergantung pada orang lain, serta lebih siap menerima tantangan di hidupnya mendatang.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa yang pria selalu sembunyikan dari wanita?
Jumat, 25 September 2020 - 23:15 WIB
Menjalin sebuah hubungan bukan berarti harus selalu mengungkapkan pikiran satu sama lain. Ada bebera...
Wagub Jateng ajak pesantren perketat protokol kesehatan
Jumat, 25 September 2020 - 21:56 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak pengelola pondok pesantren yang tersebar di 35...
Pentingnya minum susu saat pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 13:13 WIB
Ada banyak manfaat susu bagi tubuh, tapi salah satu yang penting di tengah pandemi COVID-19 adalah v...
Perubahan apa yang akan terjadi pada pria ketika menemukan wanita yang tepat?
Kamis, 24 September 2020 - 23:15 WIB
Mungkin terkesan kuno, tapi terkadang intuisi tidak bisa dibohongi. Pria akan tahu dengan sendirinya...
Mengapa pria bisa terkena infeksi saluran kemih?
Rabu, 23 September 2020 - 23:15 WIB
Ternyata infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing juga bisa dialami oleh pria. Pada bebera...
Kemenkes minta masyarakat waspadai leptospirosis, DBD dan malaria
Rabu, 23 September 2020 - 13:34 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada dengan munculnya penyakit malaria ...
BSN tetapkan SNI masker dari kain
Rabu, 23 September 2020 - 07:55 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil –...
Awas! Berikut ini kesalahan memakai kondom yang sering dilakukan
Selasa, 22 September 2020 - 23:15 WIB
Salah satu hal yang membuat kondom tidak berfungsi dengan baik adalah kesalahan dalam memakainya. Ca...
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB
Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit...
 Puskeswan Kota Malang gelar pemeriksaan hewan secara gratis
Senin, 21 September 2020 - 20:11 WIB
Untuk memperingati Hari Rabies Dunia atau Rabies Day, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagian K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV