Penasihat PM Inggris diminta mundur setelah langgar aturan `lockdown`
Elshinta
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:41 WIB |
Penasihat PM Inggris diminta mundur setelah langgar aturan `lockdown`
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Sumber Foto: https://bit.ly/2TtFQRF

Elshinta.com - Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris pada Minggu menyerukan pengunduran diri Dominic Cummings, penasihat senior untuk Perdana Menteri Boris Johnson.

Cummings didesak mundur setelah ia melakukan perjalanan sejauh 400 km (250 mil) dari London ke Inggris utara selama masa karantina wilayah atau lockdown.

Istri Cummings dilaporkan menunjukkan gejala virus corona saat peristiwa itu terjadi. "Tidak dapat ditoleransi bahwa pemerintah Boris kehilangan begitu banyak modal politik," cuit Steve Baker di Twitter. "Dominic Cummings harus mundur."

Cummings, yang mendalangi kampanye 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa selama referendum Brexit, melakukan perjalanan ke Durham pada akhir Maret, ketika langkah-langkah untuk memerangi penyebaran virus corona sudah diberlakukan.

Kantor Johnson mengatakan pada Sabtu (23/5) bahwa dia melakukan perjalanan untuk memastikan putranya yang berusia 4 tahun dapat dirawat dengan baik karena istrinya terinfeksi virus corona dan ada "kemungkinan besar" bahwa Cummings sendiri akan sakit.

The Daily Mirror kemudian melaporkan bahwa penasihat itu melakukan perjalanan kedua dari London selama pemberlakuan aturan pembatasan pergerakan dan terlihat di dekat Durham pada 19 April, beberapa hari setelah kembali ke London dari perjalanan pertamanya. "Kami tidak akan membuang waktu untuk menjawab serangkaian tuduhan palsu tentang Cummings dari surat kabar kampanye," kata kantor Downing Street Johnson pada Sabtu, dikutip Antara.

Kalangan politisi oposisi telah meminta Cummings, yang memiliki pengaruh besar pada pemerintah, untuk mundur. Mereka mengatakan Cummings bersikap munafik pada saat jutaan orang Inggris harus tinggal di rumah.

Cummings mengatakan dia tidak akan mundur. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Inggris minta sekolah dibuka kembali pada September
Minggu, 09 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan kampanye hubungan masyarakat untuk memastikan se...
Kasus virus corona di Prancis kembali melonjak
Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:56 WIB
Kasus virus corona di Prancis melonjak hingga lebih dari 1.600 kasus dalam 24 jam terakhir pada hari...
Seorang demonstran membakar diri di depan parlemen Swiss
Selasa, 21 Juli 2020 - 09:42 WIB
Seorang demonstran membakar diri  di depan gedung parlemen Swiss di Bern, Senin, menyusul  protes ...
Inggris sebut UU keamanan nasional langgar Deklarasi Hong Kong
Rabu, 01 Juli 2020 - 20:55 WIB
Pemerintah Inggris menyebut bahwa pemberlakuan undang-undang keamanan nasional oleh China adalah pel...
Media: Penikaman di Kota Reading Inggris tewaskan tiga orang
Minggu, 21 Juni 2020 - 12:38 WIB
Tiga orang tewas dalam aksi penikaman di sebuah taman di Kota Reading, Inggris selatan pada Sabtu da...
NU Inggris dukung penerjemahan Al Quran ke Bahasa Rumania
Selasa, 02 Juni 2020 - 12:03 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) mendukung penerjemahan Al Quran k...
Infeksi corona di Prancis alami kenaikan terendah sejak `lockdown`
Senin, 25 Mei 2020 - 09:39 WIB
Jumlah infeksi virus corona terkonfirmasi di Prancis bertambah 115 atau setara 0,1 persen, menjadi 1...
Penasihat PM Inggris diminta mundur setelah langgar aturan `lockdown`
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:41 WIB
Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris pada Minggu menyerukan pen...
Kematian COVID-19 di Prancis hampir 21.000
Rabu, 22 April 2020 - 12:35 WIB
Kematian akibat COVID-19 di Prancis meningkat tajam menjadi hampir 21.000 kematian pada Selasa, namu...
Di Prancis total kematian akibat corona hampir 14.000
Minggu, 12 April 2020 - 13:55 WIB
Jumlah total kematian akibat wabah virus corona di Prancis naik menjadi hampir 14.000 pada Sabtu (11...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)