Polisi ungkap kasus asusila guru pesantren selama empat tahun di Bandung
Elshinta
Selasa, 26 Mei 2020 - 12:47 WIB |
Polisi ungkap kasus asusila guru pesantren selama empat tahun di Bandung
Polresta Bandung ungkap kasus asusila dialami seorang santri yang dilakukan guru pesantren di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara

Elshinta.com - Polresta Bandung mengungkap kasus tindakan asusila dialami seorang santri yang diduga dilakukan oleh seorang guru berinisial EP (36) yang mengajar di sebuah pesantren di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan sudah berlangsung selama empat tahun.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan aksi tersebut telah dilakukan EP selama 4 tahun, mulai dari tahun 2016 hingga awal tahun 2020. Sejak awal aksi asusila itu dilakukan, menurut Hendra, seorang korbannya tersebut masih berusia 14 tahun.

"Awalnya korban diminta untuk berfoto dengan tidak menggunakan hijab, kemudian di sekolah itu ada aturan kalau tidak menggunakan hijab akan ada tindakan, karena takut kemudian diancam lagi, akhirnya berhasil difoto tanpa busana," kata Hendra, di Polresta Bandung, Selasa (26/5).

Setelah memiliki foto korban tanpa busana, pelaku EP mengancam akan menyebarluaskan di media sosial. Ancaman itu, kata Hendra, dijadikan modus pelaku agar bisa melakukan tindakan asusila atau pencabulan kepada korban.

"Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pelaku untuk berhubungan badan dengan cara mengancam, dan kegiatan ini sudah berlangsung sampai dengan kurang lebih empat tahun dari umur 14 sampai 17 tahun," kata dia pula.

Sejauh ini, kata Hendra, polisi baru menemukan satu korban dari tindakan asusila yang dilakukan EP. Namun, menurutnya lagi, tidak menutup kemungkinan bahwa ada korban lainnya dari kasus asusila tersebut.

"Saat ini sedang kami dalami di komputer ini atau pun di laptop barang bukti, apakah ada korban lain atau tidak, karena ada indikasi foto-foto lainnya, apakah ada hubungan atau tidak masih kita dalami," katanya, dikutip Antara.

Hendra menyampaikan, saat ini kondisi korban masih mengalami trauma. Pasalnya, kata dia, korban baru melaporkan kasus tersebut baru-baru ini sejak empat tahun lalu.

"Kami juga memberikan bantuan atau bimbingan konseling, agar kondisinya bisa sembuh kembali," kata dia.

EP mengaku sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Dia mengakui pula, melakukan tindakan asusila tersebut karena khilaf. "Iya khilaf, saya sudah punya anak perempuan dan laki-laki," kata dia lagi.

Polisi tetap menjerat EP dengan Pasal 81 ayat 3 dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang persetubuhan dilakukan oleh tenaga pendidik, juncto Pasal 64 KUHP.

"Kita lakukan pemberatan tambah sepertiga perbuatan yang berulang, kemudian karena pengajar kita lakukan pemberatan, jadi minimal ancaman pidana lima tahun dan maksimal 15 tahun atau lebih," kata Hendra pula. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Hulu Sungai Tengah ungkap kasus narkotika
Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:41 WIB
Satresnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah yang langsung dipimpin Kasat Res Narkoba Iptu Lamris Manurun...
Curi motor, pasutri dibekuk Polres Klaten
Jumat, 03 Juli 2020 - 17:47 WIB
Warga Kecamatan Delanggu berinisial F (35) dan warga Kecamatan Ceper, P (24) yang merupakan pasangan...
15 orang diamankan dalam OTT terkait Bupati Kutai Timur
Jumat, 03 Juli 2020 - 11:18 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 15 orang dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan...
Bupati Kutai Timur terjaring OTT bersama istri dan kepala Bappeda
Jumat, 03 Juli 2020 - 09:09 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan bahwa Bupati Kutai Timur,...
OTT, KPK tangkap Bupati Kutai Timur
Jumat, 03 Juli 2020 - 07:20 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Ismunandar melalu...
Polisi tangkap pemasok sabu anak pejabat Pemkab Karawang
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:46 WIB
Satuan Narkoba Polres Karawang, Jawa Barat berhasil mengamankan seorang bandar narkoba berinisial P....
Polisi tetapkan status tersangka pembakar mobil Via Vallen
Rabu, 01 Juli 2020 - 11:57 WIB
Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur menetapkan status tersangka kepada pelaku pembaka...
Pemasok sabu Ridho Ilahi ditangkap
Selasa, 30 Juni 2020 - 11:59 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap AK selaku pemasok narkoba sabu kepada ar...
Ayah cabuli anak kandung selama 16 tahun
Senin, 29 Juni 2020 - 19:57 WIB
Warga Jalan Terusan Mergan Raya, Kecamatan Sukun, Kota Malang, E alias Gowang (42) ditangkap Unit Pe...
Polda Kaltara bekuk 3 orang pemakai sabu
Senin, 29 Juni 2020 - 17:12 WIB
Kasus pengungkapan narkoba kembali terjadi, kali ini penangkapan terjadi di Jalan Mulawarman RT 53 K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV