Prancis izinkan ibadah bersama tapi harus pakai masker
Elshinta
Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:38 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Prancis izinkan ibadah bersama tapi harus pakai masker
Pelajar menerapkan jarak sosial di halaman sekolah College Sasserno saat dibuka kembali di Nice, ketika sejumlah kecil siswa kembali ke sekolah dengan aturan baru dan penerapan jaga jarak sosial ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Prancis, Selasa (19/5/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Otoritas Prancis membolehkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah penangguhan selama dua bulan akibat wabah COVID-19, namun umat yang beribadah harus mengenakan masker wajah, kementerian dalam negeri Prancis mengumumkan.

Kementerian itu mengatakan pada Jumat (22/5) malam bahwa pihaknya akan mengeluarkan satu keputusan yang menguraikan aturan-aturan baru bagi kegiatan keagamaan bersama.

Di bawah keputusan itu, larangan berkumpul yang diberlakukan pada Maret, sebagai bagian upaya pemerintah mencegah penyebaran corona, akan dicabut. Tapi ibadah bersama harus mematuhi persyaratan, termasuk memakai masker, jaga jarak setidaknya satu meter di antara umat yang beribadah dan mencuci tangan, kementerian itu mengatakan dalam satu pernyataan.

Pemerintah Prancis melonggarkan beberapa pembatasan penutupan wilayahnya awal bulan ini tapi tak melonggarkan larangan ibadah bersama. Hal itu memunculkan keluhan dari kelompok-kelompok keagamaan, yang mengatakan mereka diperlakukan tidak adil.

Pernyataan kementerian itu menyebut pemerintah berharap ibadah dimulai kembali awal Juni, namun dalam beberapa kasus kelompok-kelompok keimanan dapat beribadah bersama begitu aturan baru diterbitkan, yang menurut pemerintah akan dilakukan "dalam beberapa jam mendatang".

Umat Islam yang jumlahnya sekitar 9 persen dari populasi Prancis, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Pew Research Center pada 2017 pada akhir pekan ini sedang merayakan Idul Fitri, perayaan yang menandai akhir ibadah puasa di bulan suci Ramadan, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hasil tes COVID-19: Presiden Brazil Bolsonaro kembali positif
Kamis, 16 Juli 2020 - 09:18 WIB
Hasil tes COVID-19 Presiden Brazil Jair Bolsonaro kembali positif, ungkap sang presiden kepada warta...
Harga emas naik tipis ditopang lonjakan corona dan ketegangan AS-Tiongkok
Kamis, 16 Juli 2020 - 09:07 WIB
Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena lonjakan kasus COVID-19 d...
Kanye West dikabarkan tak lagi calonkan diri sebagai presiden AS
Kamis, 16 Juli 2020 - 08:34 WIB
Penyanyi rap Kanye West dikabarkan tidak lagi mencalonkan dirinya sebagai presiden Amerika Serikat (...
Sektor pariwisata Malaysia merugi Rp153,6 triliun
Kamis, 16 Juli 2020 - 08:23 WIB
Kementrian Pariwisata Seni dan Budaya Malaysia menyatakan sektor pariwisata negara tersebut diperkir...
Unggah candaan Facebook berbau agama, blogger Tunisia divonis penjara
Rabu, 15 Juli 2020 - 10:32 WIB
Pengadilan Tunisia menjatuhkan vonis enam bulan penjara serta denda 700 dolar AS (sekitar Rp 10 juta...
Musim Haji 2020, orang yang masuk Makkah tanpa izin kena denda 
Rabu, 15 Juli 2020 - 07:34 WIB
Pemerintah Arab Saudi membatasi jemaah haji 1441H hanya untuk warga negara dan ekspatriat yang ada d...
UAE tunda misi ke Mars karena cuaca buruk
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:55 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) menunda peluncuran alat jelajah Planet Mars-nya yang diberi nama, \"Hope Probe...
Belgia laporkan nol kematian COVID-19 pertama sejak Maret
Selasa, 14 Juli 2020 - 19:47 WIB
Belgia, yang berhasil menekan virus corona setelah menjadi negara paling terdampak wabah tersebut, m...
Pejabat: AS akan mulai produksi vaksin COVID-19 akhir musim panas
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:02 WIB
Perusahaan pembuat obat, atas kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat, sedang berada dalam pros...
Menkes: Jerman mampu cegah gelombang kedua corona
Selasa, 14 Juli 2020 - 08:39 WIB
Jerman mampu mencegah gelombang kedua virus corona pada musim gugur jika masyarakat tetap waspada, t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV