Pandemi, petani harus terus diberikan semangat produksi pangan
Elshinta
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:58 WIB |
Pandemi, petani harus terus diberikan semangat produksi pangan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2TzDIaU

Elshinta.com - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menginginkan petani di berbagai daerah dapat diberikan semangat melalui kebijakan stimulus dan bantuan pemerintah agar dapat terus memproduksi pangan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami mendorong semangat para petani tetap terjaga untuk memproduksi pangan kita. Apa yang disampaikan oleh Pemerintah, untuk BUMN juga harus terlibat," kata Herman Khaeron dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5).

Menurut dia, dengan menjaga semangat para petani Nusantara untuk memproduksi pangan maka juga akan bagus bagi sistem kedaulatan dan ketahanan pangan. Politisi Fraksi Partai Demokrat itu mengimbau peran serta BUMN untuk bisa membantu mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri, sehingga ke depan harga bahan pangan dalam negeri bisa stabil dan ketahanan pangan dapat terpenuhi.

Ia mengingatkan bahwa saat ini negara-negara yang selama ini menjadi importir pangan juga terdampak pandemi sehingga mereka ada yang melakukan pembatasan dan menutup ekspor. Untuk itu, lanjutnya, sangat esensial bagi Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dalam rangka menjaga kedaulatan pangan mandiri yang berbasiskan kemampuan kita sendiri.

Sebelumnya, Pemerintah diminta mengaktifkan kembali keberadaan lembaga pembiayaan yang khusus untuk sektor pertanian, karena di saat pandemi COVID -19 ini petani merupakan salah satu yang menanggung dampak secara ekonomi.

Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo di Jakarta, Kamis (21/5) mengatakan, saat ini petani kesulitan memperoleh akses permodalan dari lembaga pembiayaan umum seperti perbankan. "Untuk itu perlu ada lembaga pembiayaan yang khusus untuk modal kerja petani dan nelayan," katanya, dikutip Antara.

Dia mengungkapkan, pada masa lalu ada bank khusus untuk petani dan nelayan yakni Bank Tani dan Nelayan Indonesia (BTNI), kemudian berubah menjadi BRI, namun saat ditandangani perjanjian dengan IMF pada 1998 BRI harus berubah menjadi bank umum. Selain lembaga pembiayaan khusus, lanjutnya, perlu adanya lembaga yang menangani pemasaran hasil pangan produksi petani agar penyediaannya stabil dan harga dapat terjaga.

Mengenai ketersediaan pangan, menurut dia, pemerintah seharusnya tidak mengandalkan pada pasokan impor dari luar, karena hal itu sangat rawan terutama ketika terjadi wabah saperti saat ini. "Wabah COVID-19 ini melanda hampir seluruh dunia, termasuk negara-negara produsen beras, kalau mereka menutup diri maka kita tidak bisa bergantung pada impor," katanya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP dorong pemda dan pelaku usaha kembangkan budi daya ikan sidat
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:58 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai pihak termasuk pemda  dan pelaku usaha ...
Menparekraf dorong pengembangan ekonomi kreatif di sekitar Danau Toba
Minggu, 12 Juli 2020 - 09:39 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio berkomitmen meningkatkan ...
Di tengah pandemi COVID-19, produsen baja nasional tambah investasi Rp12 triliun
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:41 WIB
Di tengah melemahnya permintaan pasar sebagai dampak pandemi COVID-19, produsen baja nasional PT Gun...
Harga CPO di Jambi naik jadi Rp7.070 per kilogram
Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:26 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Provinsi Jambi pada periode 10-16 Juli 2020 mengalami kenaikan Rp...
Mendag sebut IA-CEPA berpotensi kurangi defisit perdagangan RI
Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:40 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan bahwa perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia-Aust...
Bamsoet: Perlu evaluasi dari stimulus petani-nelayan belum berdampak
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:46 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk mengevaluasi pemberian stimulus dan bantuan...
BAZNAS raih fundraising digital terbaik di IFA 2020
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:38 WIB
 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan prestasi khususnya di dunia filantropi, sete...
Akhir pekan, Kurs rupiah melorot ke Rp 14.435 per dolar AS 
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:11 WIB
Menguat dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan, kurs rupiah spot hari ini melemah. Jumat (10/...
Akhir perdagangan Jumat sore, IHSG turun 0,43% ke 5.031
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:46 WIB
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi di hari terakhir pekan ini. Pada perdagangan di Burs...
Ada kekhawatiran eskalasi kasus corona, nilai tukar rupiah terkoreksi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (10/7) pagi, terkoreksi se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV